UMUM
Kapten Timnas Putri Ini Batal Tampil di Piala AFF 2019 dan SEA Games 2019, Penyebabnya Menyedihkan
31 July 2019 14:07 WIB
berita
Kapten timnas putri Indonesia Yudith Sada masih terbaring di rumah sakit saat dijenguk rekan setimnya belum lama ini/Foto: Istimewa
BULAN Juli sebenarnya menjadi bulan istimewa bagi sosok Yudith Sada sang kapten timnas sepak bola putri Indonesia. Ini lantaran pada 25 Juli lalu, wanita kelahiran Sorong, Papua, itu memperingati hari ulang tahunnya ke-36. Hanya saja, “kado” yang diterima Yudith tahun ini di luar dugaan, yakni berupa cedera parah.

Momen itu tepatnya terjadi Sabtu (27/7) lalu atau dua hari setelah momen hari ulang tahunnya. Bermain pada laga uji coba timnas putri melawan tim Raga Putra Menoreh Kulon Progo U-15 di lapangan sepak bola Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Yudith memiliki peluang emas untuk mencetak gol.


Baca Juga :
- Sore Nanti, Timnas U-23 Mulai Gelar TC di Yogyakarta
- Tim Sambo Indonesia Butuh Mitra Tanding yang Lebih Kuat




Namun, saat hendak menembak ke arah gawang, kiper lawan sudah menyergap lebih duu sehingga benturan keras tidak terhindarkan. Sesaat kemudian Yudith harus terkapar. “Sesaat setelah tackle dari kiper lawan, saya tidak bisa berdiri lagi karena ternyata patah pada tulang kaki kanan,” kata Yudith kepada TopSkor, Selasa (30/7).

Pemain paling senior di timnas putri Indonesia ini mengatakan, ini adalah cedera paling parah yang dialami sepanjang kariernya. Yudith sendiri sudah bergabung dengan timnas sejak tahun 2005 silam.


Baca Juga :
- Erick Thohir: Dukung Atletmu di SEA Games 2019 Melalui Televisi Nasional
- Demi 2 Emas SEA Games, Indonesia Menyerap Teknik dan Strategi Korsel


Apa daya, kini pemilik nomor punggung 10 itu harus melupakan jauh-jauh hasrat tampil pada dua ajang penting. Yakni, Piala AFF Women Championship 2019 di Thailand pertengahan Agutsus dan SEA Games 2019 mendatang

“Ini kado ulang tahun yang menyedihkan bagi saya. Namun cobaan ini yang membuat saya semakin kuat. Sedih pasti karena akhirnya saya tidak bisa ikut berjuang dengan rekan-rekan satu tim kali ini,” ucap Yudith lirih.

 Yudith sendiri masih dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Namun pada Rabu (31/7) ini, ia mengatakan akan dipindahkan untuk perawatan intensif di Jakarta.

“Saya belum sempat bertemu dengan dokter karena baru menjalani operasi selama dua jam pada Senin (29/7). Jadi saya belum tahu detail berapa lama harus menjalani proses pemulihan,” kata Yudith lagi.

Meski tidak dapat ikut berjuang bersama timnas dalam dua ajang penting tahun 2019 tersebut, Yudith tetap mendoakan timnas mendapat hasil maksimal dengan perjuangan keras. Menurut dia, timnas putri kali ini sangat solid dan punya motivasi tinggi.

Momen mengharukan dirasakan Yudith saat skuat timnas asuhan Rully Nere tersebut menjenguknya di rumah sakit sebelum dan sesudah operasi. “Tim sudah berangkat ke Bogor tadi pagi (kemarin) dan mulai 30 Juli ini akan menggelar TC di sana setelah sejak akhir Juni lalu TC di Yogyakarta,” ujar Yudith.

“Sekali lagi saya hanya bisa berdoa agar seluruh tim diberikan keselamatan dan kesuksesan dalam perjuangan nanti,” Yudith menuturkan. Dan meski sudah berusia 36 tahun dan dianggap sudah melewati masa keemasan seorang pemain, Yudith tidak mau putus asa.

“Usia boleh tua, namun semangat saya untuk membela negara tidak berubah untuk berjuang pantang menyerah selagi tenaga saya masih dibutuhkan,” ia menambahkan. Terdekat, Yudith akan berjuang keras untuk pemulihan cederanya agar dapat kembali merumput lagi dan berkiprah dalam ajang PON 2020 Papua.*Sri Nugroho

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news