news
BASKET
Tak Laku di NBA, Eks Pemain Raptors Ini Merasa Terhimpit Batu Besar
31 July 2019 13:10 WIB
berita
Jeremy Lin
TORONTO – NBA 2018/19 mungkin menjadi musim yang paling membahagiakan bagi point guard Toronto Raptors, Jeremy Lin. Meski sangat jarang bermain, sosok tersebut bisa merasakan manisnya meraih trofi Larry O’Brien, menyusul keberhasilan timnya memecundangi Golden State Warriors, 4-1.

Sayang, kebahagiaan Lin sepertinya tak berlangsung lama. Berstatus sebagai pemain free agent, belum ada satu pun klub yang menyatakan ketertarikan kepadanya. Fakta ini semakin membuat pria 30 tahun tersebut khawatir soal masa depannya dalam liga basket terbesar dunia.




Baca Juga :
- Triple-Double Luka Doncic Tetap Tak Bisa Selamatkan Mavericks dari Kekalahan
- Giannis 38 Poin, Bucks Gulung Bulls




“Beberapa musim terakhir, saya seperti sulit mendapatkan klub dan dari tahun ke tahun, kesulitan itu semakin bertambah. Bahkan, kini, saya berada dalam titik terendah karier dan jalan satu-satunya adalah mencoba bangkit dari situasi ini,” ujar Lin seperti dilansir ESPN belum lama ini.

Padahal, penampilannya dalam beberapa musim terakhir, tidak terlalu buruk. Ia pernah masuk nominasi Sixth Man of the Year atau pemain cadangan terbaik dalam NBA 2015/16. Waktu itu, ia berperan besar membawa Charlotte Hornets lolos play-off dengan menempati peringkat keenam.


Baca Juga :
- Heat Permalukan Cavaliers di Kandang Sendiri
- Lakers Kembali ke Jalur Kemenangan, Kali Ini Taklukkan Suns


Saat berkostum Brooklyn Nets, Lin juga berkontribusi. Sayang. Kariernya bersama klub yang bermarkas di Barclays Arena, Brooklyn, New York tersebut kerap diganggu cedera. Hal ini membuatnya mengalami penurunan performa dan di sisi lain, persaingan di antara pemain kian sengit. 

Setelah dua musim ada di Nets, dirinya memutuskan pindah ke Atlanta Hawks. Namun, bersama tim ini, perannya nyaris tak terlihat. “Saya seperti terhimpit di bawah batu besar dan sulit memecahkan batu tersebut. Bursa free agent saat ini begitu berat tapi saya akan terus mencari,” katanya.

Setelah berakhirnya NBA 2018/19, Lin banyak menghabiskan waktu dengan berkeliling Asia. Dalam perjalanannya ini, pria berdarah Taiwan itu menghadiri beberapa event, sekaligus menjadi upaya Lin dalam melakukan penyegaran setelah menjalani musim yang penuh dengan tekanan.

Kegiatan pemain 30 tahun itu bisa jadi membawa manfaat untuknya di musim-musim berikutnya karena bukan tak mungkin ada klub yang berbasis di Asia, tertarik meminang dirinya. Apalagi, Liga Basket Cina (CBA) kerap menjadi pelabuhan pemain NBA yang tidak lagi dilirik. 

Sebut saja, eks guard Houston Rockets, Steve Francis, yang mencoba peruntungan bersama Beijing Ducks. Rookie nomor satu dalam NBA Draft 2007, Greg Oden, juga memilih Negeri Tirai Bambu setelah tenggelam di NBA akibat cedera lutut yang tak kunjung sembuh dengan memperkuat Jiangshu Dragons.

Ada pula Brandon Jennings, eks rising star yang sempat mencuat saat membela Milwaukee Bucks dan Detroit Pistons. Usai membela Washington Wizards, 2017, ia melabuhkan diri ke Shanxi Brave Dragons. Metta World Peace yang memberi dua cincin NBA untuk Los Angeles Lakers juga serupa.

Klub yang sempat dibelanya ketika itu adalah Sichuan Blue Whales. Namun, usai melantai di Cina, World Peace kembali ke Lakers. Hanya, petualangan keduanya bersama klub tersebut tak terlalu sukses. Kini, ia bekerja di South Bay Lakers sebagai development player yang bermain di liga kasta kedua AS, NBA G-League.*KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER 

 

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news