news
LIGA 2
Widodo Tegaskan Bangkit atau Tidaknya Persita Tergantung Pemain
30 July 2019 14:23 WIB
berita
Aksi penyerang Persita Aldi Al Achya (kanan) saat melawan Perserang/Foto: Media Persita
TANGERANG – Persita Tangerang kehilangan fondasi. Memancang target tinggi, Pendekar Cisadane kehilangan roh permainan. Terpuruk dalam tur Sumatra, kekuatan skuat asuhan pelatih Widodo Cahyono Putra itu belum pulih saat manggung di depan publik sendiri. Kemenangan kandang yang diharapkan masih sulit terwujud.

Imbasnya, usai ditahan 1-1 oleh Perserang Serang akhir pekan lalu, tim kebanggaan masyarakat Tangerang itu terlempar dari lima besar klasemen Liga 2 2019 Wilayah Barat. Menggoreskan luka bagi penggemarnya karena Persita kalah keren ketimbang tetangganya Cilegon United FC yang bercokol pada peringkat keempat.




Baca Juga :
- Sriwijaya FC Berencana Datangkan Lagi Alberto Goncalves ke Jakabaring
- Persik Juara Liga 2 2019 Usai Menang Atas Persita




"Belakangan ini, betul, kami banyak kehilangan angka. Baik saat tur Sumatra maupun hasil minimal lawan Perserang. Target yang kami inginkan tidak tercapai. Terlepas dari kebobolan lewat tendangan penalti," kata Widodo, Senin (29/7).

Semua, menurut Widodo, dikembalikan kepada pemainnya. Mau atau tidak untuk bangkit. Sebab, evaluasi selepas pertandingan selalu digelar. Skenario untuk terbang tinggi pun sudah disiapkan. Bagaimana mereposisi tim jadi kewajiban yang harus dihamparkan dalam laga berikutnya.


Baca Juga :
- Bungkam Sriwijaya FC, Persiraja Rebut Tiket Terakhir Promosi ke Liga 1
- Prediksi Final Liga 2 2019, Persita Vs Persik


"Di kandang dan tandang, target kami selalu menang. Tapi situasinya berbeda jika di lapangan. Makanya, saya minta maksimalkan pertandingan ke depan dan jangan mengulangi kesalahan yang sama," striker tim nasional era 1990-an ini menambahkan.

Klub Wilayah Barat lainnya, PSGC Ciamis, kini dalam era kebangkitan setelah mengempaskan rivalnya PSPS Riau 3-1 di kandangnya Stadion Galuh, Ciamis, pekan lalu. Ini jadi kemenangan yang fantastis. Sekaligus kemenangan perdana yang diraih Laskar Galuh dalam kompetisi kasta kedua.

Uniknya kemenangan ini dihasilkan PSGC lewat pelatih caretaker Herry Rafni Kotari. Pelatih yang paling tahu dapur Laskar Galuh. Sebab Herry-lah yang mengangkat PSGC promosi ke Liga 2 2019.

"Mungkin saya hanya lebih beruntung daripada pelatih sebelumnya. Saat saya pegang, PSGC bisa meraih kemenangan. Padahal, cara main dan karakter tim tidak jauh berbeda dibanding saat dipegang Herrie Setiawan," ujar Herry.

Ia cuma meminta pemainnya untuk mau memperbaiki prestasi dan menyudahi performa buruk setelah menuai enam kekalahan beruntun. Sehingga, menyebabkan Joko Sasongko dan kawan-kawan terdampar di dasar klasemen sejak Liga 2 digulirkan.

"Kami sebelumnya sudah terlalu jauh tenggelam. Ternyata di hadapan PSPS, militansi pemain keluar semua. Mereka terus bergerak dan tidak henti menggedor benteng pertahanan PSPS. Tidak mau kalah dan membuat pendukungnya kecewa," ucap Herry. Kunci lainnya, menurut Herry, mungkin pemain takut dievaluasi.

“Pemain tidak mau tersingkir dari tim pada putaran kedua. Makanya mereka tampil all out. Target kemenangan pun bisa diwujudkan. Lega banget bisa memecahkan deadlock kemenangan. Laga selanjutnya lawan Persibat Batang harus menang lagi," mantan striker Bandung Raya itu menegaskan.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news