UMUM
Klub-klub Jateng dan Jatim Belum Punya Calon Ketum PSSI
30 July 2019 15:01 WIB
berita
JAKARTA - Kongres Biasa (KB) untuk memilih 15 anggota Komite Eksekutif  (Exc) termasuk Ketua Umum (Ketum) PSSI akan digelar 2 November mendatang. Sejauh ini baru ada dua nama yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Ketum PSSI periode 2019-2023 yaitu Komjen Pol. Mochammad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule dan Rahim Soekasah.

Iwan Bule yang mendapat dukungan dari 11 Asprov bahkan sudah mulai turun ke lapangan menyapa praktisi sepak bola dan pemilik suara di PSSI. Hal itu dilakukan untuk memuluskan jalannya menuju kursi orang nomor satu di organisasi induk sepak bola Indonesia. Bahkan, Pulau Jawa sudah disambangi untuk meraih posisi ketua umum PSSI.




Baca Juga :
- Banyak Diperebutkan Orang, Ini Fungsi Ketua Umum PSSI Menurut Statuta
- Penentuan Empat Tiket Promosi LTS Bandung




“Saya beberapa kali didatangi oleh teman-teman, baik dari klub maupun Aspov. Kita ketemu pas saya lagi ada kunjungan ke Yogyakarta atau Surabaya misalnya. Kami diskusi panjang tentang sepak bola tanah air. Apa masalah dan kendalanya menuju pentas dunia,” kata Iwan Bule.

Jika Iwan Bule banyak didukung dari poros Barat, Rahim Soekasah justru mendapat dukungan dari sejumlah eks pemain timnas Indonesia seperti Yohanes Auri, Simson Rumapasal, Patar Tambunan, Nasir Salasa, Yudho Hadianto, Robby Binur, Oyong Liza, dan Hermansyah.


Baca Juga :
- Tira Persikabo vs Bhayangkara FC, Cari Poin Pengganti
- Hasil Banding Diumumkan, Calon Ketua Umum PSSI Tambah Jadi 11 Orang


Para mantan pemain nasional mendorong Rahim lantaran eks Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tersebut adalah orang yang sangat mengerti tentang sepak bola.

Lalu, sosok seperti apa yang diiinginkan klub-klub dari  Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) untuk memimpin PSSI. Ternyata, dari dua wilayah ini masih belum memiliki kandidat yang dicalonkan untuk menjadi Ketum PSSI.

Adapun, dukungan Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh untuk maju sebagai calon itupun datang dari Wakil Ketua Umum KONI Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti, bukan dari voters PSSI wilayah Jateng dan Jatim.

Manajer tim Madura United, Haruna Soemitro mengaku pusing jika ditanya soal calon Ketum PSSI. “Pusing karena sebelumnya jabatan Ketum PSSI hanya menjadi batu loncatan untuk mendapat jabatan politis,” ucap Haruna.

Dari Semarang, CEO PSIS, AS Sukawijaya atau akrab disapa Yoyok Sukawi juga belum mau membeberkan aspirasinya terkait calon yang akan dikedepan untuk pemilihan Ketum PSSI nanti. “Kalau PSIS inginnya adalah pemimpin PSSI yang betul-betul paham sepak bola. Selain itu juga harus mampu memberikan rasa aman pada anggota PSSI,” kata Yoyok.

Sedangkan dari Jepara, Presiden Persijap Esti Puji Lestari mengaku dia belum melihat sosok yang tepat untuk di posisi sebagai Ketum ini. Hanya saja memang sudah ada satu kandidat yang mulai muncul yakni Iwan Bule.

“Jika nanti beliau memang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan, ya silahkan. Namun yang pasti kami belum bisa memilih siapa-siapa karena memang pendaftaran saja belum dibuka," kata Esti lagi.

Sementara, Manajer tim Madura FC Januar Herwanto mengatakan sosok calon Ketum PSSI nanti, harus mau bekerja keras memajukan sepak bola Indonesia. Dia harus bisa memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi pelatih dan pemain yang lahir dari rahim ibu pertiwi.

“Tak perlu latah naturalisasi, karena ini menunjukkan kita tak berpikir jauh dan tak mau berproses. Satu hal lagi, harus mampu membasmi kartel pengaturan skor,” ucap Januar.

Sedangkan, Manajer tim Arema Ruddy Widodo mengatakan untuk calon Ketum PSSI ada beberapa kriteria yang harus dimiliki. “Mereka haruslah punya kapabilitas dan ke depan bisa membawa kondisi persepak bolaan di Tanah Air jauh lebih kondusif dan bagus. Ya tentu saja tak melulu mampu meningkatkan prestasi sepak bola kita, tetapi juga punya kemampuan mendorong dan mewujudkan persepakbolaan menjadi industri yang bagus,” ucap Ruddy.***SRI NUGROHO/NOVAL LUTHFIANTO

 

 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah