TOP FEATURE FOOTBALL
Pakai Teknologi Mossad, Pelatih Fisik Getafe Ini Bikin Madrid Ciut
30 July 2019 13:17 WIB
berita
Pelatih fisik Getafe, Javier Vidal sempat ditaksir Madrid. Dia terkenal aktif menggunakan teknologi dalam metode latihannya. –Topskor/Ist
BEBERAPA waktu lalu, pelatih fisik sempat menjadi perbincangan utama di sepak bola Spanyol. Itu setelah Antonio Pintus yang sebelumnya menjabat posisi tersebut di Real Madrid memilih bergabung ke FC Internazionale. Berbagai nama bermunculan, untuk nantinya menemani pelatih utama Zinedine Zidane.

Pada periode mencari pelatih fisik baru, nama Javier Vidal menjadi yang pertama muncul. Ia ramai diperbincangkan di internal klub, setelah ada seorang dalam direksi yang merekomendasikannya. Vidal adalah pelatih fisik Getafe CF, yang sudah bekerja di belakang pelatih utama Jose Pepe Bordalas, bahkan selama 20 tahun terakhir.




Baca Juga :
- Reaksi Zidane Usai Real Madrid Kalah dari Mallorca
- Update Klasemen La Liga Spanyol Pekan 9, Minggu Dini Hari WIB




Setelah desas-desus bergulir, berbagai pihak pun lekas melakukan studi, mencari tahu dan mengumpulkan informasi tentang Vidal. Hingga akhirnya mereka menemukan artikel di surat kabar El Mundo yang mengaitkan Vidal dengan Mossad, dinas intelijen Israel.

Vidal bersama Bordalas menggunakan layanan milik Zone7, perusahaan data ternama yang mencegah cedera yang bergantung pada kecerdasan buatan. Teknologi diciptakan Tal Brown dan Eyal Eliakim, dua mantan anggota Mossad di Unit 8200 (baca: delapan dua ratus). Unit ini yang bertanggung jawab membaca sinyal intelijen dan dekripsi kode.


Baca Juga :
- Libas Osasuna, Granada Tekan Real Madrid dan Barcelona
- Zidane Bertemu Pogba, Begini Reaksi Solskjaer


Dua orang ini memutuskan keluar dari Mossad dan membangun perusahaan data. Dengan Zone7, semua pemain Getafe berlatih dengan rompi ber-GPS yang mengukur parameter fisik. Pria 42 tahun mengumpulkan ratusan varian mulai dari kekuatan lompatan dan pukulan, jarak tempuh, kecepatan, hingga denyut jantung.

Dengan caranya tersebut, permasalahan pemain akan dapat terdeteksi. Bahkan, jika seorang pemain tiba-tiba mengalami kelelahan, kartu memori akan mengungkapkan apa yang menjadi penyebabnya. Tim pelatih akan tahu jika ada masalah dalam hal tidur malam, meskipun si pemain menyangkalnya.

Cara melatihnya kian sempurna dengan kedisiplinan ketat yang diterapkan Vidal. Ia punya metode tersendiri yang wajib dipatuhi oleh seluruh pemain. Seperti ada pembatasan penggunaan ponsel genggam, pemain harus menimbang setiap hari sesaat sebelum pelatihan, dan tiap kelebihan berat badan yang naik 300 gram akan ada sanksi.

Dengan segala apa yang ditawarkan Vidal sebagai seorang pelatih fisik, akhirnya menciutkan Madrid. Ada yang tidak setuju dalam internal klub, dan sebagian lainnya heran dengan betapa ketat cara kerja yang diterapkan. Alhasil, perekrutan pun urung terjadi, klub mengurungkan niatnya dan kemudian Zidane memilih Gregory Dupont.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

SOROT
Gregory Dupont yang akhirnya dipilih Real Madrid sebagai pelatih fisik adalah eks pelatih fisik tim nasional Prancis (18 Januari 2018-5 Juli 2019). Sebelumnya pria yang juga berasal dari Prancis, seraya pelatih Zinedine Zidane, pernah menangani LOSC Lille (2000/01-2006/07 dan 2009/10-18 Januari 2018) dan Celtic FC (2007/08-2009/10).

D
Penulis
Dini Wulandari