news
BULUTANGKIS
Liliyana Natsir: Orang Tua Punya Peran Penting
30 July 2019 10:07 WIB
berita
Liliyana Natsir (kanan) dan Nimas Rani tampak serius memperhatikan peserta Audisi Umum (Dokumentasi PB Djarum).
BANDUNG - Mantan pebulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, mengungkap besarnya peran orang tua dalam kesuksesan seorang atlet. Hal ini diungkapkan Butet, sapaan akrabnya, saat mencari bibit atlet berbakat dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR KONI, Bandung, Jawa Barat, Senin (29/7).

Setelah memutuskan pensiun, awal tahun ini, salah satu aktivitas Butet adalah menjadi bagian dari Tim Pencari Bakat PB Djarum. Dalam debut menjalani perannya ini, Butet mengatakan, orang tua harus memberi dukungan secara penuh, baik itu dari makanan, istirahat, hingga dukungan moral.




Baca Juga :
- Terima SK CPNS, Ini Komitmen Liliyana Natsir
- Bertemu Presiden Jokowi, Ini Janji Liliyana Natsir




Hal ini didasarkan pada pengalaman Butet selama 24 tahun menjadi pemain bulu tangkis yang sukses. Sejak belia, perempuan yang lahir 9 November 1985 itu sudah harus hidup terpisah dengan orang tua demi mengejar cita-cita. Namun, semuanya terbayar dengan ragam prestasi yang sudah diraih.

Puncaknya saat berpasangan dengan Tontowi Ahmad, di mana mereka memenangi gelar bergengsi seperti All England 2012, 2013, dan 2014, juara dunia, hingga meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro XXXI/2016, yang seolah menjadi tujuan akhir dalam kariernya sebagai pebulu tangkis.


Baca Juga :
- Presiden Jokowi: Indonesia Kehilangan Liliyana Natsir
- Resmi Gantung Raket, Liliyana Natsir Bangga 24 Tahun di Bulu Tangkis


“Untuk usia segini (11-13 tahun), mereka sangat butuh dukungan orang tua. Saya telah merasakannya. Menjadi atlet itu harus fokus karena berbeda dengan orang biasa. Orang tua berperan untuk mengingatkan, mengawasi. Saya, sejak 12 tahun, merantau ke Jakarta untuk tinggal di asrama,” kata Butet.

Butet menambahkan, semua prestasi tak diraih semudah membalikkan tangan. Butuh kerja keras dan perjuangan untuk bisa menjadi pebulu tangkis yang disegani dunia. “Jangan hanya melihat saya sekarang. Tetapi, semua perjuangan yang saya lakukan sebelumnya,” ujar wanita 33 tahun tersebut.

Ini merupakan kali pertama Liliyana terlibat dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis. Keikutsertaan ini memang tak lepas dari jabatannya sebagai Technical Advisor PB Djarum. Melihat besarnya antusiasme peserta mengikuti proses seleksi di GOR KONI, Bandung, Liliyana pun mengapresiasi.

“Potensi di sini cukup bagus dan banyak. Semoga bisa lahir generasi penerus seperti legenda bulu tangkis Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Saya pribadi melihat peserta dari pembawaan seperti semangat atau tidak. Kalau teknik, banyak yang bisa. Tapi, harus dilihat ada semangat atau tidak,” katanya.

Ia pun berpesan kepada peserta Audisi Umum agar tak cepat puas bila nanti terpilih mengikuti karantina. “Kalau zaman sekarang, ada gadget, game online, itu bisa menghambat. Jadi, di sini, saya berpesan agar pergunakan gadget tersebut dengan batas waktu,” Liliyana menuturkan.

Pada hari kedua atau kemarin, peserta Audisi Umum menjalani tahap turnamen. Mereka bertanding dua kali sesuai kategori umur dengan sistem full games (poin 21 atau sampai selesai). Usai pertandingan, tim pencari bakat kemudian mengumumkan lolos atau tidaknya mereka ke fase berikutnya.

“Sejak dari tahap screening saya melihat cukup banyak yang layak masuk ke tahap turnamen. Bagi kami, tidak masalah banyaknya peserta yang lolos ke tahap ini. Yang terpenting mereka memang bertalenta dan layak melaju ke tahap ini,” kata Ketua Tim Pencari Bakat, Christian Hadinata.

Tak hanya Koh Chris, sapaan Christian, dan Butet, ada banyak nama besar dalam tim ini. Mereka adalah Fung Permadi, yang juga Manajer PB Djarum, Lius Pongoh, Denny Kantono, Yuni Kartika, Sigit Budiarto, Hastomo Arbi, Engga Setiawan, Bandar Sigit Pamungkas, Sulaiman, dan Nimas Rani.*MUHAMMAD RAMDAN

 

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news