BULUTANGKIS
Audisi Umum PB Djarum Memulai Perjalanan di Kota Bandung
29 July 2019 07:44 WIB
berita
Lius Pongoh menyapa peserta Audisi Umum di Bandung (Dokumentasi PB Djarum)
BANDUNG – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis memulai petualangannya, tahun ini. Kota Bandung menjadi pemberhentian pertama bagi Tim Pencari Bakat PB Djarum untuk menemukan bibit-bibit muda pebulu tangkis berbakat di GOR KONI, 28-30 Juli. 

Tahun ini, pencarian atlet muda difokuskan pada dua kelompok usia (KU), 11 dan 13, putra dan putri. Tercatat, ada lebih dari 800 peserta yang mendaftar untuk mengikuti seleksi di kota pertama ini. Namun, jumlah itu mengerucut usai Tim Pencari Bakat melakukan tahap screening, Minggu (28/7).




Baca Juga :
- Purwokerto Loloskan 26 Anak ke Final Audisi di Kudus
- Audisi Djarum Jangan Berhenti




Yang tersisa 224, masing-masing 64 untuk U-11 putra, 27 dari U-11 putri, 102 peserta U-13 putra, dan 31 untuk U-13 putri. Senin (29/7), mereka yang tersisa akan kembali bersaing pada tahap turnamen dengan sistem gugur. Para pebulu tangkis muda ini wajib menunjukkan bakat terbaik.

Tujuannya demi menjaga peluang meraih Super Tiket menuju Final Audisi di Kudus, 20-22 November mendatang. Lius Pongoh dari Tim Pencari Bakat, menuturkan, ada hal unik dalam seleksi di Kota Kembang, yakni banyaknya peserta yang memiliki teknik dasar backhand  yang mumpuni.


Baca Juga :
- Audisi di Purwokerto Sengit dan Berbeda
- Ketua KOI Ingin Satukan Persepsi PB Djarum dan KPAI


Menurutnya, pukulan jenis ini seperti sudah menjadi ciri khas bagi pebulu tangkis Jawa Barat. “Memang unik dan menurut saya, rata-rata tekniknya sudah bagus. Tapi, untuk backhand-nya berbeda dan tajam. Iie Sumirat hingga sekarang (Anthony Sinisuka) Ginting, punya backhand khas,” katanya.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menuturkan, Bandung dan tempat lain di Jawa Barat, memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain andalan. Sejumlah legenda hingga yang masih aktif, anyak yang berasal dari Tanah Pasundan seperti Ivana Lie, Aryono Miranat, hingga Ihsan Maulana Mustofa.

Antusiasme masyarakat Jawa Barat terhadap bulu tangkis, seolah tak pernah padam. “Secara historis, Jawa Barat selalu bisa melahirkan pemain berprestasi. Kami ingin potensi itu kembali terlihat dalam Audisi Umum di Bandung. PB Djarum fokus mencari atlet-atlet muda yang mampu menunjukkan mental dan berkarakter,” kata Fung. 

Selain bakat istimewa dan teknik dasar mumpuni, karakter juara jadi salah satu acuan para pencari bakat dalam memilih pemain yang nantinya menerima Super Tiket. Hal itu akan terlihat saat pemain beraksi di lapangan. “Sementara dari segi fisik, kami akan mencari yang gesit. Itu poin utama,” katanya lagi.

Tak hanya dari Jawa Barat, banyak juga yang berasal dari luar Pulau Jawa seperti Bali, Banten, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, serta Sumatra Selatan. Fakta ini menunjukkan besarnya tekad mereka untuk bisa menjadi bagian dari PB Djarum

Ketua Tim Pencari Bakat Christian Hadinata menjelaskan format dua KU dalam Audisi Umum 2019 dimaksudkan agar pelatih bisa sedini mungkin mengasah bakat. Ini untuk menjawab kebutuhan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang akan membuka kesempatan untuk atlet-atlet muda.

“Dengan dua format usia, kami bisa mengasah dari usia dini yang nantinya makin matang saat masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas). Ini penting karena persaingan di sana sangat ketat. Kami ingin atlet-atlet PB Djarum yang masuk pelatnas memiliki daya saing tinggi dan bermental juara,” ujar Christian.*MUHAMMAD RAMDAN

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati