BASKET
Hangtuah Gandeng Amartha untuk IBL 2019/20
27 July 2019 09:08 WIB
berita
JAKARTA – Jelang berlaga dalam Indonesian Basketball League (IBL) 2019/20, Hangtuah sepertinya tak lagi berlabel tim dengan finansial yang kembang kempis. Klub yang dulu mewakili Sumatra Selatan (Sumsel) itu mendapat suntikan dana dari perusahaan Fintech, Amartha, yang sekaligus jadi sponsor utama.

Untuk musim baru IBL, klub ini akan hadir dengan Amartha Hangtuah. Andi Taufan Garuda Putra selaku CEO Amartha, menganggap Hangtuah layak mendapat dukungan karena dengan anggaran terbatas, mereka sanggup menjadi kuda hitam dan menembus Final Divisi Merah IBL 2017/18.




Baca Juga :
- DKI-Jabar Pertanyakan Dasar Balon Didukung Minimal 15 Pengprov
- Sebanyak 13 Klub Ramaikan Turnamen Indonesia Muda




“Bagaimana kalau Hangtuah punya (dasar) keuangan yang kuat. Dengan kerja keras, Hangtuah akan mampu menjadi tim yang hebat. Oleh karena itu, kami tak ragu memberikan dukungan kepada Hangtuah,” ujar Andi dalam konferensi pers di fX Sudirman, Jakarta, Jumat (26/7).

Presiden Klub Hangtuah, Gading R. Joedo, menyebut kerja sama di antara keduanya tak hanya sponsorship. Amartha juga membantu Hangtuah untuk mendirikan lapangan latihan yang terletak di Jalan Bangau, Cilandak, Jakarta Selatan. Nantinya, lapangan tersebut mengikuti standar NBA.


Baca Juga :
- Eropa "Serang" IBL 2020
- Gelar Rookie Combine, IBL Libatkan Legenda


“Sekarang kami tak perlu berpindah-pindah latihan, apalagi sampai menumpang. Tapi, dua musim lalu, kami bisa menembus empat besar dengan kondisi ini. Lapangan yang bagus harusnya bisa membuat kami tampil lebih baik. Walaupun ada hal yang juga kami khawatirkan,” Gading menuturkan.

Sekadar informasi, tidak semua lapangan yang digunakan untuk menggelar pertandingan IBL, memenuhi standar. “Yang cukup ditakutkan, karena fasilitas (latihan) kami bagus, pemain jadi tak biasa main di lapangan yang kualitasnya di bawah. Padahal, itu terjadi di beberapa seri,” ujarnya.

Sebelum musim ini, Hangtuah tidak hanya mengalami ketidakpastian tempat latihan. Gaji yang dibayar telat oleh manajemen, seolah menjadi hal yang lumrah. Gading pun berkomitmen untuk menghapus hal-hal negatif tersebut dari tim. Persiapan juga dilakukan dengan lebih serius.

Pada IBL 2018/19, Hangtuah gagal menembus play-off karena hanya menempati juru kunci Divisi Merah. Mereka pun bertekad lebih baik, bahkan mengincar final. Dengan kata lain, siap bersaing dengan Satria Muda Pertamina Jakarta, NSH Jakarta, dan Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja.

Sebagai bentuk keseriusan, Hangtuah menambah amunisi pemain. Kelly Purwanto kembali didatangkan setelah musim lalu berseragam Bogor Siliwangi. Dua lainnya adalah rekan Kelly di Siliwangi, Syaiful Amir, serta Muhammad Dhiya Ul’Haq yang didatangkan dari Satria Muda. 

Lebih Milenial

Kerja sama dengan Amartha juga membuat Hangtuah mengubah logo dan warna kostum untuk IBL 2019/20. Jika dulu tim ini identik dengan hitam, untuk musim baru, mereka memilih warna ungu yang notabene mewakili sponsor baru. Jembatan Ampera (Palembang) juga tak digunakan lagi.

Ini karena Hangtuah tidak lagi mewakili Sumsel. Sebagai ganti, tim asuhan Andika Saputra itu menempatkan perisai berwarna ungu, bertuliskan Amartha Hangtuah dan sebuah gambar bola basket. “Corak lama terkesan kuno. Dengan corak dan lambang baru, kesan milenial lebih terasa,” ucap Gading.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati