news
LIGA INGGRIS
Delph Memiliki Karakter Pemimpin yang Dibutuhkan Everton
26 July 2019 15:12 WIB
berita
Gelandang anyar Everton Fabian Delph saat menjalani sesi latihan timnya./Istimewa
LIVERPOOL – Sikap tenangnya goyah, berusaha menahan diri untuk sesaat, senyuman pun perlahan tampak di wajah Fabian Delph ketika berkata, "Akhirnya saya tiba di sini!" Ternyata ketertarikan ke Everton FC telah lama terbenam dalam hati gelandang 29 tahun yang dua musim terakhir menjuarai Liga Primer bersama Manchester City FC itu.

Faktanya, The Toffees pertama kali memperlihatkan minat pada Delph yang berusia 19 tahun ketika ia akan pindah dari Leeds United FC pada 2009. Reputasi anak muda itu semakin meroket bersama Leeds, diakhiri dengan penobatannya sebagai Young Player of The Year dalam Football League Awards pada akhir tahun itu.




Baca Juga :
- Cedera Gomes Salah Satu yang Terparah di Liga Primer
- Gomes dan Heung Min Sama-sama Butuh Dukungan




Everton terus memantaunya, tetapi David Moyes gagal mendapatkannya. Pada saat itu, daya pikat Aston Villa FC dengan ambisi tinggi yang ingin mereka capai terbukti lebih kuat mempengaruhi Delph. Pembicaraannya dengan Martin O'Neill,  pelatih The Villans, menyakinkan Delph bahwa klub asal Birmingham itu bisa jadi batu lompatan ke timnas.

Satu dekade berlalu, akhirnya, kepindahan Delph ke Everton pun terwujud. Dan kali ini adalah keputusan yang jauh lebih sederhana. Menyadari minat pelatih The Toffees Marco Silva kepadanya pada Maret lalu, sejak itu, pindah ke Goodison Park adalah tujuan Delph.


Baca Juga :
- Andre Gomes Patah Pergelangan Kaki Kanan, Son Heung-min Menangis
- Mengacu Rekor, Spurs Takkan Kesulitan di Goodison Park


Dia masih memiliki satu tahun tersisa di kontraknya dengan The Citizens, namun Delph menyadari ini waktu yang tepat untuk keluar dari Etihad dan mengejar penampilan yang pantas dia dapatkan. "Ini transfer yang sempurna bagi saya," kata Delph.

Keyakinan itu menguat setelah Delph bicara dengan salah satu mantan pemain Everton. "Saya sempat bercakap-cakap dengan Joleon Lescott dan dia berkata bahwa penggemar Everton adalah penggemar yang sangat cerdas, mereka mengerti sepak bola. Dengar saya menyebut Everton, dia berkata,’Persiapkan diri. Mereka klub fantastis'."

Yang juga penting, Delph yakin dapat membawa kualitas kepemimpinan yang sangat dibutuhkan Everton. Maklum kapten klub, Phil Jagielka hengkang setelah 12 tahun untuk kembali ke Sheffield United FC. Dan, banyak pengamat berkomentar tentang perlunya Everton untuk memiliki beberapa karakter vokal di dalam dan luar lapangan.

Delph termasuk yang memiliki karakteristik tersebut. “Jelas, saya kini salah satu pemain yang paling tua, jadi saya relatif berpengalaman sehingga mudah-mudahan saya dapat membantu para pemain muda, mendorong mereka ke arah yang benar. Sejak berusia 18 tahun di Leeds, saya cukup vokal dan itu sudah jadi karakter saya,” ujar Delph.

Ia melanjutkan, “Bahkan musim lalu saya pun salah satu yang paling vokal di ruang ganti Man. City. saya akan selalu seperti itu untuk pertandingan terakhir saya,” ujar Delph, yang percaya bahwa memiliki pemimpin di ruang ganti adalah faktor penting untuk tim mana pun.

“Anda tak harus menjadi pemain terbaik dalam tim untuk jadi orang yang berpengaruh, tetapi jika Anda memiliki kualitas kepemimpinan, Anda dapat mendorong tim untuk meraih sukses, menetapkan standar tinggi. dan memiliki kebiasaan yang baik. Tidak ada ego di sini, semua orang kerja keras. Jika semua orang punya tujuan sama, itu hebat!”*NURUL IKA HIDAYATI

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news