news
UMUM
Jepang Rilis Desain Medali untuk Olimpiade 2020
24 July 2019 16:30 WIB
berita
Foto: BBC Sport
TOKYO – Genap sudah 1 tahun lagi gelaran Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar. Jepang pun sudah memulai penghitungan mundur sampai pesta olahraga terbesar di dunia itu. Dan pada Rabu (24/7) ini, tuan rumah juga telah merilis desain medali yang akan diberikan kepada para pemenang Olimpiade.

Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar pada 24 Juli hingga 9 Agustus pada musim panas tahun depan. Penghitungan mundur pun telah dilakukan oleh tuan rumah.




Baca Juga :
- Minus Peraih Emas Asian Games, ISSI Pede di SEA Games
- Promosi Bidding Olimpiade, Kemenpora Ajukan Rp10 Miliar




Dan tepat 1 tahun jelang gelaran pesta olahraga terbesar di dunia itu berlangsung, Jepang telah merilis medali yang akan diberikan bagi para pemenang. Di bagian depan, Jepang menampilkan desain tradisional medali Olimpiade, yang menampilkan goddess of victory (dewi kemenangan), Nike.

Sementara di bagian belakang, karena sejak Olimpiade 1972 tuan rumah kejuaraan diperbolehkan memberikan desain bebas bagian belakang medali, Jepang hanya memberikan desain sederhana dengan tulisan ‘Tokyo 2020’.


Baca Juga :
- JKA Indonesia Siap Hadapi Kejuaraan di Thailand
- Incar Olimpiade 2032, India Siap Saingi Indonesia


Selain itu, medali yang akan digunakan di Olimpiade 2020 merupakan medali ramah lingkungan. Itu karena medali terbuat dari bahan daur ulang, yang berasal dari ponsel genggam atau barang elektronik yang sudah tidak lagi terpakai di negeri matahari terbit itu.

Ya, selama 2 tahun terakhir, sebanyak 6,2 juta ponsel genggam telah didonasikan oleh rakyat Jepang untuk pembuatan medali ini. Dari situ, sebanyak 32 kilogram emas telah diekstrak. Panitia penyelenggara juga menemukan 3,5 ton perak dan 2,2 ton perunggu dari total ponsel genggam yang telah didonasikan itu. Dari bahan-bahan tersebut, lahirlah 5.000 medali untuk para juara.

Sebelumnya, di Olimpiade Rio 2016, medali yang digunakan juga terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Namun, tingkat bahan daur ulang yang digunakan diyakini lebih sedikit ketimbang medali Olimpiade Tokyo 2020. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah
news
news