UMUM
Era Baru Timnas Indonesia U-19, Ada Potensi Prestasi
24 July 2019 11:25 WIB
berita
Fakhri Husaini, pelatih timnas Indonesia U-19 - TopSkor/Husni Yamin
JAKARTA – Sejak 2013, timnas Indonesia U-19 identik dengan Indra Sjafri. Ini tak lain karena Indra berhasil merengkuh gelar juara Piala AFF U-19 2013, yang itu adalah gelar internasional setelah puasa 22 tahun. Namun, selepas itu, tak ada lagi prestasi dari anak-anak Indonesia U-19 dalam berbagai ajang.

Pada 2014, Indonesia U-19 tak mampu menembus babak grup. Dalam ajang kali ini, PSSI mengirim Indonesia U-19 B. Sedangkan pada 2015 absen karena ada sanksi FIFA. Selanjutnya pada 2016, saat Eduard Tjong menjadi nahkodanya, Garuda Muda kembali gagal menembus babak grup.


Baca Juga :
- FIFA Farmel Siap Rasakan Atmosfer Liga TopSkor, Play-off LTS U-16 Dimulai Hari Ini
- Masih Ada 15 Laga Lagi, Tetapi Bali United Sudah di Atas Angin




Adapun pada 2017 dan 2018, di mana Indra kembali ditunjuk menjadi sutradaranya, pencapaian terbaik hanya peringkat ketiga. Walau demikian, tim asuhan Indra tetap mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena mempertontonkan karakter pejuang, pantang menyerah, dan sepak bola menyerang.

Dalam ajang Piala Asia U-19, sejatinya tak ada tonggak istimewa. Pada 2014, ketika anak-anak Indonesia U-19 dihuni Evan Dimas dan kawan-kawan, babak grup tak mampu ditembus. Sedangkan dalam 2018, Egy Maulana Vikri dan rekan yang dipoles Indra terhenti pada babak delapan besar.


Baca Juga :
- Hanya Beli Sembilan Pemain Baru, Seto Yakin PSS Tetap Bersaing
- Sangat Sah untuk Meragukan Kualitas Farri, Pemain Baru Persija yang Lama di Qatar


Kini, Indonesia U-19 menatap era baru. Pada 2019 hingga 2020 mendatang, pria yang akan mengemban tugas memoles Garuda Muda adalah Fakhri Husaini. Mampukah Fakhri menyamai atau bahkan melampaui pencapaian Indra? Piala AFF U-18 2019 di Vietnam, akan menjadi pijakan awal akan persepsi tersebut.

Nama Fakhri semakin diperhitungkan karena ia mempersembahkan gelar juara Piala AFF U-16 untuk pertama kalinya pada 2018. Pada tahun yang sama, Rendy Juliansyah dan kawan-kawan ia bawa menembus babak delapan besar Piala Asia U-16. Tim racikan Fakhri ini kemudian dipoles lagi dalam program Garuda Select di Inggris.

Dengan pencapaian pada 2018 dan “sekolah” di Birmingham, Inggris, ada harapan tim ini kembali berprestasi. Tidak seperti pencapaian Indra pada 2013 dan torehan Fakhri pada 2018, masyarakat berharap Indonesia berprestasi di luar Indonesia. Gengsi juara di dalam Negeri dan di Negera orang punya nilai berbeda.

Untuk menciptakan sejarah tersebut, Fakhri telah memoles tim asuhannya selama tiga pekan. Dua pekan latihan berlangsung di Cikarang dan satu pekan di Sidoarjo. Dari dua lokasi tersebut, enam laga uji coba telah dilangsungkan, dengan hasil lima kemenangan dan hanya sekali saja takluk.

Saat ini, jumlah skuat Indonesia U-19 masih 26 pemain. Rencananya, penetapan 23 pemain untuk Piala AFF U-18 2019 akan ditetapkan pada 2 Agustus mendatang. “Karena saya masih perlu melihat perkembangan beberapa pemain lagi. Artinya sampai tanggal 2 kami tetap akan melakukan TC dengan 26 pemain,” kata Fakhri.* Sumargo Pangestu 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news