LIGA 1
Persija Punya Tiga Pasang Duet Bek, Siapa yang Paling Pas?
23 July 2019 11:35 WIB
JAKARTA – Persija hanya butuh hasil imbang atas PSM untuk memastikan trofi Piala Indonesia 2018/19 bisa dibawa pulang ke ibu kota. Dengan unggul 1-0 pada laga leg pertama, Macan Kemayoran punya status istimewa. Asal tak kebobolan atau minimal bisa mencetak gol, peluang juara sangat besar.

Maka bisa diprediksi, PSM akan tampil habis-habisan dan menyerang total, dalam laga final leg kedua di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin Minggu (28/7). Statistik memperlihatkan, tim asuhan Darije Kalezic tersebut tampil sangat garang di kandang, khususnya dalam empat laga awal Liga 1 2019.




Baca Juga :
- Persija Menang Atas PSM di Makassar
- Persija Putri dan Persipura Putri Jadi Buruan Tim Liga 1 Putri 2019




Terutama dalam tiga laga terakhir, Juku Eja bahkan berhasil memenangkan laga dengan mencetak lebih dari dua gol. Tetapi, dalam tiga laga tersebut, gawang PSM selalu pula bisa dibobol lawan. Celah ini yang jadi bahan evaluasi Kalezic, sekaligus jadi celah bagi Persija untuk mengeksploitasinya.

Menjelang pertandingan menentukan itu, lini pertahanan jadi fokus perhatian Julio Banuelos Saez, pelatih Persija. Pasalnya, tembok pertahanan akan menentukan siapa yang akan jadi jawara Piala Indonesia. CEO Persija Ferry Paulus membeberkan, Banuelos mengaku masih mencari komposisi ideal.


Baca Juga :
- Sanchez Cedera Lama, Saatnya Politano Buktikan Kemampuan di Depan Conte
- Man City Krisis Pertahanan tapi Tak Punya Rencana Beli Bek Tengah, Ini Solusi Guardiola


Soal duet di lini belakang, pelatih asal Spayol itu memang masih bongkar pasang. Dari tujuh laga yang sudah dimainkan, Banuelos menerapkan tiga duet berbeda. Tony Sucipto dan Maman Abdurrahman tampil empat kali. Duet ini cukup positif, dengan tiga kemenangan, sekali imbang, tanpa sekalipun kalah.

Adapun duet Maman-Ryuji Utomo, hanya dua kali dipercaya. Hasilnya, satu imbang dan satu kalah, yakni saat menghadapi Tira Persikabo. Sedangkan, duet Maman-Steven Paulle baru satu kali dimainkan, tepatnya pada laga debut Banuelos ke markas Persela yang berakhir dengan hasil imbang tanpa gol.

Dengan fakta di atas, poros Maman-Tony berpeluang jadi pilihan. Sayangnya, kondisi Maman belum bisa dipastikan. Masalah pada otot kaki kirinya dalam laga leg pertama,  sedang diobeservasi. Dokter tim Persija Donny Kurniawan, pun tak bisa menggaransi Maman bisa ikut dibawa ke Kota Angin Mamiri.

Sedangkan kondisi Paulle belum memperlihatkan tanda-tanda membahagiakan. Secara pribadi Paulle ingin tampil di Mattoangin. “Luar biasa bicara final Piala Indonesia. Ini terdengar gila. Tapi untuk sekarang, saya hanya ingin fokus pada penyembuhan cedera agar siap dan segera bermain lagi,” kata Paulle.

Wakil kapten Persija Ismed Sofyan, meyakini akan mendapat tekanan besar dari publik Makassar. Karenanya, pria 39 tahun ini mengingatkan rekan-rekannya untuk menguatkan mentalitas bertanding. Tanpa mental juara, Persija niscaya akan menjadi bulan-bulanan Pasukan Ramang.

“Pertandingan final ini kan formatnya kandang tandang, jadi akan kami usahakan jangan sampai kebobolan, karena gol tandang itu sangat berpengaruh. Saya pikir kami akan lebih bertahan ketika bermain di Makassar. Saya juga menyadari, mereka (PSM) juga akan bermain menyerang,” kata Ismed.

Sementara itu, posisi bek kanan belum pasti milik Rezaldi Hehanussa. Dalam dua laga terakhir, Rezaldi menjadi starter dan akhirnya diganti karena tampil kurang optimal. Selepas cedera panjang, Rezaldi belum kembali ke performa puncak. Karenanya, posisi bek kanan cukup aman bila diberikan ke Novri Setiawan.*** Furqon Al Fauzi

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.