news
UMUM
Pemain Liga 2 di Timnas Indonesia U-23 Melawan Minder
23 July 2019 11:25 WIB
berita
Suasana latihan timnas Indonesia U-23 di Senayan - TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA – Saat sudah membela timnas Indonesia, sistem kelas sejatinya sudah tak ada. Semuanya sama. Tinggal bagaimana performa pemain dalam latihan yang akan menentukan. Sekat antara Liga 1 dan Liga 2 itu pun coba dilebur dalam pemusatan latihan Indonesia U-23, di Stadion Madya, Senayan.

Dalam pemusatan latihan kali ini, Indra Sjafri, pelatih Indonesia U-23, memanggil lima pemain Liga 2 2019. Lima pemain tersebut adalah Alekvan Djin (Persik), Natanael Siringo (PSMS), Samuel Balinsa dan Krismon Wombaibobo (Persewar), serta Beni Oktavianto (Persiba Balikpapan).




Baca Juga :
- Komentar WCP Usai Bawa Persita Lolos ke Semifinal Liga 2 2019
- Jadwal Semifinal Liga 2 2019, Persiraja Vs Persik, Sriwijaya FC Vs Persita




Krismon Wambaibobo contohnya, sempat mengaku minder. Itu ia rasakan dalam latihan perdana, Minggu (21/7) malam. Sebagai pemain yang belum pernah membela timnas Indonesia pada kategori usia sebelumnya, ada perasaan grogi. Namun, hal itu kini sudah bisa diatasinya.  

“Awalnya pasti meraba untuk bisa mengikuti pola latihan. Belum lagi, pasti ada perasaan minder karena banyak pemain di sini (timnas) dari Liga 1, sedangkan saya dari Liga 2. Tetapi hari ini sudah mulai terbiasa dan saya harus optimistis bersaing di seleksi timnas ini,” ujar Krismon kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Update Hasil Babak 8 Besar Liga 2 2019, Persita dan Persik ke Semifinal
- Jadwal Siaran Langsung Babak 8 Besar Liga 2 2019, Senin 18 November


Krismon pun bersyukur, walaupun berasal dari Liga 2, ia merasa tidak dikesampingkan oleh pemain lain. Sani Rizky contohnya, malahan menyemangati. “Karena sekamar saya sering sharing dengan dia, dan dia selalu bilang anggap saja latihan ini biasa. Jangan terbebani, karena kami sama-sama main bola,” Krismon menambahkan.

Sebagai anak Waropen, Papua, yang tak banyak mendapat publikasi dan pelatihan sekolah sepak bola, Krismon ingin membaktikan bakat Waropen layak diperhitungkan. “Motivasi saya ingin mengenalkan kepada orang banyak bahwa Persewar mempunyai banyak pemain bertalenta,” ujarnya.

Natanael Siringo, bek PSMS, pun bertekad memperlihatkan kaulitas terbaiknya. Baginya, kesempatan yang diberikan Indra Sjafri tak boleh disia-siakan. “Saya akan semaksimal mungkin menunjukan kemampuan. Setiap hari saya selalu berusaha menyerap apa yang diberikan oleh coach Indra,” ujar Natanael.

Sebelum terjun ke sepak bola, Natanael merupakan pemain futsal SDR FC Binjai, yang ambil bagian dalam Pro Futsal League 2018. Walau punya karakter berbeda, futsal telah memberinya banyak hal positif. Utamanya, pola ketahanan fisik dalam futsal menuntutnya menjaga stamina dengan maksimal.

“Di futsal sangat mengutamakan fisik, karena selalu bergerak mau keadaan bertahan ataupun menyerang. Jadi fisik saya sudah tidak terlalu kaget. Selain itu, ketenangan saat menerima bola dalam melakukan ball position. Hal ini saya rasa sudah terbiasa karena di futsal juga melakukan rotasi passing dan penguasaan bola,” katanya.

Dalam latihan hari kedua Indonesia U-23, Indra menjejalkan pola komunikasi dan sistem organisasi penyerangan dan pertahanan. Bila menemukan ada pemain yang menjalankan permainan tak seperti yang ia inginkan, Indra langsung mengoreksi. Adapun intesitas latihan ini cukup tinggi.* Nizar Galang Gandhimar

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news