UMUM
Taklukkan Petarung Cina, Papua Badboy Ini Harap Obati Duka Korban Gempa Maluku
22 July 2019 21:17 WIB
berita
Adrian “Papua Badboy” Mattheis menang lewat TKO pada ronde kedua atas atlet muda Cina Li Zhe
JAKARTA - Adrian “Papua Badboy” Mattheis menorehkan kemenangan penting dalam laga mixed martial arts (MMA) terakhirnya di Kuala Lumpur, Malaysia dalam ajang bertajuk ONE: MASTERS OF DESTINY.

Jumat, 12 Juli lalu, Adrian menang lewat TKO pada ronde kedua atas atlet muda Cina Li Zhe, sesuai janji yang telah ia sampaikan sebelum laga.  Kemenangan tersebut pun menaruhnya sebagai salah satu petarung elite yang berlaga di divisi strawweight.


Baca Juga :
- Yushin Okami dan Agilan Thani Diprediksi Akan Hasilkan Pertempuran Hebat
- Kevin Belingon Ingin Akhiri Rivalitas dengan Bibiano Fernandes 




Perwakilan sasana Tigershark Fighting Academy ini menambah rekor dalam divisinya dengan pertandingan terbanyak (13), kemenangan (9) dan penyelesaian (8), serta mencetak rekor KO terbanyak (4). Ia juga mencatatkan kemenangan submission terbanyak (4) dan penyelesaian tercepat (22 detik).

Adrian, yang lahir 26 tahun di Halmahera, Maluku Utara ini berharap kemenangannya dapat memberi senyuman bagi warga di tanah kelahirannya, yang baru saja dilanda bencana alam gempa bumi beberapa waktu lalu.


Baca Juga :
- Sunoto Bertekad Menuai Sukses di Negeri Matahari Terbit Demi Keluarga
- Aung La N Sang Tak Gentar Hadapi Kebesaran Nama Brandon Vera


“Karena sempat ada bencana di Maluku Utara, mungkin dengan kemenangan ini bisa sedikit mengurangi kesedihan saudara di sana,” ujar Adrian, yang pindah ke Papua saat ia berusia enam setelah sebuah konflik meledak di Maluku.

Gempa berkekuatan 7,2 skala richter dilaporkan mengguncang Halmahera, Maluku Utara pekan lalu. Kejadian pilu tersebut menewaskan setidaknya lima warga dan memaksa puluhan ribu lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Meski berbagai bantuan telah sampai ke area bencana, saat ini, para warga belum bisa beraktivitas kembali seperti biasanya dan anak-anak pun belum semuanya bisa kembali bersekolah.

Sebagai warga yang sempat tumbuh besar di Maluku, Adrian merasakan kesedihan mendalam. Petarung muda yang kini tinggal di Jakarta ini berharap para warga diberikan ketabahan dan bisa segera beraktivitas seperti sedia kala.

Sebagai seorang atlet yang mewakili Indonesia, Adrian tengah dalam performa positif dan sedang berada di jalur yang tepat untuk memberikan prestasi bagi negaranya. Ia bermimpi untuk membawa sabuk juara dunia pertama bagi Indonesia. Dia percaya  kesuksesannya ini tetap pada jalur yang ia inginkan.

Walau ia saat ini sedang beristirahat sambil menemani adik perempuannya mendaftar masuk ke sebuah universitas di Jakarta, dan hanya berlatih ringan, ia ingin segera kembali ke sasananya dan kembali mengasah kemampuannya.

Namun, Adrian menyadari bahwa jalur menuju singgasana juara tidaklah mudah, dimana ia mungkin harus menunggu beberapa waktu untuk menantang pemegang gelar Juara Dunia ONE Strawweight Joshua “The Passion” Pacio dari Filipina.

Adrian bertekad untuk mendedikasikan waktunya untuk mengembangkan teknik MMA-nya agar selalu siap saat kesempatan itu datang. Tetapi sebelumnya, ia harus menghadapi para petarung papan atas dalam divisinya.

“Papua Badboy” mengatakan bahwa kesempatan melawan Joshua yang mewakili tim ternama asal Filipina, Team Lakay, akan menjadi kesempatannya untuk menguji diri sendiri.

“Ia adalah good fighter. Fight-nya mantap dan Adrian sepertinya harus lebih siap jika bertemu [Joshua] Pacio, latihannya harus ekstra juga,” tambahnya.

“Saya akan meningkatkan kondisi fisik dan mungkin striking. Karena, kalau seandainya ada kesempatan bagi saya bertemu dengan dia, saya mau ‘berkelahi’ dengannya, tidak usah main ground. Lebih ke adu striking!”

Semenjak bergabung dengan ONE di tahun 2016, Adrian telah menorehkan sembilan kemenangan dari 13 laga yang dilaluinya, termasuk dua kemenangan dalam satu malam yang ia torehkan untuk meraih gelar juara ONE Indonesia Strawweight Tournament.*

news
Penulis
Suryansyah
news