INFOGRAFIS
Ulasan Laga Pertama Juventus di ICC
22 July 2019 13:40 WIB
berita
Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, saat terjatuh dalam laga pramusim menghadapi Tottenham Hotspur, kemarin.
SINGAPURA – Awalnya tertinggal karena gol Erick Lamela, lalu Juventus menyamakan kedudukan melalui aksi Gonzalo Higuain, kemudian unggul setelah Cristiano Ronaldo  mencetak gol kedua. Namun, hanya lima menit kemudian (menit ke-65), Tottenham Hotspur menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui aksi Lucas Moura.

Hingga akhirnya, sebuah gol spektakuler dari lapangan tengah melalui Harry Kane membuat Juventus takluk 2-3 dalam laga International Champions Cup, kemarin. Pertandingan petama pramusim Juventus bagai roller coaster. Bagaimana jika ini terjadi di ajang Liga Champions? Dalam final misalnya.


Baca Juga :
- Lazio Bidik Liga Champions
- AC Milan, Solusi Piatek dalam Diri Bennacer




Tentu, kekalahan seperti itu menjadi kekalahan yang menyakitkan. Beruntung, ini masih uji coba. Jadi, ini bisa menjadi pelajaran bagi La Vecchia Signora. Sebuah kesalahan yang dilakukan gelandang baru Juve, Adrien Rabiot, yang gagal mempertahankan bola, menjadi awal dari terjadinya gol Kane.

Moura merebut bola tersebut dan diberikan kepada Kane. Hanya sekali sentuhan, Kane langsung melepaskan tembakan jarak jauh. Bola melambung tanpa bisa diantisipasi kiper Juventus, Wojciech Szczesny.


Baca Juga :
- Lukaku Bikin Lawan Terkesima
- Tidak Perlu Tunggu Dzeko, Inter Siap Tancap Gas


Inilah kegetiran pertama yang dialami Juventus di bawah asuhan Maurizio Sarri. Kekalahan ini memang tidak terjadi dalam laga kompetitif, namun tetap menohok. Apalagi, mereka semmpat unggul. Sarri dalam laga ini menerapkan pola yang sedikit berbeda, dengan menempatkan Mario Mandzukic sebagai penyerang bersama Cristiano Ronaldo di kiri dan Federico Bernardeschi di kanan.

Pola 4-3-3 ini dengan skema tersebut jelas berbeda karena sudah lama Mandzukic tidak bermain sebagai penyerang tengah. Di sisi lain, Sarri juga memberikan situasi yang menimbulkan pertanyaan terkait masa depan Higuain. Dalam pertandingan ini, sang penyerang asal Argentina tersebut justru tampil menjadi salah satu pencetak gol si Nyonya Besar.

Di sisi lain, belum ada dalam daftar pemain Juventus yang mendapatkan nomor 9. Ini menjadi tanda bahwa boleh jadi, Higuain akan dipertahankan Sarri dan mendapatkan tempat dalam starter. Meski demikian, situasi tersebut tidak menghilangkan fakta bahwa masa depan Higuain dalam waktu dekat akan ditentukan. Sebenarnya Higuain harus memberi salam perpisahan kepada kostum nomor 9.

Di Juventus, awalnya diprediksi bahwa mustahil bagi Higuain mendapatkan tempat. Manajer sekaligus saudara kandung Gonzalo, Nicolas, terus menekankan bahwa Higuain akan tetap bertahan di Turin meski terus ada godaan dari Roma.

Bahkan, Sarri sempat memberi tanda terkait masa depan sang pemain “Saya akan bekerja dengan pemain yang diberikan oleh klub. Pada saat ini saya menganggap Higuain berada dalam rencana saya 100 persen. Jika kemudian klub mengambil keputusan berbeda maka saya siap beradaptasi," ujar Sarri di Singapura. Artinya, memang, ada kesempatan bagi Higuain untuk mendapatkan tempat di tim ini.*

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat
news