news
LIGA 1
Ini Dua Faktor Utama yang Mendukung Kemenangan Persib atas PSIS
22 July 2019 13:17 WIB
berita
Gelandang PSIS Patrick Mota (kiri) berhasil menjaga bola dari incaran gelandang Persib Rene Mihelic, Minggu (21/7)/Foto: Sri Nugroho
MAGELANG – Persib Bandung membuktikan diri tetap bertaji di luar kandang. Dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Moch. Soebroto Magelang, Jawa Tengah, Minggu (21/7), Maung Bandung membungkam tuan rumah PSIS Semarang 1-0. Gol tunggal kemenangan Persib dicetak lewat sundulan striker Ezechiel N’Douassel menit ke-79.

Ini bukan saja kemenangan perdana Maung Bandung di kandang lawan. Namun, secara keseluruhan semakin memperbaiki rapor tandang Persib musim ini yang baru menelan satu kekalahan dari empat laga tandang. Dua lainnya imbang dan sekali menang.




Baca Juga :
- Begini Cara Persib Menyiasati Jadwal Padat dalam Empat Laga Terakhir
- Soal Gol Bunuh Diri Persib, Ini Kata Supardi dan Achmad Jufriyanto




Dalam laga itu Persib diuntungkan karena lawan hanya bermain dengan 10 pemain sejak pengujung babak pertama. Gelandang PSIS, Patrick Mota, yang diganjar kartu merah usai menerima dua kartu kuning menit ke-43. Keluarnya Mota langsung memengaruhi performa Mahesa Jenar, khususnya di lini tengah.

Absennya Bojan Malisic dan Achmad Jufriyanto juga mampu diperankan dengan baik oleh dua bek pengganti, Saepuloh Maulana dan Indra Mustafa. “Ini kemenangan susah payah karena PSIS juga main bagus. Selain itu meski babak kedua sempat 10 pemain, PSIS tetap berbahaya,” kata pelatih Persib Robert Rene Alberts, usai laga.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Rabu Malam
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu 4 Desember


Bagi tuan rumah, kekalahan ini sekaligus kegagalan melanjutkan tren positif. Pada pekan sebelumnya,PSIS menang 3-1 atas tuan rumah PSS Sleman. “Kehilangan pemain karena kartu merah memengaruhi permainan tim. Namun sebenarnya pemain sudah berjuang mati-matian di lapangan,” kata pelatih PSIS, Jafri Sastrak.

Bahkan, meski harus bermain dengan 10 pemain pada babak kedua, timnya mampu membuat banyak peluang emas dibanding tim tamu. “Kartu merah itu memang disayangkan. Murni karena kebodohan pemain kami. Ini jadi pelajaran untuk semua karena wasit lebih tahu yang ia putuskan,” kata mantan pelatih Mitra Kukar itu.   

Mantan bek Persib, Nana Supriatna, turut memuji performa N’Douassel dan kawan-kawan. “Penampilan Persib mengalami kemajuan sejak kemenangan atas Kalteng Putra. Ini jelas jadi modal penting. Saya acungi jempol untuk kiper I Made Wirawan yang memperlihatkan kematangan dan pengalamannya, dua kali menggagalkan peluang PSIS,” kata Nana.

Soal gol N’Douassel, Nana juga memberi kredit kepada Henhen Herdiana. “Saya kira Henhen yang jadi pengumpannya sangat matang dan jeli melihat posisi N’Douassel di depan,” Nana menambahkan. Dari kaca mata Nana, PSIS tidak bermain buruk.

“PSIS bahkan lebih banyak menciptakan peluang yang langsung mengarah ke gawang Persib. Kesimpulannya, terkait sukses Persib ini saya menyoroti dua hal. Pertama kematangan Made Wirawan, lalu faktor keunggulan jumlah pemain,” ucapnya.

Pengamat Persib lainnya, Soleh Sobari, menilai formasi baru lini belakang Persib cukup baik dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak menunggu bola tapi selalu mengejar dan melakukan pressure ketat setiap pemain PSIS menguasai bola.

“Faktanya, Septian David Maulana sulit menembus ketatnya lini belakang Persib terutama Ardi Idrus. Penampilan Saepuloh juga sangat disiplin dan sepertinya tidak lagi mengulangi kesalahan. Supardi dan Ardi juga sangat baik saat mengawal Saepuloh dan Indra, sehingga Made lebih tenang menjaga gawangnya,” kata Soleh.*Sri Nugroho/Arief Nugraha K

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news