news
MOTOGP
Yamaha Ungkap Kelemahan dan Kekuatan Vinales
22 July 2019 13:35 WIB
berita
Maverick Vinales (Istimewa).
LESMO – Prinsipal Monster Energy Yamaha MotoGP Lin Jarvis mengungkap kelemahan Maverick Vinales. Salah satu pembalapnya itu akan mengalami performa signifikan jika berada dalam titik terburuk. Tapi, kalau mampu menjaga perasaan tetap baik, hasil positif akan mampu didapatnya.

Pada dua lomba terakhir, Vinales memang tampil kuat setelah memiliki awal musim yang buruk. Setelan YZR-M1 yang mulai sesuai dengan gaya balap membuat pria asal Spanyol itu makin nyaman saat berlomba. Total, ia sudah tiga kali menjejak podium, di mana satu di antaranya kemenangan.




Baca Juga :
- Jatuh Saat Berusaha Salip Marquez, Vinales Merasa Bangga
- Rider Moto2 Ini Teledor Belum Pakai Pengaman Kaki, Untung Ada Vinales




Vinales kini ada di posisi kelima klasemen sementara atau menggeser rekan setimnya, Valentino Rossi. “Anda tentu khawatir saat melihat pembalap di momen sulit. Maverick punya kekuatan, jika dalam momen kuat, bisa menekan. Kelemahannya, mudah terbawa suasana negatif,” kata Jarvis.

Hal itu membuatnya sulit berkonsentrasi saat berlomba. Tak jarang, dirinya kerap terbawa emosi dan tak dapat mengendalikan. “Anda harus bisa menghadapi segala situasi dengan cara yang tepat. Jika dapat mengatur tetap di zona nyaman, ia akan benar-benar bisa merasakan manfaat,” ujar Jarvis.


Baca Juga :
- Yamaha Beri Sinyal Ancaman
- Yamaha Wajib Bangkit di GP Thailand


Meski begitu, Jarvis merasa pembalapnya tersebut tidak membutuhkan pelatih mental. “Saya tidak tahu apakah Maverick pergi ke psikiater atau tidak. Para rider memiliki pandangan luas soal persiapannya. Tapi, yang pasti, dia tidak memiliki pelatih mental saat berada di sirkuit,” tuturnya.

Esteban Garcia, kepala kru Vinales yang baru, dianggap jadi salah satu faktor meningkatnya penampilan sang pembalap. “Ramon Forcada punya segudang pengalaman tapi komunikasi jadi kelemahannya. Perpaduan antara Esteban dan trek analisis baru kami, Julian Simon, hal yang bagus,” kata Jarvis.

Saat disinggung soal Rossi yang kini berada di momen sulit, Jarvis mengaku perlakuan Yamaha untuk pembalap veteran itu sudah berbeda. Rossi sudah tak lagi jadi prioritas pabrikan asal Jepang tersebut. Bahkan, Jarvis menuturkan jika pria asal Italia itu tak masuk proyeksi masa depan Yamaha.

“Hingga 2010, Valentino sudah mempersembahkan empat gelar dan ketika meninggalkan tim, dampaknya akan besar seperti jika Marc Marquez meninggalkan Honda sekarang. Saat ini, ia ada di tahap berbeda. Dengan segala hormat, ia tak lagi jadi masa depan partisipasi kami di MotoGP,” kata Jarvis.

Meski begitu, Yamaha tak akan pernah melupakan jasa Rossi, selama ini. Jarvis pun berharap, pria 40 tahun ini memberi sinyal jika sudah mendekati akhir karier dalam ajang balap motor tertinggi. Ia juga tak ingin ada masalah yang membuat hubungan antara pembalap dan tim jadi rusak.

“Pastinya akan jadi keputusan kedua pihak. Saya pikir, Valentino akan jadi orang pertama yang memutuskan kapan dia merasa tak kompetitif seperti yang diinginkan atau motivasinya berkurang. Tanda-tanda pertama pasti akan datang. Namun, saya sama sekali tak ingin ada konflik,” kata Jarvis.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news