UMUM
Tim Sepak Takraw Indonesia Gagal Bendung Thailand di Final ASG 2019
21 July 2019 11:56 WIB
berita
Foto - Dok.Kemenpora
SEMARANG - Tim sepak takraw Indonesia menyerah dari Thailand di final ASEAN Schools Games (ASG) 2019. Bermain di Sport Hall Unika Soegijapranata, Semarang, Minggu 21 Juli 2019 pagi, Indonesia kalah dengan skor 2-0.

Thailand memang terlalu kuat buat Indonesia. Hal ini sesuai dengan perhitungan di atas kertas, bahwa Thailand masih paling favorit di cabang olahraga sepak takraw. 




Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Sepak Bola SEA Games 2019, Timnas U-22 Indonesia Grup B
- Piala AFF Futsal 2019, Vietnam Vs Indonesia Berakhir Imbang




Dalam pertandingan final tadi Thailand menang 2-0 tanpa kehilangan satu gim sekalipun. Regu pertama menang dengan 21-15 dan 21-14. Kemudian regu kedua unggul 22-20 dan 21-16.

Regu pertama Indonesia yang menurunkan komposisi pemain, Nikolas Dani Saputra sebagai tekong dan Jelki Ladada serta Bintang Aljabar sebagai apit, permainannya kalah jauh dari Thailand. Begitu pula dengan regu kedua yang diperkuat M. Farid Alfarizi (tekong) serta Diki Apriyadi dan Anwar Budiyanto (apit).


Baca Juga :
- Komentar Pelatih Timnas Futsal Indonesia Usai Menang Atas Malaysia
- Timnas Futsal Indonesia Libas Malaysia 3-2


Setyo Budi, pelatih tim sepak takraw Indonesia, mengakui kalau para pemainnya kalah kemampuan dari Thailand. Baik dari segi postur tubuh sampai pengalaman bermain.

"Sebenarnya lolos ke final ini sudah mencapai target. Para pemain sudah maksimal. Selanjutnya kami akan berjuang di nomor beregu dan double event," kata Setyo Budi, usai pertandingan.

"Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan medali emas di double event. Karena Thailand sebagai lawan terberat, juga masih belajar di nomor itu," Setyo Budi, menambahkan.

Sementara pemain tim sepak takraw Indonesia, Nikolas Dani Saputra, mengatakan kalau kemampuan pemain Thailand ada di atas Indonesia. Hal itu berkat jam terbang yang tinggi dalam pertandingan.

"Pertahanan Thailand sangat kuat. Pengalamannya tinggi karena di sana juga ada kompetisi rutin. Mulai usia dini sampai senior," kata Nikolas Dani Saputra, pemain dari PPLP Jawa Tengah itu.*

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.