UMUM
Askot PSSI Bandung Bimbing Anggotanya Buat Laporan Keuangan Yang Benar
21 July 2019 10:26 WIB
berita
JAJARAN pengurus Askot dalam menggelar workshop laporan keuangan di Gedung Askot PSSI Jalan Gurame, Jumat (19/7)/Arief NK
BANDUNG - Askot PSSI Kota Bandung dituntut untuk tertib administrasi menyusul telah dicairkann dana hibah APBD Kota Bandung sebesar Rp 3 miliar .

Untuk menghindari kesalahan dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) nantinya,  Askot PSSI Kota Bandung bidang keuangan  menggelar Bimbingan Pelatihan Manajemen Pelaporan Keuangan  bagi 36 anggotanya di Gedung Askot PSSI Kota Bandung Jalan Gurame,  Jumat (19/7).




Baca Juga :
- Hasil Seri A, Kemenangan Pertama Roma dan Starter Milan Pemain Lama Semua, Untung Menang!
- Juventus Bakal Ditinggal Dua Pemain Ini di Januari, Untung Mereka Tak Terpakai




Bimbingan tersebut disampaikan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK),  Kejari dan Institusi terkait.

"Dengan kegiatan bimbingan ini jelas akan menjadi ilmu  bagi kita semua terutama dalam hal pelaporan keuangan.  Walaupun anggaran Askot  masih sama dengan tahun kemarin, namun tahun  ini sistem keuangan berbeda karena  menggunakan non cash.  Karena itu,  masalah pelaporan harus lebih tertib. Kita undang dari BPK dan  Inspektorat bagaimana menggambarkan pola keuangan dari Pemkot karena dari kota berupa hibah maka pertanggung jawabannya harus sesuai dengan pola Pemerintah Kota Bandung, " papar Sigit Iskandar,  Komite Eksekutif Askot PSSI Kota Bandung.


Baca Juga :
- Milan Tidak Niat! Mau Perpanjang Donnarumma tapi Ini yang Diberikan di Kontrak Baru
- Gabung ke Inter tapi Alexis Sanchez Tak Dipanggil ke Timnas Cile


Menurut Sigit,  Askot PSSI Kota Bandung pendanaan anggarannya
menggunakan APBD maka harus ada poin  yang harus dipenuhi sesuai standar.

"ATK nya juga begitu, ketika pengadaan peralatan juga ada standar,  jadi kita ingin satu frekuensi,  semoga  tahun depan ada peningkatan sehingga kita sudah tau mana yang benar dan asal-asalan dalam menyusun laporan, " katanya.

Sigit yakin,  secara teknis, 36,PS  sudah paham, karena kinerja Askot PSSI Kota Bandung  dalam hal pembinaan sudah diakui secara nasional selalu menelurkan pemain bagus baik nasional maupun internasional.

"Begitupun terkait dengan tim selalu juara dan Bandung  selalu di papan atas. Dalam  hal teknis kita juara tapi administrasi  juga kita ingin juara jadi ke depan ingin memperbaiki sistem laporan dan tidak kurang. Sehingga dengan sistem yang akan disampaikan tidak  terlalu buta mengenai sistem keuangan," kata Sigit.

Di sisi lain,  Wakil Askot PSSI,  Laga Sudarmadi menambahkan, bimbingan tersebut berharap, bermanfaat dan menjadi pengetahuan karena masalah keuangan akan terus bergulir sehingga 36 klub sebagai anggota Askot PSSI Kota Bandung paham akan tertib administrasi.

"Oleh karena itu,   kami sengaja undang institusi terkait seperti  Kejari, dan Inspektorat agar semua bisa menambah ilmu  sebagai bahan cara membuat laporan yang baik dan tertata kepada induk organisasinya, " kata Laga.

Kegiatan bimbingan bagi para klub anggota Askot PSSI KOTA Bandung di tahun ini merupakan yang pertama kalinya diadakan.

Menurut Pengurus Bidang Keuangan sekaligus Pelaksana Bimbingan dan Pelatihan, Billy Wildani, kegiatan itu menjadi bagian dari komite keuangan dan para anggotanya dengan tujuan  menyamakan persepsi dalam hal Pelaporan Keuangan.

"Semua perkumpulan sepakbola wajib memahaminya bagaimana aturan membuat pelaporan yang baik dan tersusun.  Kegiatan ini,  selain diikuti 36 klub juga dihadiri 16 pengurus,  manajer di kesekertariatan dan  alhamdulillah kegiatan kita ini diikuti antusias, " ujar Billy. *

A
Penulis
Arief N K