news
LIGA 2
Bandung United Tidak Mampu Meruntuhkan Magis Stadion Teladan
20 July 2019 14:23 WIB
berita
Gelandang serang PSMS Ilham Fathoni (tengah) merayakan golnya ke gawang Bandung United dalam laga Jumat (19/7)/Foto: Analisa
MEDAN – Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning membuktikan tekadnya. Belum ada tim yang bisa menghentikan langkah PSMS saat manggung di depan publiknya sendiri. Rival yang berlaha di Stadion Teladan Medan dibuat kehilangan kreativitas dan sulit mencetak gol.

Itu dialami Bandung United saat tandang ke markas Ayam Kinantan tersebut pada Jumat (18/7) dalam lanjutan Liga 2 2019 Wilayah Barat. Hadir dengan ambisi memetik angka minimal, skuat asuhan pelatih Liestiadi itu malah dibuat tak berkutik. Sulit menembus pertahanan berlapis Ayam Kinantan yang tampil impresif di depan publik mereka.




Baca Juga :
- Sejenak Lupakan Target Lima Besar, Manajemen hanya Minta Persib Konsisten hingga Akhir Musim
- Reaksi Mario Gomez Soal Kekalahan Borneo FC dari Persib




Tantan dan kawan-kawan hanya bisa menceploskan satu gol hiburan ke gawang Ayam Kinantan, lewat sontekan Rezham Baskoro. Selebihnya, skuat Bandung United dibuat lintang pukang. Bingung mencari cara menghambat pergerakan anak-anak Medan itu sehingga mampu menyarangkan tiga gol lebih dulu.

"Ini hasil kerja keras pemain. Mereka benar-benar all out dalam bermain di hadapan Bandung United. Mereka juga menjalankan instruksi tim pelatih dengan baik sepanjang pertandingan tadi," kata pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning.


Baca Juga :
- Komentar Robert Alberts Usai Persib Bungkam Borneo FC
- Preview Borneo FC vs Persib, Stadion Segiri Tidak Ramah bagi Maung Bandung


Lewat variasi serangan yang rapi dan permainan cepat serta konsisten, tim paling berpengalaman di kompetisi kasta kedua ini mampu membuat skuat Bandung United pulang dengan kepala tertunduk. Tiga gol didonasikan lewat brace Ilham Fathoni dan tendangan penalti Legimin Raharjo.

Skor 3-1 untuk PSMS Medan bertahan hingga pertandingan usai. "Saya senang kami bisa menang telak. Tapi sayang pemain sempat lengah. Hingga lawan bisa membuat gol ke gawang kami. Itu harus dievaluasi, sebab kami ingin, kalau bisa, gawang kami tidak kebobolan dalam laga berikutnya," kata Gurning usai pertandingan.

Bagi Liestiadi, ini kekalahan kedua yang dialami timnya dalam tur Sumatra. Sebelumnya Bandung United dipermalukan Babel United 1-2. Bandung United belum bisa memperbaiki pamor dan reputasinya. Setiap kali tandang kehabisan tenaga. Sulit meraih angka dan selalu dikalahkan tuan rumah.

"Pemain kami masih muda dan sedikit jam terbangnya. Performanya bukan cuma tidak stabil, mental mereka juga mudah drop. Itu terlihat ketika Bandung United dihukum tendangan penalti. Tiga gol yang bersarang membuat kami semakin sulit menghadapi PSMS," Liestiadi mengakui.

Target Melayang

Dengan kekalahan ini, target yang disasarnya otomatis melayang. Bandung United masih kalah kelas dan cerdas dibanding tuan rumah. Sepak bola modern yang dikembangkan untuk mereduksi permainan keras Ayam Kinantan, tidak berjalan sesuai skenario yang disusun.

"Overall, harus saya akui, kualitas PSMS masih jauh di atas kami. Mereka bermain sangat baik hari ini (kemarin). Buktinya PSMS bisa memanfaatkan situasi dan momentumnya pun sangat tepat untuk menuntaskan perjuangan kami. Tapi, satu gol pemain saya ke gawang PSMS tetap luar biasa," Liestiadi menuturkan.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news