news
FORMULA 1
McLaren Sebut Regulasi Anggaran F1 2021 Jadi Penentu
20 July 2019 13:20 WIB
berita
WOKING – Prinsipal McLaren Andreas Seidl mengungkap rencana jangka pendek tim untuk meningkatkan MCL34. Salah satunya mengurangi kelemahan mobil di tikungan berkecepatan rendah. Namun, perubahan regulasi untuk F1 2021 bakal jadi penentu kompetitif atau tidaknya persaingan. .

Jika merujuk beberapa putaran terakhir, peningkatan McLaren cukup terlihat bila dibanding kinerja di awal musim. Carlos Sainz Jr dan Lando Norris juga makin nyaman mengendarai MCL34. Tapi, Seidl menganggap tahun ini sebagai pembelajaran setelah tim melakukan perombakan besar. 




Baca Juga :
- Beda Usia 49 Tahun Bukan Masalah, Briatore Pacari Mahasiswa Usia 20 Tahun
- Pasifnya Balapan di GP Meksiko Jadi Bukti Bahwa F1 Butuh Ubah Regulasi




“Kami sadar, tikungan lambat jadi salah satu kelemahan dan itu sesuatu yang terus diperbaiki dengan pengembangan. Saat ini, masalah itu jadi prioritas kami dalam memperbaiki mobil, terutama untuk meningkatkan performa di seluruh area,” kara Seidl seperti dilansir Motorsport.com.

Pada lomba terakhir di Sirkuit Silverstone, Inggris, 14 Juli, Sainz Jr menahan laju pembalap Renault, Daniel Ricciardo. Ini karena Sirkuit Silverstone memiliki karakter cepat dengan banyaknya tikungan berkecepatan tinggi. “Target kami menjaga mobil di tikungan lambat tanpa kehilangan area lain,” kata Seidl.


Baca Juga :
- Mantan Supremo F1 Terjebak Pajak Rp 18,4 Trilun
- McLaren Ubah Filosofi Dasar jelang F1 2020


“Saya pikir, ini merupakan pemahaman alamiah tentang mobil. Melalui setiap latihan, kualifikasi, dan balapan yang Anda lakukan. Katakanlah ada titik lemah tapi selalu ada masukan tentang apa yang terjadi untuk kemudian di bawa ke markas besar dan dicari solusinya,” Seidl menambahkan.

McLaren jadi tim papan tengah yang performanya konsisten, tahun ini, tapi Seidl sadar perlu usaha lebih keras untuk menyaingi rival terkuat. Ia pun yakin, pekerjaan sepanjang tahun ini akan membuat mereka lebih kuat, tahun depan, termasuk dengan susunan pembalap yang tak mengalami perubahan.

“Hal terpenting kami harus tetap mempelajari mobil sambil menerima masukan dari kedua pembalap. Kami akan mencoba mengatasi masalah-masalah yang ada dan tetap membawa pengembangan pada lomba berikutnya. Kami juga terus meningkatkan kecepatan mobil dan sistem kendalinya,” kata Seidl.

Selain membenahi masalah MCL34, McLaren juga jadi salah satu tim yang menunggu keputusan regulasi 2021, terutama soal pembatasan anggaran. Seidl menuturkan, itu satu-satunya cara bagi mereka dapat memenangi lomba karena perbedaan anggaran dalam Formula 1 (F1) saat ini begitu besar.

“Kami tak memiliki anggaran sebesar tiga tim teratas, saat ini. Tapi, ini substansial. Sebagai sebuah organisasi, kami tak berada pada level yang seharusnya. Saya tetap menjadi fan F1 dan merasa tidak ada yang berubah. Hanya, perbedaan saat ini adalah jarak anggaran yang terlalu besar,” Seidl menuturkan.

Berbicara ajang balap jet darat, tak melulu persaingan gelar, melainkan teknologi terkini yang membutuhkan anggaran besar. Hal itu diperlihatkan Mercedes AMG Petronas, Scuderia Ferrari Mission Winnow, dan Red Bull Racing. Kala muncul wacana pembatasan anggaran, banyak tim mendukung.

“Jarak antara tiga tim teratas dengan papan tengah tak lagi masuk akal. Untuk tim seperti kami, butuh investasi dengan nilai besar jikan ingin menjadi kompetitif. Tapi di sisi lain, kondisi ini bisa membahayakan eksistensi kami. Regulasi 2021 akan jadi penentu olahraga ini di masa depan,” ujar Seidl.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news