news
LIGA INTERNASIONAL
Julukan Baru untuk Nigeria
19 July 2019 13:15 WIB
berita
Satu-satunya gol Odion Ighalo di Stadion Al Salam, Kairo, Mesir, Rabu (17/7), kian mengukuhkan negaranya, Nigeria, sebagai spesialis peringkat ketiga Piala Afrika.
KAIRO - Nigeria bisa mendapatkan julukan baru terkait keikutsertaan mereka di Piala Afrika. Jika Mesir, tuan rumah Piala Afrika 2019, masih menjadi kolektor gelar terbanyak, tujuh, Nigeria justru tim dengan status peringkat ketiga terbanyak Piala Afrika, delapan.

Nigeria mengukuhkan diri sebagai tim spesialis peringkat ketiga Piala Afrika dengan mengalahkan Tunisia 1-0 pada laga play-off di Stadion Al Salam, Kairo, Mesir, Rabu (17/7). Odion Ighalo jadi pahlawan dengan membukukan satu-satunya gol untuk kemenangan The Super Eagles.




Baca Juga :
- Pelatih Timnas Brasil Tidak Mau Disalahkan soal Cedera Neymar
- Neymar Bisa Menyamai Rekor Legenda Brasil




Ini kali kedelapan Nigeria naik podium ketiga setelah 1976, 1978, 1992, 2002, 2004, 2006, dan 2010. Hebatnya, Nigeria mampu memenangi seluruh delapan kesempatan perebutan medali perunggu Piala Afrika yang mereka ikuti. Negara dengan peringkat ketiga terbanyak Piala Afrika berikutnya adalah Pantai Gading, empat kali (1965, 1968, 1986, 1994).

The Super Eagles tercatat 18 kali turun di Piala Afrika dengan tiga kali merebut gelar (1980, 1994, 2013) dan empat kali finis kedua alias runner-up (1984, 1988, 1990, 2000).


Baca Juga :
- Tammy Abraham Siap Tolak Nigeria Jika Dipanggil Inggris untuk Laga Kualifikasi Piala Eropa Ini
- Liga Primer Telah Ubah Budaya Masyarakat Nigeria


Nigeria mungkin hanya mendapat hadiah hiburan berupa peringkat ketiga. Namun, mereka masih berpeluang menempatkan Ighalo sebagai top scorer.

Kemenangan atas Tunisia menjadi gol kelima Ighalo di Piala Afrika 2019. Ia kini kokoh di puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara, unggul dua gol atas Riyad Mahrez dan Adam Ounas (keduanya Aljazair) serta Sadio Mane (Senegal) yang berbagi tempat di posisi kedua. Meski begitu, posisi striker Shanghai Shenhua tersebut belum aman karena ketiga rivalnya itu masih berpeluang menambah koleksi gol mereka saat tampil di final, Jumat (19/7).

Sedangkan bagi pelatih Gernot Rohr, perunggu yang direbut bersama Nigeria menjadi medali pertama yang diraihnya dalam tiga partisipasi di Piala Afrika. Pelatih asal Jerman ini tersingkir di fase grup saat menangani timnas Nigeria pada 2013 dan terhenti di perempat final bersama Gabon setahun sebelumnya.

Tidak heran jika Rohr merasa sangat senang. Apalagi, dia juga memiliki rekor buruk dalam pertemuan pribadi dengan pelatih timnas Tunisia, Alain Giresse. Tapi, pelatih 66 tahun lebih gembira dengan reaksi yang diperlihatkan para pemain Nigeria setelah kekalahan dari Aljazair di semifinal.

“Saya bilang kepada para pemain bahwa lebih baik menutup kiprah di turnamen ini dengan kemenangan daripada kekalahan,” kata Rohr. “Kami kecewa gagal lolos ke final, tapi mengakhiri perjalanan dengan kemenangan adalah hal bagus. Tim ini menunjukkan kekuatan mental di turnamen ini.”

Kemenangan atas Tunisia juga jadi penutup karier yang ideal bagi John Obi Mikel. Gelandang 32 tahun ini mengumumkan pengunduran dirinya dari timnas Nigeria, Kamis (18/7). “Mesir menjadi negara tempat saya memulai dan mengakhiri karier di timnas. Pada usia 32, sudah saatnya bagi saya pensiun dari timnas dan memberi jalan buat para pemain muda yang sudah bermain istimewa dengan merebut medali perunggu Piala Afrika 2019,” ujar Mikel, yang hanya turun dalam dua laga awal Nigeria di Piala Afrika kali ini, lewat Instagram.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news