news
TOP INTERVIEW
WAWANCARA: Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer, "Saat Ini Kami Masih di Belakang Man. City dan Liverpool"
19 July 2019 15:06 WIB
berita
Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer/Istimewa
PERTH – Sekitar 12 bulan lalu, Ole Gunnar Solskjaer tidak membayangkan dirinya akan melatih Manchester United FC (MU). Masalahnya, pria 46 tahun itu ditunjuk di saat yang kurang tepat. Ia mewarisi setumpuk pekerjaan rumah (PR) dari Jose Mourinho.

Kehadirannya di Old Trafford sempat membawa angin segar meskipun itu tidak berlangsung lama. PR belum selesai, Solskjaer sekarang harus menghadapi masalah baru, yakni para bintang yang  mengungkapkan keinginannya hengkang secara terang-terangan.




Baca Juga :
- Berbatov Sarankan MU Tidak Beli Erling Haaland, Fokus Saja Pada Trio Ini, Lebih Hebat
- Setan Merah Berubah 180 Derajat




Pelatih yang juga mantan striker legendaris Setan Merah itu bicara banyak di sela-sela tur pramusim timnya di Australia. Mulai dari progres dan optimismenya soal masa depan MU, peluang meraih trofi, persaingan dengan Manchester City dan Liverpool, hingga masalah pemain yang ingin hengkang. Berikut petikan wawancaranya:

Apakah Anda merasa para pemain telah kembali bersemangat setelah akhir yang mengecewakan musim lalu?


Baca Juga :
- Inggris Raya Menguasai Eropa
- Solskjaer Emoh Bandingkan Pemain Muda MU Ini dengan Rooney


Memang mengecewakan apa yang terjadi beberapa bulan terakhir musim lalu, namun, ya, mereka telah kembali bergairah. Tentu saja itu yang Anda harapkan, para pemain kembali dengan antusiasme tinggi. Dan pramusim baru berjalan dua pekan, jadi ini sangat menggembirakan.

Apakah kebugaran tim memiliki korelasi dengan gaya bermain yang Anda inginkan untuk 2019/20?

Saya pikir begitu dan sesungguhnya itulah tujuannya sekarang. Kami ingin memastikan seluruh pemain fit untuk laga perdana, 11 Agustus mendatang. Bulan pertama nanti bisa dibilang sebagai pramusim lanjutan karena pada periode tersebut tidak ada jadwal tengah pekan. Artinya, itu masih akan jadi momentum membangun fondasi tim.

Artinya, publik bisa melihat transformasi dari segi bagaimana MU akan bermain?

Kami memiliki target yang jelas dan ingin terlihat dengan cara (bermain) tertentu. Kami tahu itu akan butuh waktu. Mungkin bukan transformasi seperti ‘Wow, ini sebuah tim baru’, tetapi kami mau lebih baik. Harapannya, kami ingin bermain lebih agresif, namun Anda tidak bisa melakukan itu selama 90 menit dalam setiap laga.

Louis Van Gaal dan Jose Mourinho jelas telah gagal melakukannya. Apa yang membuat Anda berpikir bisa sukses di sini? 

Tergantung bagaimana Anda mengartikan sukses. Mereka berhasil memenangi trofi bersama MU. Saya pun mengagumi Louis, Jose, dan David (Moyes). Saya kagum karena ketika saya masih bermain, mereka telah menjadi pelatih sukses. Namun, setiap pelatih tentunya berbeda, dari segi gaya, taktik, serta manajemen.

Jadi, berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum MU bisa kembali menjadi penantang serius dalam meraih trofi?

Saya selalu optimistis. Jadi mari lihat bagaimana start kami dan sejauh mana tim ini bisa bersaing pada 2019/20. Tentu saja musim bisa dianggap sukses jika kami mampu memenangi trofi. Itu selalu menjadi target MU. Kami ingin menjuarai Liga Primer, Liga Europa, Piala FA, dan Piala Liga.

Saya tidak akan mengatakan bahwa kami tidak mampu meraih semuanya. Tetapi itu bukanlah sesuatu yang otomatis kami harapkan. Namun dengan pemain yang ada, jika kami bisa tampil maksimal serta menjaga konsistensi, saya pikir tim ini bisa menjadi penantang serius. Pertama, kami harus fokus meningkatkan performa.

Sepertinya Anda merasa tim ini masih tertinggal jauh dari Manchester City dan Liverpool? 

Ya, saya merasakannya jelang akhir musim lalu dan faktanya memang seperti itu. Satu hal yang membedakan kami dengan mereka adalah masalah konsistensi. Dua klub itu luar biasa dan sangat konsisten. Jadi, ya, saya bisa bilang kami masih di belakang Man. City dan Liverpool.

Bagaimana dengan laga derbi melawan Man. City, apakah Anda merasakan ada jurang yang dalam?

Saat ini, mereka lebih baik dibandingkan kami. Itu realitas yang tidak bisa dibantah. Namun staf kepelatihan kami mengatakan tim ini sudah lebih baik dan ada di posisi yang benar untuk mengejar mereka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Apakah ada kemungkinan Paul Pogba akan dijual? Lalu bagaimana dengan Romelu Lukaku? Seperti apa situasinya sekarang?

Saya tidak bisa bicara masalah ini terlalu jauh. Namun yang bisa saya katakan, sejauh ini belum ada tawaran untuk Paul begitu juga dengan Rom (Lukaku). Namun apabila klub memutuskan untuk menjual beberapa pemain, tentu saja kami perlu menggantikan mereka.

Ander Herrera telah hengkang dan ini membuat tim kekurangan gelandang berpengalaman. Anda nyaman dengan pilihan yang tersedia saat ini? Pendapat Anda tentang  James Garner (gelandang muda MU)?

Jimmy (Garner) masih sangat muda, 18 tahun, jadi Anda tidak bisa berharap terlalu tinggi darinya. Namun dia punya potensi menjadi pemain top. Saya pikir kami memiliki stok gelandang yang cukup. Andreas (Pereira) dan Scotty (McTominay), saya berharap banyak dari mereka. Mereka tampil 15 sampai 20 laga sebagai starter musim lalu. Keduanya mungkin bisa menggantikan posisi Ander.

Bagaimana dengan prospek rekrutan baru?

Sejauh ini Aaron (Wan-Bissaka) dan Daniel (James) terus memperlihatkan progres. Tetapi tentu mereka butuh waktu untuk bisa benar-benar beradaptasi. Klub pun masih mencoba mencari satu atau dua pemain baru lagi.*

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news