news
LIGA 2
Pelatih Sriwijaya FC Terapkan Strategi Bertolak Belakang pada Babak Pertama dan Kedua
19 July 2019 14:37 WIB
berita
Selebrasi Pemain Sriwijaya FC saat membobol gawang Persibat Batang, Kamis (18/7)/Foto: PT Liga Indonesia Baru
BATANG – Sriwijaya FC (SFC) kembali bertengger di puncak klasemen sementara Wilayah Barat Liga 2 2019 setelah membungkam tuan rumah Persibat Batang 1-0 Kamis (18/7) di Stadion M. Sarengat Batang. Gol semata wayang SFC dicetak gelandang Ryan Wiradinata pada menit ke-9.

Namun, kemenangan Laskar Wong Kito harus dibayar mahal karena bek sayap kanan Akbar Zakaria mendapatkan kartu merah menit ke-73. "Terima kasih atas perjuangan keras seluruh pemain dan manajemen yang memotivasi mental pemain. Tiga poin ini memang jadi target kami sejak awal," kata pelatih SFC, Kas Hartadi, usai laga.




Baca Juga :
- Permain dan Ofisial Persiraja Diarak dan Disambut Hangat Warga Aceh
- Sriwijaya FC Berencana Datangkan Lagi Alberto Goncalves ke Jakabaring




Ia mengaku, menit-menit awal babak pertama para pemainnya diinstruksikan untuk menyerang habis-habisan lini belakang Persibat. "Instruksi saya melakukan pressing cepat ternyata berhasil membuahkan satu gol," Kas, sapaan sang pelatih, menuturkan.

Namun pada babak kedua, Kas mengubah taktik dengan bertahan sembari melakukan serangan balik. Apalagi saat salah satu pemain SFC mendapatkan kartu merah, lini pertahanan pun semakin dirapatkan.


Baca Juga :
- Bungkam Sriwijaya FC, Persiraja Rebut Tiket Terakhir Promosi ke Liga 1
- Penantian Panjang Persita Tangerang dan Persik Kediri Akhirnya Tertuntaskan


"Saya mengerti, biasanya babak kedua lawan akan menekan balik. Tapi gaya bermain kami sudah berbeda. Kali ini kami main sabar, organisasi permainan yang rapi, dan pertahanan rapat," ucap dia. Terkait kartu merah yang didapatkan SFC, Kas enggan mengomentarinya. "Saya tidak mau mengomentari wasit Indonesia," kata Kas.

Sementara itu, pemain SFC, Zamzani bersyukur kerja keras dirinya dan rekan setimnya terbayar. Target pelatih dan manajemen pun terpenuhi. "Laga selanjutnya melawan PSPS Riau kami menargetkan tiga poin lagi," Zamzani menegaskan.

Sedangkan, asisten pelatih Persibat, Abdul Mungin mengaku, secara umum kolektivitas yang diperagakan timnya sudah baik. Tim mampu menciptakan beberapa peluang namun belum berbuah gol.

"Secara kualtias individu, pemain  di bawah SFC, khususnya  di area 16.  Kendala kami cuma satu yaitu mencetak gol, dan saat SFC unggul 0-1 mereka bermain bertambah rapat," katanya.

Para pemainnya juga terlihat kurang berani melewati pemain SFC untuk berhadapan satu lawan satu sehingga pertahanan SFC di area 16 susah dipecah. "Karena sudah posisi aman mereka hanya bermain aman saja," ucap Abdul.

Di sisi lain, tim tamu Aceh Babel United juga berhasil mencuri poin dari tuan rumah PSPS Riau dengan skor 2-0. Kedua pilar Babel United dalam laga ini Nur Akbar yang mencetak gol menit  ke-46 dan  Agi menit  ke-82.

Meski menang, pelatih Babel United, I Putu Gede Swisantoso mengungkapkan, timnya masih banyak kekurangan dalam laga ini. Terutama masalah komunikasi dalam menjalankan perubahan taktikal dalam situasi pertandingan yang berbeda.

"Kemenangan ini tetap kami syukuri, dan kami bisa menang kini arena mentalitas pemain sangat baik khususnya saat menghadapi tekanan dari tuan rumah, selain itu faktor lucky (beruntung) juga," kata Putu.*Agustian Pratama

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news