news
LIGA 1
Lini Belakang Rapuh, Persebaya Rata-rata Kebobolan Dua Gol per Laga
19 July 2019 14:42 WIB
berita
Bek Persebaya Hansamu Yama/Foto: Ady Sesotya
SURABAYA – Persebaya Surabaya kebobolan enam gol dalam tiga pertandingan terakhir. Tentunya ini bukanlah sebuah rekor yang baik. Sebab, jika dirata-rata, artinya skuat Bajul Ijo kebobolan dua gol dalam setiap pertandingan.

Selalu kebobolan dua gol dalam satu pertandingan ini dampaknya luar biasa. Sebab Persebaya akhirnya puasa kemenangan. Beruntun pada laga pertama imbang di kandang melawan Barito Putera dan lanjut dua kekalahan dalam laga tandang. Yaitu, ketika melawan PSS Sleman dan PSM Makassar. Keduanya dengan skor 2-1.




Baca Juga :
- Hamka Hamzah Susul 19 Pemain Arema FC ke Balikpapan
- Sejenak Lupakan Target Lima Besar, Manajemen hanya Minta Persib Konsisten hingga Akhir Musim




Dan proses gol yang terjadi juga hampir sama. Empat pemain belakang Persebaya kurang kokoh dalam mengantisipasi umpan silang. Akibatnya kiper Mizwar Saputra pun kewalahan menghalau bola tidak langsung itu.

Misalnya dalam laga lawan PSM Makassar, Rabu (17/7) lalu. Semua gol lawan tercipta lewat sundulan. Barisan pemain belakang Persebaya sepertinya susah memberikan pressing ketat di area penalti tersebut. Sehingga, penyerang PSM Guy Junior dan Ferdinand Sinaga dapat menyundul bola dengan mulus tanpa penjagaan saat itu.


Baca Juga :
- Preview Persebaya vs Arema, Tetap Panas meski Digelar di Balikpapan dan Tanpa Penonton
- Persebaya Berkekuatan Penuh hadapi Arema, Termasuk David Da Silva


Pekan berikutnya Persebaya akan menghadapi tim paling produktif di Liga 1. Yaitu, Tira Persikabo yang sudah mencetak 19 gol sejauh ini. Persebaya akan menjadi tuan rumah dalam laga yang akan  digelar Minggu (21/7) di Stadion Gelora Bung Tomo.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menyadari betul lemahnya lini belakang tim. "Tiga pertandingan enam gol. Ini situasi yang harus diperbaiki. Tapi itu tadi waktu untuk latihan tidak ada, karena mepetnya waktu," ujar Djanur, sapaan akrab Djadjang.

Menurut dia timnya hanya bisa latihan satu kali. Sebab, pada Sabtu (20/7) tim hanya akan berlatih ringan dengan menjalani official training sebelum pertandingan. "Mungkin di situ akan kami perbaiki," ia menuturkan.

Selain itu Djanur juga berharap banyak pada kembalinya dua bek andalan. Yaitu, Ruben Sanadi dan Hansamu Yama yang sama absen pada laga lawan PSM. "Berharap mereka bisa tampil, sehingga ada tenaga segar. Mudah-mudahan mereka bisa tampil lawan Tira Persikabo," pria asal Majalengka ini menambahkan.

Djanur menegaskan pada pertandingan lawan Tira Persikabo mendatang timnya tidak boleh lagi gagal mengantisipasi umpan silang. “Dua gol PSM seharusnya tidak perlu terjadi. Kembali penjagaan di pertahanan kami kurang ketat ketika mendapat ancaman bola crossing,” ujarnya.

Selain itu Djanur juga berharap agar barisan penyerang asingnya bisa bermain secara klop. Pada pertandingan terakhir Djanur menganggap kerja sama Amido Balde dan Damian Lizio kurang kompak.

“Mungkin karena Balde belum tampil lama. Mungkin itu yang menjadikan chemistry belum dapat. Itu menjadikan kerja sama keduanya tidak nyambung," mantan pelatih PSMS Medan ini menambahkan.*M.Bahrul Marzuki

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news