news
LIGA ITALIA
Perang Internal Juve
19 July 2019 13:05 WIB
berita
Bek Matthijs De Ligt saat akan menjalani tes medis untuk Juventus.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Seiring dengan pengumuman peresmian Matthijs De Ligt sebagai salah satu elemen Juventus FC terkuak beberapa fakta. Operasi mercato bek itu menelan biaya 85,5 juta euro (sekira Rp1,3 triliun) dengan rincian 75 juta euro yang dicicil dalam lima tahun plus tambahan 10,5 juta euro.

Fakta lainnya adalah De Ligt berkiblat kepada para bek Italia. “Saya menyukai cara para pemain Italia dalam bertahan. Pemain acuan saya di masa lalu kebanyakan dari Italia: Franco Baresi, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Fabio Cannavaro, Gaetano Scirea,” ujar difensore 19 tahun itu dalam kanal milik AFC Ajax.




Baca Juga :
- Sampdoria Kembali Tampilkan Wajah Lama
- Misi Melindungi Hegemoni




Dia juga mengutarakan alasannya memilih I Bianconeri, dibanding klub raksasa lain di Eropa, seperti Barcelona dan Paris Saint-Germain. “Saya memilih klub yang bisa menunjukkan seberapa sering saya akan dimainkan dan seberapa besar kepercaan terhadap saya. Juve sangat menginginkan saya. Mereka melihat masa depan bersama saya dan bisa memperbaiki permainan saya,” De Ligt menambahkan.

Karena sudah menjanjikan tempat di sentral pertahanan secara reguler kepada pemain yang diikat kontrak lima tahun itu, maka Juve harus memenuhi komitmennya. Pelatih Maurizio Sarri pun pusing tujuh keliling karena dikelilingi para pemain berkualitas. Sebab semua minta jatah bermain lebih banyak. Perang internal dalam konteks positif tak bisa dihindarkan.


Baca Juga :
- Tidak Jadi ke Inter, Dzeko Kini Bisa Hentikan Laju Inter
- Juve Menjelma Jadi Pabrik Konten


Minggu (21/7), di The National Stadium, Singapura, Sarri akan menerapkan formasi pertamanya dalam laga International Champions Cup 2019 lawan Tottenham Hotspur. Para pemainnya akan berlomba untuk menjadi yang terbaik demi berada di hierarki teratas.

Sarri harus menyikapi situasi rumit ini dengan hati-hati. Dia perlu memperhatikan ambisi dan personalitas para pemain bintang juga. Timbul pertanyaan, apa situasi di SSC Napoli akan terulang kembali dengan mengandalkan para pemain yang sama? Yang jelas, Juve butuh bantuan Direktur Olahraga Fabio Paratici untuk merampingkan tim.

Rotasi tak bisa dihindarkan untuk memberi peluang merata. Namun, keputusan tidak mudah terutama saat La Vecchia Signora melakoni pertandingan penting. 

Untuk posisi kiper tak ada masalah karena semua paham posisinya. Gianluigi Buffon tak akan mengudeta Wojciech Szczesny. Sisi kiri pertahanan sudah ditempati Alex Sandro dan cadangannya Luca Pellegrini. Sementara di tengah, hanya ada dua tempat untuk lima bek. De Ligt harus bersaing dengan bek terbaik Italia 2018/19 Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci yang berkualitas. Daniele Rugano yang sangat dikenal Sarri tentunya tak mau menyerah. Perlu diperhatikan situasi Merih Demiral.

Sayap kanan untuk sementara ditempati salah satu antara Juan Cuadrado, Joao Cancelo atau Mattia De Sciglio. Salah satu dari pemain ini bisa pergi. Kemungkinan full back asal Portugal yang hengkang.

Penumpukan pemain yang paling mencolok terlihat di barisan tengah. Hanya ada tiga tempat yang mesti diperebutkan tujuh orang.  Miralem Pjanic tidak bisa diganggu gugat sebagai penjamin denyut sektor tersebut. Enam gelandang lain mesti berjuang menjadi pendamping pesepak bola Bosnia-Herzegovina itu.

Persaingan sengit juga menjangkau lini depan. Semua dimulai dari Cristiano Ronaldo. Sarri akan menentukan bagaimana tim bermain (paling memungkinkan 4-3-3) dan di zona ini CR7 menjadi acuan. Selebihnya dalam posisi menunggu, seperti Paulo Dybala, Mario Mandzukic dan Federico Bernardeschi. Sementara Douglas Costa, Marko Pjaca, Moise Kean dan Gonzalo Higuain diparkir dulu di etalase, siapa tahu ada yang berminat.*** Dari Berbagai Sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news