LIGA INGGRIS
Liga Primer Berlakukan Aturan Head to head Mulai 2019/20
17 July 2019 15:18 WIB
berita
Striker Man. City Sergio Aguero (kiri) berduel dengan bek Liverpool Dejan Lovren dalam laga Liga Primer musim lalu. Kedua tim diyakini akan kembali bersaing sengit pada 2019/20 nanti./AFP
LONDON – Liga Primer akan menggunakan rekor head to head antara dua tim di level yang sama untuk menentukan posisi mereka di liga dalam upaya untuk menghindari perlunya play-off akhir musim. Aturan baru ini diperkenalkan jelang musim 2019/20, dan mulai berlaku jika dua tim memiliki poin, selisih gol, dan gol memasukkan, sama.

Di musim-musim sebelumnya, tim-tim yang finis dengan jumlah poin, selisih gol, dan jumlah gol yang sama, harus memainkan pertandingan play-off satu kali untuk menentukan tim yang finis di peringkat yang lebih tinggi. Skenario itu tidak mungkin lagi diterapkan lantaran aturan baru tersebut. Tim dengan poin terbanyak, juara!


Baca Juga :
- Guardiola dan Aguero Bertengkar Hebat, Begini Rekaman Videonya
- Liverpool Menang di Kandang Southampton, Danny Ings Hampir Samakan Kedudukan!




Namun, apabila kedua tim tetap mengantongi poin sama pada rekor head-to-head, tim dengan statistic gol tandang terbanyak dalam pertandingan selama satu musim di antara kedunya yang finis pertama. Jika masih tak bisa dipisahkan, play-off akan digelar di lokasi netral, dengan format, waktu, dan tempat yang ditentukan oleh Liga Primer

Yang perlu dicermati, aturan baru ini akan berlaku untuk tim-tim yang memperebutkan gelar dan kualifikasi Eropa, Liga Champions maupun Liga Europa, sekaligus juga untuk tim-tim yang berjuang melawan degradasi. Artinya Liga Primer bakal lebih seru karena masing-masing tim akan berlomba mencetak gol sebanyak mungkin agar bisa juara.


Baca Juga :
- Susunan Pemain Southampton vs Liverpool
- Sebelum ke MU, Maguire Dapat Tawaran dari Manchester City, Gajinya Lebih Besar


Juara karena selisih gol pernah terjadi di Liga Primer. Musim 2011/12, Manchester City merebut gelar Liga Primer pertamanya dalam 44 tahun usai menekuk Queens Park Rangers, 3-2, di pekan terakhir. Posisi runner up akhirnya milik Manchester United yang meski memiliki total poin sama dengan City (89), hanya menang 1-0 atas Sunderland.

Aturan Kiper

Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah memperbarui Laws of the Game untuk musim yang akan datang. Dan, salah satunya terkait posisi kiper ketika menghadapi eksekusi penalti dalam pertandingan.

Jordan Pickford adalah penjaga gawang yang sulit dikalahkan dari titik penalti musim lalu. Dalam satu musim kompetisi, pemain Everton asal Inggris itu berhasil menyelamatkan tiga upaya penalti lawan di depan gawangnya. Dan kiper No 1 The Toffees tersebut tetap bertekad untuk mengulang aksi heroiknya itu musim ini.

Tetapi, sekarang Pickford dan seluruh kolega kipernya harus mengikuti garis tempatnya berdiri saat aturan penalti IFAB yang baru mulai diberlakukan. Sejak awal 2019/20, kiper mana pun yang menghadapi penalti harus menempatkan setidaknya satu kakinya di atas garis gawang. Atau, jika mereka melompat, harus sejalan dengan garis gawang ketika tendangan penalti dilakukan. Mereka tidak diizinkan berdiri di belakang garis!

Wasit tidak akan memberikan sinyal untuk tendangan penalti yang akan diambil jika kiper menyentuh tiang gawang, mistar gawang, atau jarring gawang. Atau jika itu bergerak, misalnya jika kiper telah menendang atau mengguncangnya.

Sementara, pemain yang memenangkan penalti dan terluka dalam prosesnya, sekarang tetap memiliki peluang yang lebih baik untuk bisa melakukan eksekusi penalti yang mereka dapatkan. Mereka akan dapat mendapatkan perawatan cepat, penilaian, dan kemudian mengambil penalti, daripada meninggalkan lapangan dan tidak mampu melakukannya.*NURUL IKA HIDAYATI

I
Penulis
I Gede Ardy E
news