ONE CHAMPIONSHIP
Petarung Ini Dibilang Gila, Ditendang Kepalanya Tak Terasa Sakit
15 July 2019 18:31 WIB
berita
Abro “Black Komodo” Fernandes dapat pujian dari lawan usai laga di Malaysia
JAKARTA - Abro “The Black Komodo” Fernandes menampilkan perlawanan apik saat menghadapi atlet unggulan India Gurdarshan “Saint Lion” Mangat, dalam laga divisi flyweight di ajang ONE: MASTERS OF DESTINY.

Walau Abro belum berhasil mencatatkan kemenangan di laga yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat lalu ini, sistem pertahanan yang ditunjukkan perwakilan dari IndoGym dan Han Fighting Academy ini menuai pujian dari lawannya.


Baca Juga :
- ONE Championship Siap Selenggarakan Turnamen eSports, Ini Gim yang Dipertandingkan!
- Dua Juara Dunia Berlaga di Filipina, Petarung Indonesia Juga Ada




Abro nampak bergeming meski mendapat serangkaian pukulan dan tendangan dari Gurdarshan, yang pada akhirnya memenangi laga lewat keputusan mutlak juri setelah tiga ronde.

Walaupun harus berjuang mengimbangi serangan agresif lawannya hampir di sepanjang laga, Abro mampu melancarkan beberapa serangan balik yang tepat, termasuk beberapa pukulan yang masuk di ronde pertama dan kedua.


Baca Juga :
- Taklukkan Petarung Cina, Papua Badboy Ini Harap Obati Duka Korban Gempa Maluku
- Michelle Nicolini Berniat Taklukkan Angela Lee


“Kita berdiskusi dalam perjalanan pulang setelah laga, dimana ia memuji pertahanan saya,” ujar Abro sesuai laga.

“Ia cukup kaget karena saat tendangannya mengenai kepala saya, saya tak bergeming dan malah tersenyum. Dia bilang, ‘gila, kamu tidak [merasakan] ada sakitnya’.”

Memanfaatkan postur tinggi serta stamina yang lebih dominan, Gurdarshan tampil agresif sejak awal dan berhasil mendaratkan beberapa serangan kearah tubuh Abro.

Low kick yang ia lancarkan pun beberapa kali merepotkan Abro, namun atlet kelahiran Lautem, Timor Leste ini mampu bertahan dalam pertandingan stand up ini.

Gurdarshan, atlet mixed martial arts (MMA) terbaik India dalam hal pound-for-pound, memang menguasai jalannya laga. Pergerakan dinamisnya memaksa Abro lebih banyak bertahan sambil mencari kesempatan serangan balik.

“Ada momen di ronde awal dimana Gurdarshan mengirim high kick, namun saya blok dengan cepat. Ternyata [tendangan] itu mengenai pergelangan kakinya dan ia memberitahu saya setelah laga, kalau dia menahan sakit sepanjang pertandingan berlangsung,” ungkap Abro.

“Sayangnya saya baru menyadari itu di ronde ketiga, dan ternyata sudah terlambat, karena waktu hampir habis.”

news
Penulis
Suryansyah
news