news
LIGA ITALIA
Giampaolo Ingin AC Milan yang Cepat Bereaksi
15 July 2019 13:26 WIB
berita
Pelatih AC Milan Marco Giampaolo memimpin latihan dengan intensitas tinggi.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Tidak ada teriakan terdengar di kamp latihan AC Milan. Bagai seorang guru yang cakap, Marco Giampaolo mampu menarik perhatian para pemainnya dengan intonasi yang pas. Namun, bukan berarti persiapan pramusim I Rossoneri berlangsung santai. Sebaliknya, hari-hari pertama dengan sang pelatih anyar justru terasa intens.

Bagaikan sebuah palu yang memukul tanpa henti, Giampaolo terus berusaha menekankan konsep sepak bolanya kepada para pemain Milan. Teori dan praktek dilakukan secara berkesinambungan sepanjang hari. Ini karena sang pelatih ingin timnya mampu bereaksi cepat secara natural ketika melakoni pertandingan sesungguhnya musim depan.




Baca Juga :
- Napoli Menyongsong Era Baru
- Inter Menutup Sektor Kiri




Detail adalah hal paling penting dalam kamus Giampaolo. Semua menu latihan dari awal sampai akhir mesti berjalan sesuai irama yang telah ditetapkan. Segalanya diperhatikan, bahkan nyaris terkesan obsesif. Misalnya, para pemain harus menyesuaikan postur dengan pergerakan tim. Mereka tak hanya harus paham bagaimana memposisikan diri di area tertentu, tapi juga perlu tahu manfaat hal tersebut buat alur serangan.

Skuat Milan juga harus selaras dalam kekuatan fisik. Inilah sebabnya Giampaolo mendatangkan Stefano Rapetti sebagai pelatih atletik, sosok yang pernah bekerja dengan Jose Mourinho pada era treble FC Internazionale. Tes fisik komprehensif dilakukan saat hari pertama pramusim, mengelompokkan pemain sesuai kondisi masing-masing.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB
- Ujian Baru Lu-La


Berikutnya adalah memberikan menu latihan berbeda sesuai dengan peran dan karakteristik pemain. Setiap grup memiliki rutinitas fisik berbeda, spesifik mengacu kepada posisi mereka di lapangan. Rapetti sendiri yang menentukan pembagian program latihan, tentunya melalui pengawasan Giampaolo. Ini agar perkembangan pemain paralel dengan kebutuhan taktik sang pelatih.

Giampaolo juga tak pernah lepas dari notepad di saku jaket. Semua yang terjadi di lapangan akan masuk dalam catatannya: kekurangan dan kelebihan setiap pemain, kesalahan dalam manuver, juga kemungkinan-kemungkinan taktik yang bisa diadaptasi. Giampaolo melihat apakah Jesus Suso bisa ditempatkan sebagai trequartista, Hakan Calhanoglu bermain lebih dalam, atau mengoperasikan Andre Silva di lini kedua baris serang.

Yang tak kalah krusial adalah kemampuan Giampaolo sebagai motivator. Dia bisa melihat potensi tersembunyi dari para pemain dan mendorong mereka untuk memaksimalkannya. Giampaolo menggunakan pendekatan personal untuk mengetahui lebih dalam mengenai karakter individu. Sang pelatih tahu, ketika sudah mendapatkan kepercayaan, pasukannya akan memberi apapun di lapangan.*

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news