UMUM
Takdir Olga Rubin Kembali Bertarung Setelah Enam Bulan Melahirkan ... 
12 July 2019 10:40 WIB
berita
Olga Rubin berjanji untuk membawanya pulang "sabuk mengkilap
OKLAHOMA - Petarung Rusia ini baru melahirkan seorang putra enam bulan silam. Tapi, Olga Rubin harus kembali bertarung. Julia Budd sudah menunggu di matras Bellator 224, Sabtu (13/7).

Olga Rubin berjanji untuk membawanya pulang "sabuk mengkilap" untuk dimainkan putranya yang masih menyusui.




Baca Juga :
- Perang Brutal Berdarah-darah Bakal Terulang, Jason 'The Kid' Knight Menyimpan Dendam
- Baru Satu Ronde, Petarung MMA Brasil Ini Minum Bir dari Penonton, Simak Videonya




Pejuang yang tak terkalahkan berbasis di Israel itu melakukan perjalanan ke Amerika untuk pertama kalinya besok untuk melawan pahlawan wanita Julia Budd (12-2) di Bellator 224 dalam kejuaraan kelas bulu.

Tantangan besar yang dihadapi "Big Bad" kelahiran Moskow (6-0) di WinStar World Casino Oklahoma adalah tantangan yang menakutkan.


Baca Juga :
- Berada di Antara Juara Dunia Perkaya Keterampilan Eko Roni 
- Harapan Atlet MMA Indonesia Bagi Pemuda Nusantara


Tetapi Rubin berimigrasi ke Holon dari Rusia pada tahun 1991. Olga Rubin menolak membiarkan apa pun yang menghalangi jalannya bahkan ketika dia hamil.

Dia sempat pikir karier MMA-nya sudah berakhir ketika dia tahu sedang hamil. Tetapi memutuskan untuk melanjutkan pelatihan sampai bulan kelima kehamilannya dan bahkan mencapai sabuk biru selama waktu itu.

Namun, bahkan lebih mengesankan, dia pergi ke gym dalam waktu satu bulan setelah kelahiran dan naik kembali ke kandang untuk bertarung hanya setengah tahun.

Menjadi ibu mengubah kebanyakan orang ... tetapi pengaruh macam apa yang dimilikinya terhadap pola pikir seorang pejuang profesional?

“Saya suka pertanyaan ini. Ini bisa menjadi manis pahit karena untuk beberapa alasan orang mengatakan kepada Anda bahwa menjadi seorang ibu, yang benar-benar tanpa pamrih, dan menjadi seorang pejuang, yang sangat egois, benar-benar saling bertentangan," ujar Olga Rubin.

“Tetapi peran ibu telah sangat mempengaruhi karier saya. Bahkan ketika saya merasa ingin menyerah, saya sekarang suka, "Tidak, Anda tidak bisa menyerah, saya membutuhkan ini untuk anak saya."

“Dia adalah motivasi terbesar saya dan segalanya bagi saya. Saya tidak bisa berada dalam posisi ini tanpanya," tandas wanita berusia 29 tahun ini.*
 

news
Penulis
Suryansyah