LIGA 2
Realistis, Bandung United Incar Tiga Hasil Imbang dalam Tur Sumatra
12 July 2019 13:23 WIB
berita
Suasana Latihan Bandung United/Foto: Sri Nugroho
BANDUNG - Bandung United dalam kepercayaan tinggi. Mereka tidak lagi kehilangan kepercayaan diri. Meski mulai pekan kelima hingga ke-8 harus menjalani tur maut di Pulau Sumatra. Berturut-turut reinkarnasi Blitar United ini harus bentrok dengan Babel United, (13/7), PSMS Medan (19/7), dan Persiraja Banda Aceh (23/7).

Dari tiga laga beruntun tersebut, pelatih Bandung United Liestiadi membidik tiga angka. Artinya dalam setiap away yang dijalani, Bandung United bersih dari kekalahan. Sebaliknya, prestasi bakal terus dihamparkan pada kompetisi kasta kedua di Indonesia.




Baca Juga :
- Meski Gagal Menuai Akhir Manis, Budiman Yunus Puas Melihat Performa Bandung United
- Bandung United Ingin Persembahkan Kado Akhir yang Manis bagi Suporter dan Manajemen




"Kami punya kewajiban moral untuk terus menghamparkan prestasi manis dalam kompetisi Liga 2 yang sedang dijalani. Atmosfer kompetisi yang panas dan berat, tidak boleh jadi alasan untuk tidak berprestasi. Persiapan yang pendek juga bukan alasan lagi," ujar pelatih Bandung United, Liestiadi.

"Itu sebabnya, kami membidik tiga poin. Memang sangat minimal. Tapi tetap strategis buat perjalanan prestasi tim. Kami tidak boleh jadi bulan-bulanan tim lain, meski berstatus tamu," mantan pelatih Persipura Jayapura itu menuturkan kepada TopSkor di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Kamis (11/7).


Baca Juga :
- Tidak Mau Berlama-lama di Liga 3, Bandung United Langsung Targetkan Promosi
- Misi Mustahil Bandung United


Selepas meraih poin sempurna dari Persibat Batang Minggu (7/7) motivasi Tantan dan kawan-kawan meninggi. Mereka optimistis bisa tampil kompetitif dan mengubah peta kekuatan Wilayah Barat. Apalagi, di luar tim langganan Liga 1, banyak rival memiliki kualitas teknik setara. Memiliki peluang mendekati tim-tim mapan.

Sebab kemenangan dalam sepak bola, bukan hal yang mustahil. Tim mana pun bisa meraihnya. Tidak ada garansi tim yang miskin bintang dan minim persiapan hanya jadi pelengkap penderita. Asalkan mampu mengonversi peluang emas jadi gol, hasil positif aman dalam genggaman.

"Sepak bola modern sudah jadi napas tim peserta Liga 2. Semua pelatih punya cara tertentu untuk memenangkan pertandingan atau mencuri poin di kandang lawan. Opsinya sederhana, konversi peluang emas jadi gol dan bermain smart dalam setiap pertandingan yang kami mainkan," kata Liestiadi.

Putus Rantai

Sementara itu, memutus rantai kekalahan jadi target utama pelatih Herrie Setyawan, setelah PSGC Ciamis kalah tiga kali beruntun. Kepada anak asuhnya, Herrie meminta secara khusus untuk meraih kemenangan. Terutama saat menjamu Persiraja Banda Aceh, Sabtu (13/7). Dia ingin kemenangan perdana bisa disodorkan pemain Laskar  Galuh kepada para pendukungnya.

"Sepak bola memang bukan matematika. Tidak bisa dipastikan hasil akhirnya. Tapi, khusus laga keempat melawan Persiraja, pemain harus bisa memberi kemenangan. Tiga kekalahan beruntun harus diakhiri. Tidak boleh lagi lawan menghentikan kami," ucap Herrie.

Alasannya, dari rentetan kekalahan yang dialaminya, PSGC tidak kalah teknik dari rivalnya. Sepanjang pertandingan bisa mengimbangi permainan pesaingnya. Bahkan bisa mencocor gawang rivalnya lebih dahulu, meski hasil akhir tetap kalah.

"Kami selalu tampil bagus dan bisa imbangi lawan. Gol pun bisa kami ciptakan ke gawang lawan dalam laga away. Tapi masalah konsentrasi dan kurang fokus selalu terulang. Dari situ lawan ciptakan gol. Membuat kami kalah langkah dan kekalahan. Wajar jika laga keempat saya minta pemain lebih waspada dan fokus," kata Jose, sapaan akrabnya.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id