INFOGRAFIS
Roger Federer Vs Rafael Nadal, Bertemu Setelah 11 Tahun
12 July 2019 13:15 WIB
berita
Roger Federer
LONDON - Laga klasik antara Rafael Nadal dan Roger Federer akan kembali terjadi dalam Grand Slam Wimbledon 2019. Kedua petenis legendaris tersebut bakal berhadapan untuk kali ke-40, sekaligus memperebutkan tiket final di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, hari ini. Pertarungan ini diprediksi sengit karena Federer dipastikan tak akan membiarkan sang rival menguasai lapangan favoritnya tersebut.  

Nadal mendominasi pertemuan dengan 24 kemenangan. Pertemuan terakhir adalah semifinal Prancis Terbuka, awal Juni lalu, di mana pria asal Spanyol itu mengalahkan Federer, 6-3, 6-4, dan 6-2. Hasil itu turut menegaskan status Nadal yang tak pernah kalah dalam enam laga di lapangan tanah liat Roland Garros.




Baca Juga :
- Federer: Keliling Dunia Membuat Seseorang Kehilangan Energi
- Ditanya Tentang the Big Three ATP, Begini Jawaban Andy Murray




Namun, pertandingan kali ini tampaknya sedikit berbeda sebab tersaji di England Lawn Tennis and Croquet Club, yang notabene lapangan favorit Federer. Untuk diketahui, lebih dari satu abad kedua petenis top ini tak pernah berhadapan di lapangan rumput karena kali terakhir terjadi di Wimbledon, 2008.

Kala itu, Nadal mengalahkan Federer dengan skor fantastis, 6-4, 6-4, 6-7(7), 6-7(10), dan 9-7. Tapi, sejak itu pula, rivalitas mereka di lapangan jenis ini tak pernah terjadi lagi. Sebagian besar lantaran Nadal gagal bertahan hingga pekan kedua Wimbledon. Sebaliknya, Federer terus meraih kesuksesan.


Baca Juga :
- Federer Diprediksi Bakal Tertantang Torehan Nadal
- Drama Lima Set Federer Tumbang, Dimitrov Klaim Taktiknya Sederhana


“Saya harap ini berjalan sesuai keinginan. Walau ini akan sulit karena Rafa dapat mengalahkan siapa saja di lapangan jenis apa pun.  Ia bukan hanya spesialis lapangan tanah liat. Di lapangan rumput, penampilannya meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Permainannya sangat berbeda,” kata Federer.

Setidaknya, dalam dua musim terakhir, Nadal menunjukkan grafik peningkatan. Pada 2017, Nadal bertahan hingga perempat final sebelum kalah dari Gilles Muller, 3-6, 4-6, 6-3, 6-4, dan 13-15. Tahun lalu, ia bertahan hingga empat besar sebelum kalah dari Novak Djokovic, 4-6, 6-3, 6-7(11), 6-3, dan 8-10.

Sepanjang tampil di Wimbledon 2019, Nadal baru kehilangan satu set, tepatnya saat menghadapi Nick Kyrgios pada babak kedua. Statistik tersebut lebih baik dibanding Federer yang sejauh ini kehilangan dua set. Itu terjadi saat meladeni Lloyd Harris pada babak pertama dan Kei Nishikori, perempat final.

“Kami tak pernah bermain satu sama lain di lapangan rumput dalam waktu lama. Saya ingat ketika ia mengalahkan saya (Wimbledon 2008). Secara keseluruhan kali ini saya bermain baik walau sempat kehilangan beberapa set. Itu jadi penting untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” ujarnya.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Wimbledon merupakan turnamen grand slam favorit bagi petenis yang dijuluki FedEx tersebut. Petenis asal Swiss itu sudah mengoleksi delapan titel. Jumlah itu jadi yang terbanyak jika dibandingkan dengan raihannya dalam ajang mayor lain.

Federer mungkin bisa menerima kekalahan dari Nadal di Prancis Terbuka. Namun, di Wimbledon, kolektor 20 gelar grand slam itu sepertinya tak akan membiarkan Nadal menguasai lapangan kesukaannya. Meski usianya sudah 37 tahun, Federer akan hadir sebagai favorit juara dalam ajang ini.

Hal tersebut turut dibenarkan Nadal. Namun, bukan berarti petenis nomor dua dunia itu menyerah begitu saja. Nadal mengaku sangat bersemangat meraih kemenangan di Wimbledon karena sudah lama paceklik di sini. Sepanjang karier, ia baru dua kali mengangkat trofi, masing-masing 2008 dan 2010.

“Akhirnya saya kembali mendapat kesempatan untuk bertanding di lapangan rumput setelah 11 tahun. Ini sangat berarti untuk saya dan Roger pasti merasakan hal sama. Saya hanya berharap bisa mengimbangi permainan petenis terbaik lapangan rumput dalam sejarah,” kata Nadal usai mengalahkan Sam Querrey, 7-5, 6-2, 6-2.*MUHAMMAD RAMDAN

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati