LIGA ITALIA
Perisic Mesti Lebih Banyak Berlari
12 July 2019 13:24 WIB
berita
Winger FC Internazionale Ivan Perisic menemukan dimensi baru di bawah asuhan Antonio Conte.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Olahraga bukan sekedar pekerjaan buat Ivan Perisic melainkan melambangkan hasrat dan hobi. Selain sepak bola, pria asal Kroasia itu juga menyenangi voli dan basket—sering dimainkan pada waktu senggang. Fleksibilitas macam ini juga diterapkannya di lapangan. Ivan sayap murni yang biasa beroperasi di sisi kiri, tapi tak keberatan main di manapun demi kepentingan tim.

Mentalitas macam inilah yang disukai Antonio Conte buat FC Internazionale asuhannya. Sang pelatih anyar menginginkan pemain yang rela berkorban buat tim sekaligus pekerja keras. Perisic punya semua kualitas tersebut. Tak heran bila sosok 30 tahun itu bakal dijadikan salah satu pemimpin I Nerazzurri musim depan.




Baca Juga :
- Era Pioli pun Dimulai
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto




Ketika menjalani pemusatan latihan di Lugano, Perisic tampil dengan gaya berbeda: rambut yang lebih panjang dilengkapi kumis dan cambang tebal. Ini juga bisa diartikan kesiapannya membuka lembar baru bersama Inter Conte. Apapun yang diminta sang pelatih, Ivan berusaha memenuhinya semaksimal mungkin.

Conte sudah berbicara empat mata dengan Perisic selama di Lugano, menjelaskan peran apa yang diproyeksikan buat sang pemain. Inter nantinya akan menggunakan pola 3-5-2, dengan dua sayap yang punya tugas ganda: menyerang sekaligus bertahan. Tepatnya sepasang wingback, posisi yang jarang (bahkan belum pernah) dilakoni Perisic sepanjang karier.


Baca Juga :
- Atalanta Mencari Kado Ulang Tahun
- Sarri Ragu dengan Posisi Bernardeschi


Secara teknik, Perisic takkan kesulitan memenuhi tugas tersebut. Beroperasi di sisi lapangan merupakan hal yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun. Yang jadi tantangan adalah, dia harus lebih banyak berlari, juga meningkatkan kewaspadaan bertahan. Bermain buat Conte artinya menguras stamina dan berkeringat. Jadi Perisic harus siap menggenjot fisik dari sekarang sampai akhir musim.

Ini sebenarnya bukan hal buruk. Kesempatan Perisic untuk mencetak gol mungkin berkurang, namun dia akan jadi jauh lebih bugar daripada sebelumnya. Pada usia 30 tahun, butuh persiapan ekstra untuk menjaga kekuatan fisik dibanding para pemain muda. Dan, metode latihan dari Conte akan sangat membantu. Selain itu, Perisic juga bisa mengembangkan permainannya lewat peran baru.

Darah Muda

Pada sesi pramusim di Lugano, juga terlihat delapan pemain primavera bergabung dengan tim senior. Ini merupakan cara Conte untuk mengamati talenta menjanjikan, yang bisa diandalkan pada momen tertentu di masa depan. Mereka adalah kiper Filip Stankovic, Lorenzo Pirola, Michael Ntube, Tibo Persyn, Lucien Agoume, Edoardo Vergani, Sebastiano Esposito, dan Facundo Colidio.

Para darah muda ini sebenarnya diminati banyak klub, namun Inter selalu menolak. Di bawah asuhan Conte, mereka diharapkan bisa tumbuh jadi bintang besar. “Setiap kali turun ke lapangan, pasti ada sesuatu yang bisa dipelajari. Semua sangat ramah, saya harap bisa debut di Seri A,” ujar Agoume, 17 tahun, yang baru bergabung dari FC Sochaux. Ambisi serupa dituturkan Esposito, “Conte selalu meminta 110 persen dari para pemain, saya harap tidak mengecewakannya.”*** Dari Berbagai Sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita