BASKET
2018/19 Jadi Musim Terbaik Antetokounmpo
12 July 2019 13:10 WIB
berita
Giannis Antetokounmpo
LOS ANGELES – NBA 2018/19 benar-benar menjadi musim terbaik bagi pemain andalan Milwaukee Bucks, Giannis Antetokounmpo. Meski belum berhasil membawa klubnya menjadi juara, pria asal Yunani tersebut kebanjiran penghargaan berkat performanya yang memukau.

Setelah dinyatakan sebagai Most Valuable Player (MVP) NBA 2018/19, akhir Juni lalu, Rabu (10/7) atau Kamis pagi WIB, pemain berjulukan Greek Freak itu meraih penghargaan atlet putra terbaik dalam Exellence in Sports Performance Yearly Award (ESPY) Award 2019.


Baca Juga :
-
-




Antetokounmpo berhasil mengalahkan Mookie Betts (pebisbol - Boston Red Sox), Patrick Mahomes (American Football - Kansas City Chief), serta Brooks Koepka (pegolf). Gelar ini sekaligus jadi penanda jika dirinya memang pantas jadi MVP NBA. Di sisi lain, performanya belum ter-explore.

Masih banyak pencinta basket yang belum puas dengan keberhasilan pebasket NBA angkatan 2013 itu. Banyak yang beranggapan, James Harden lebih layak jadi MVP karena membukukan berbagai rekor. “Sejak kecil, saya tak pernah berpikir memenangi ESPY. Ini kehormatan,” katanya.


Baca Juga :
-
-


Titel ESPY akan jadi penyuntik semangat bagi Antetokounmpo jelang bergulirnya NBA 2019/20. Kali ini, para pendukung Bucks sangat berharap kepadanya. Klub berjulukan The Deer itu tak pernah lagi mengangkat trofi Larry O’Brien sejak 1970/71. Kini, optimisme itu pun mengemuka.

Utamanya jika melihat fakta kesuksesan Bucks sebagai tim terbaik fase reguler, musim lalu. Hal ini akan membuat ekspektasi warga Milwaukee terhadap skuat asuhan Mike Budenholzer itersebut kian meninggi. Apalagi, level persaingan di Wilayah Timur diprediksi mengalami penurunan.

Klub yang mengalahkan Bucks di Final Wilayah Timur, 2018/19, Toronto Raptors, diyakini tak akan tak sekuat sebelumnya. Tim asuhan Nick Nurse ini baru saja ditinggal Kawhi Leonard yang memiliki pindah ke Los Angeles (LA) Clippers. Selain itu, Brooklyn Nets, belum teruji kekuatannya.

Meski berhasil memboyong dua bintang, Kyrie Irving dan Kevin Durant untuk 2019/20, Nets diyakini belum maksimal. Ini karena Durant belum bisa bermain lantaran masih berkutat dengan cedera achilles. Selain itu, musim lalu, Bucks sukses mengalahkan tim yang mengandalkan Irving, Boston Celtics.

Celtics yang ditinggal Irving diperkirakan kurang bisa memberi perlawanan terhadap Bucks. Tim asuhan Brad Stevens itu juga tak lagi diperkuat Al Horford yang menyebrang ke Philadelphia 76ers. Celtics memang mendapat Kemba Walker tapi belum cukup membawa mereka merajai Timur.

Boleh dibilang, satu-satunya klub yang berpotensi menghajar Bucks di Wilayah Timur adalah 76ers. Ini tak lain karena kedatangan Horford yang diprediksi akan membuat materi pemain mereka kian mumpuni. Joel Embiid jadi punya tandem hebat untuk posisi bigman, musim depan.

Jika menjuarai Wilayah Timur, Bucks harus berhadapan dengan kampiun Barat di fase puncak. Persaingan di sektor ini semakin keras karena perubahan Lakers dan Clippers. Lakers punya Anthony Davis dan DeMarcus Cousins, sedangkan Clippers andalkan duet Leonard-Paul George.

Golden State Warriors dan Houston Rockets juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kedua tim ini akan tetap menjadi kandidat terkuat untuk menjuarai Wilayah Barat. Bertemu mereka di final tentu bukan pekerjaan mudah buat Antetokounmpo dan kawan-kawan.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news