INFOGRAFIS
Mengukur Kualitas Konduktor Baru Manchester City
12 July 2019 13:45 WIB
berita
Rodri Hernandez (AFP)
MANCHESTER – Josep Guardiola sudah memiliki senjata baru dalam menghadapi pertempuran di Liga Primer dan Liga Champions 2019/20. Dia adalah Rodri Hernandez. Pelatih Manchester City ini memang bertekad untuk membawa The Citizens meraih gelar domestik tertinggi sepak bola Inggris ini untuk kali ketiga secara beruntun dan mengakhiri penantian dalam meraih gelar Liga Champions.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pep—panggilan Guardiola—tidak terlalu membutuhkan penyerang karena dia sudah memiliki Sergio Aguero dan Gabriel Jesus. Aguero boleh jadi akan melewati masa terbaiknya tapi The Citizens memiliki Jesus yang dalam Piala Amerika 2019 lalu tampil sangat mengesankan. Yang dibutuhkan Pep adalah seorang gelandang jangkar, karena itulah dia mendatangkan Rodri Hernandez dari Atletico Madrid dengan nilai transfer yang cukup fantastis untuk kategori pemain yang namanya tidak terlalu muncul ke permukaan: 70 juta euro.


Baca Juga :
- VIDEO: Pemain-pemain Terpenting Manchester City di Setiap Posisinya Musim 2018/19
- Manchester City Bidik Trofi Perdana, Sterling Diandalkan Jadi Striker




Kehadiran Rodri semakin memperlihatkan pentingnya posisi holding midfielder dalam pola atau filosofi permainan yang diusung Guardiola. Rodri memiliki peluang masuk dalam daftar sejumlah gelandang yang menjadi kunci sukses perjalanan karier Guardiola sebagai pelatih.

Melihat pentingnya posisi gelandang bertahan dalam tim Guardiola dapat dilihat sejak Pep melatih Barcelona ketika dirinya menempatkan sosok Sergio Busquets di lini tengah dalam pola 4-3-3. Di Bayern Muenchen, peran ini ada pada Xabi Alonso, Javi Martinez, bahkan menempatkan Philipp Lahm di depan pemain bertahan. Dalam kariernya, Pep tidak hanya mendatangkan pemain melainkan memaksimalkan pemain yang ada ketika dia bergabung ke sebuah tim. Martinez, Lahm, bahkan Fernandinho di City salah satunya.


Baca Juga :
- Man. City Klub Terbaik, MU Justru Tidak Masuk Urutan 30 Besar
- Salah Administrasi, Jadwal Penerbangan Man. City ke Cina Mundur Sehari


Dalam kamus Guardiola, tipikal gelandang bertahan bukan pemain yang hanya mampu merusak permainan lawan atau merebut bola dari kaki lawan melainkan juga mampu membangun serangan dari posisinya. Dalam hal ini mendistribusikan bola dalam posisi atau daerah yang tepat. Tidak semua gelandang memiliki kemampuan seperti itu, pemain yang mampu membaca situasi di depannya.

Ibarat kalkulator, gelandang tersebut harus memiliki intelejensi yang spesial bagi seorang pemain. Dia dapat mengkalkulasi dengan baik apa yang akan terjadi setiap kali dia memberikan bola kepada rekannya. Busquets memiliki kemampuan tersebut. Karena itu, sejatinya, dalam skema atau permainan Barcelona di bawah asuhan Guardiola (2008-2012), sejatinya tidak ada peran gelandang bertahan, yang ada adalah gelandang yang memiliki kemampuan sebagai konduktur. Pemain yang terlibat, orang pertama dalam membangun serangan dari lini tengah.

Pemain yang tidak mudah kehilangan bola dan mampu merebut bola. Untuk aspek ini, Rodri sudah memperlihatnya sejak kali pertama tampil dalam tim senior bersama Villarreal pada 2016/17. Meski jarang diturunkan ketika itu (23 laga dengan 15 di antaranya tampil sebagai pemain cadangan), dia rata-rata mampu melakukan 2,1 tackle per pertandingan. Itu merupakan jumlah yang cukup tinggi untuk pemain yang jarang mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter.
Pencapaian itu pula yang kemudian membuatnya mendapatkan posisi starter pada musim berikutnya.

Dan, dia tidak mengecewakan dengan rata-rata melakukan 2,8 tackle dan 1,4 interceptions pada 2017/18 dari 36 pertandingan. Dalam aspek clearance, Rodri rata-rata melakukan 2,6 kali lebih baik dibandingkan musim sebelumnya yang hanya 1,3 clearence per petandingan. Pelatih Atletico, Diego Simeone, yang memang mampu melihat sosok pemain terbaik dalam aspek bertahan, langsung membawanya.

Di Atletico, Rodri pun lebih dulu harus bersaing dengan Saul Niguez dan Thomas Partey. Dan, musim lalu, dari 32 laga, rata-rata tackle yang mampu dilakukannya mencapai tiga kali dalam setiap pertandingan, dengan 1,2 interception per pertandingan. Dengan kemampuan itu pula, pers Spanyol pun menilai bahwa Rodri merupakan pemain dengan naluri bertahan dengan IQ yang sangat baik. Hal itu terlihat penempatan posisinya, kemampuan membaca situasi pertandingan. Dia adalah pengganggu yang konstan sekaligus gelandang yang memiliki ketepatan dalam melakukan tackle.

Jika dibandingkan dengan gelandang bertahan City, seperti dengan Fernandinho dan Ilkay Guendogan, dia juga memiliki rata-rata yang lebih baik. Fernandinho rata-rata melakuan 2 tackle per laga, namun pemain asal Brasil ini lebih baik dalam aspek intercept mencapai 1,4. Sedangkan Guendogan justru kalah jauh, rata-rata 0,6 tackle per laga dan 0,9 intercept per pertandingan.

Kemampuan Rodri dalam memberikan operan juga mengesankan. Pemain 23 tahun ini mencapai 91,1 persen sukses dari rata-rata 56,7 umpan yang dilakukannya per pertandingan. Dalam aspek umpan jauh, Rodri tercatat mampu melepaskan 3,4 umpan jauh yang sukses pertandingan. Jadi, dengan peluangnya mendapatkan tugas membantu serangan dalam sistem Guardiola, dia berpeluang menjadi gelandang bertahan kreatif bagi The Citizens.*
 

n
Penulis
nana sumarna
news