LIGA ITALIA
Sarri Membentuk Juve Versi Terkuat
12 July 2019 13:07 WIB
berita
Striker Juventus Gonzalo Higuain (tengah) menjalani latihan pramusim hari kedua, kemarin.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Para pemain Juventus FC mengeluarkan banyak keringat dalam dua hari persiapan pramusim di Continassa. Menu latihan atletik dan taktik dilahap Giorgio Chiellini dan kawan-kawan. Para pemain baru, di antaranya Adrien Rabiot dan Aaron Ramsey tampak serius mengikuti arahan Maurizio Sarri. Pelatih mengutarakan apa yang diinginkannya, semua harus berkonsentrasi dan kerja keras.

Semua tahu bakal ada banyak perubahan di musim baru: dari sisi permainan, penguasaan bola dan permainan indah. Namun, target mereka tetap sama: Scudetto dan Liga Champions.


Baca Juga :
- Chiellini Tak Ikut Tur Asia, Tapi Juventus Bawa De Ligt
- Tifosi Napoli khawatir dengan aktivitas transfer klub rival




Bagi Sarri, permainan indah hanya wahana untuk mencapai kemenangan. Dilihat dari metodenya saat menangani Empoli FC dan SSC Napoli, pelatih tersebut sangat memperhatikan fase bertahan dan memperlihatkan permainan spektakuler. Jadi Presiden Andrea Agnelli membebaskannya berkreasi. Dia hanya memberikan amunisi bermutu tinggi demi terbentuknya tim versi terkuat.

Setelah berdialog singkat, Sarri mulai mengajarkan konsepnya di mana penguasaan bola ditingkatkan, main jauh di depan dan memadati zona tiga perempat tim lawan. Karena berada dalam masa transisi, Juve harus melakukan semua ini tanpa melupakan filosofi Massimiliano Allegri: permainan solid dan sinis.


Baca Juga :
- Tifosi Napoli Khawatir dengan Aktivitas Transfer Klub Rival
- Milan Ingin Bajak Demiral


Kombinasi ajaran lama dan baru diyakini akan membuat I Bianconeri mampu memenangi pertandingan kelas Eropa. Mereka siap mengeliminasi skuat sekelas Real Madrid, Barcelona, Manchester City dan Tottenham Hotspur.

Ada beberapa komponen yang sangat menentukan. Di urutan pertama, ada Miralem Pjanic, dari playmaker ini semua dimulai. Kemudian ada Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala dan Douglas Costa. Selebihnya, tifosi sudah bisa membayangkan, dua bek tengah antara Giorgio Chiellini, Bonucci dan Matthijs De Ligt.

Pelatih memerlukan seorang gelandang berkualitas dan fisik tangguh, winger bermutu dan talenta Federico Bernardeschi. Dari sana timbul pertanyaan, apakah skuat asuhan Sarri di musim depan menjadi versi tim Juve terkuat?

Pertanyaan menarik, bagaimana jika dibandingkan dengan tim pada 2015 dengan Claudio Marchisio, Andrea Pirlo, Paul Pogba dan Arturo Vidal? Ditambah Pjanic, Juan Cuadrado, Dybala, Mario Mandzukic dan Gonzalo Higuain.

Muncul secercah harapan kalau tanpa Joao Cancelo, skuat baru lebih superior ketimbang era Allegri. Kehadiran Rabiot dan Ramsey akan memperkuat barisan lapangan tengah.  Empat gelandang pada 2015, membentuk percampuran yang tidak ada bandingannya, kuat dan efektif di depan gawang tapi lini serangan Juve empat tahun kemudian,  hanya dengan CR7 sendiri saja sedikit lebih unggul.

Sekarang Juve memiliki lebih banyak variasi permainan dan lebih kuat. Sejak Agnelli memimpin si Nyonya Besar, tim terus meningkatkan kekuatan dan levelnya. Hampir selalu dapat menemukan cara memperkuat diri dan begitu juga pada musim panas kali ini yang memperlihatkan banyak perubahan.

De Ligt Diperkenalkan

De Telegraaf  mengabarkan kalau Juve dan Ajax telah mencapai kesepakatan senilai 67 juta euro (sekira Rp1 triliun). Direktur Olahraga Juve Fabio Paratici dan perwakilan klub asal Belanda, Marc Overmars, tinggal membahas beberapa hal kecil. Kemungkinan bek 19 tahun tersebut dapat diperkenalkan kepada rekan-rekannya yang baru.

Pernyataan striker I Lancieri Dusan Tadic menimbulkan keyakinan kalau De Ligt tinggal selangkah lagi ke Turin. “Matthijs seorang pemain hebat, semoga dia tinggal. Kalau tidak mungkin, kami akan merindukannya seperti Frenkie De Jong,” ujarnya.*** Dari Berbagai Sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news