LIGA 1
Kerugian Mencapai Setengah Miliar, Begini Nasib Persija di GBK
12 July 2019 11:33 WIB
berita
Gelandang Persija Bruno Matos berduel dengan pemain Persib Hariono - TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA – Laga gengsi antara Persija melawan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (10/7) sore, meninggalkan sejumlah bekas. Dalam pertandingan Liga 1 2019 yang berakhir imbang 1-1, itu tak hanya meninggalkan bekas kekecewaan bagi The Jakmania, tetapi juga kerusakan fasilitas.

Pagar bagian dalam GBK di tribune timur dan utara roboh. Penyebanya, Jakmania sangat kegirangan saat Marko Simic mencetak gol untuk keunggulan Persija. Tapi, setelah di cek, bukan hanya pagar yang rusak, tapi sejumlah bangku penonton uga mengalami kerusakan karena diinjak-injak.




Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Minggu Malam
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Minggu 20 Oktober




Hal itu diungkapkan Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK-GBK), Winarto. Menurutnya, kerusakan ini relatif kecil. Maksudnya tidak sampai pada kategori mengkhawatirkan. Namun tetap saja, ini jadi peringatan bagi Persija agar menertibkan kelompok suporter pendukungnya.

“Relatif kecil kerusakannya dan tidak susah diperbaiki. Mungkin sepekan dua pekan selesai. Kemudian ada 110 kursi yang semplak, atas bawah. Kemudian pembatas akrilik, di tribun bawah. Taksiran kasar, ini belum pasti dan masih dihitung lagi, kerugiannya mencapai Rp300 sampai Rp500 juta,” kata Winarto kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Laga PSM Vs Persija Bisa Digelar, Juga Boleh Dihadiri Penonton
- Tak Bisa Menggelar Laga, PSM Bisa Dinyatakan Kalah WO dari Persija


Mengingat setiap penyewa GBK harus menyerahkan deposito minimal Rp1,5 miliar, kerugian ini akan cepat diatasi. “Ada jaminan yang sudah disetorkan. Jadi kami bersyukurnya pertandingan berjalan lancar, tidak ada korban jiwa, dan keributan yang terjadi,” Winarto menambahkan.

Sebagai informasi, untuk menyewa GBK, Macan Kemayoran harus mengocek dana sebesar Rp 1,950 miliar. Jumlah itu terbagi atas, Rp450 juta sebagai biaya pemakaian. Sementara itu, sisanya Rp 1,5 miliar merupakan uang jaminan. Uang jaminan ini diserahkan bersamaan dengan uang sewa.

Meski ada kejadian seperti ini, tidak membuat pihak PPK-GBK menutup pintu kepada Persija. Selama masih dalam kategori sewajarnya dan tak sampai jatuh korban jiwa atau bentrokan dengan aparat keamanan, Persija akan tetap diakomodir kembali menggunakan stadion termegah Indonesia ini.

Terdekat, tepatnya pada Minggu (21/7) nanti, Persija bakal menjamu PSM dalam laga final leg pertama Piala Indonesia 2018/19. Winarto mengatakan, surat penyewaan stadion dari pihak Macan Kemayoran sudah masuk. Lampu hijau pun sudah diberikan kepada tim binaan Ferry Paulus tersebut.

“PPK-GBK pada prinsipnya siap menerima Persija. Tinggal tergantung izin dari kepolisian saja. Saya sudah sampaikan ke pak Ferry Paulus (CEO Persija), kami fasilitasi untuk mendidik suporter supaya lebih ramah, lebih enak, supaya orang nonton bola tidak ada kekhawatiran,” Winarto menambahkan.* Sumargo Pangestu

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.