news
TOP OPINI FOOTBALL
Kartu Merah Novri Setiawan, Bukti Sepak Bola Jangan Hanya Modal Dengkul
11 July 2019 15:10 WIB
berita
Foto - Ady Sesotya
KARTU merah tidak perlu didapat Novri Setiawan. Padahal posisi Persija sedang unggul. Situasi juga kritis, karena pertandingan tinggal menyisakan 10 menit terakhir. Ditambah lawan yang dihadapi adalah Persib.

Tapi apa yang terjadi? Mantan pemain SAD Indonesia itu malah menendang bola ke arah Ezechiel N'Douassel. Wasit Fariq Hitaba seketika langsung mengacungkan kartu merah.




Baca Juga :
- Abdul Aziz Bisa Berkembang di Persib karena Kepercayaan dari Pelatih
- Persela Akan Tampil Timpang saat Jumpa Persija, Empat Pilar Absen




Tanpa basa-basi. Langsung kartu merah. Lagipula juga tidak perlu basa-basi. Perilaku buruk seperti itu memang patut dikartu merah. 

Supaya terbiasa kalau main di event internasional juga akan begitu. Soalnya juga tidak ada bedanya aturan antara pertandingan internasional dan domestik.


Baca Juga :
- Alasan Pelatih Arema FC Soal Kekalahan Telak dari Persib
- Bobotoh Bergemuruh Menyambut Kemenangan Persib atas Arema


Novri Setiawan terlihat tambah emosional. Protes terus ke wasit. Sampai-sampai harus ditahan rekan-rekannya. Memangnya mau ngapain sih? Sudah jelas berulah buruk, wajar dikartu merah. Salah sendiri, menyesal? Merugikan teman-temannya?

Selesai ditarik-tarik ke luar lapangan, Novri Setiawan juga masih tidak mau masuk ruang ganti. Mencoba duduk di sentelban depan tribune VVIP. Mau nonton dari pinggir lapangan, bos?

Akibatnya memang fatal. Bermain dengan 10 pemain, membuat Persija seperti mual. Mereka harus menerima terus serangan dari Persib. Di menit-menit setan seperti itu.

Terbukti, Persija akhirnya juga kebobolan. Persis di injury time menit pertama. Kemelut di depan gawang Persija, berhasil dimanfaatkan Artur Gevorkyan. Skor menjadi 1-1.

Tidak sedikit yang menghujat Novri Setiawan. Bahkan salah satu media memberitakan kalau kolom komentarnya di media sosial terpaksa dimatikan, daripada terus menerus dipersekusi.

Dalam kejadian itu penulis mendukung sepenuhnya keputusan wasit Fariq Hitaba. Buat wasit-wasit lain juga tidak perlu ragu membaham pemain dengan kartu merah langsung, kalau punya ulah buruk yang sulit ditoleransi. 

Ya, daripada nanti terkaget-kaget kalau main di level internasional. Melakukan pelanggaran konyol dan buruk, dikartu merah lalu protes karena merasa tidak bersalah. Anggapnya baru melakukan pelanggaran ringan. Hmm...*

loading...
news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news
news