INFOGRAFIS
Bayern Muenchen Jual Murah Jerome Boateng
11 July 2019 09:45 WIB
berita
Bek tengah Jerome Boateng, 30 tahun, sudah tidak memiliki tempat dalam skuat Muencen dan klub siap menjual murah sang pemain.
MUENCHEN – FC Bayern Muenchen akan segera melepas salah satu bek kawakan mereka, Jerome Boateng. Tidak tanggung-tanggung, Die Bayern berusaha menjual bek tengah tim nasional Jerman itu di bursa transfer musim panas ini dengan harga hanya 15 juta euro (sekira Rp238 miliar).

Harga itu terbilang murah mengingat Boateng masih punya reputasi sebagai salah satu bek tengah terbaik di Jerman meski jarang dimainkan Muenchen musim lalu dan tak lagi dipanggil ke timnas. Banderol yang dipasang Die Bayern bahkan di bawah taksiran nilai jual sang pemain versi Transfermarkt yang mencapai 20 juta euro.




Baca Juga :
- Kelas Winger Muenchen Ini Sulit Dicari Tandingannya
- Kampiun Bundesliga Mendapat Pukulan Keras




Kesediaan Muenchen melepas Boateng dengan harga murah mengisyaratkan pemain itu tidak lagi dibutuhkan meski dia masih terikat kontrak hingga 2021. Maklum, Die Bayern telah mendatangkan dua bek tengah muda musim panas ini yaitu Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez yang sama-sama baru 23 tahun.

“Kami sudah berada dalam posisi yang sangat bagus dengan adanya (Niklas) Suele, Hernandez, dan Pavard. Dengan tiga bek tengah seperti itu kami tidak perlu lagi merasa khawatir,” ujar Karl-Heinz Rummenigge, CEO Muenchen, beberapa waktu lalu.


Baca Juga :
- Les Bleus Rasa Die Bayern
- Muenchen Beri Sinyal untuk Rival


Presiden Muenchen Uli Hoeness bahkan pernah secara terang-terangan mendorong Boateng untuk mencari klub baru musim panas ini. Pernyataan tersebut dia lontarkan di sela-sela perayaan gelar Bundesliga yang digelar skuat Muenchen di Marienplatz, Muenchen pada 19 Mei lalu.

“Saya ingin menasihati dia untuk meninggalkan klub ini,” ujar Hoeness. “Saya pikir dia butuh tantangan baru. Dia seperti tidak lagi berada pada tempatnya. Sebagai teman, saya mendorong dia untuk mencari klub baru. Tapi, pintu kami juga tidak tertutup. Lagi pula dia masih punya kontrak di sini.”

Hoeness memakai kalimat wie ein fremdkoerper (tidak berada pada tempatnya) yang terjemahan harfiahnya adalah seperti sosok asing. Kata-kata ini sesuai dengan sikap Boateng yang terkesan sengaja memisahkan diri dari para pemain Munchen lain saat selebrasi Meisterschale di Allianz Arena usai laga terakhir Bundesliga musim lalu lawan Eintracht Frankfurt. Saat itu dia memilih bermain-main bersama istri dan kedua putrinya daripada berbaur dengan rekan-rekan setimnya.

Boateng memang tidak betah lagi di Muenchen. Situasi ini tidak terlepas dari serangkaian perselisihannya dengan pelatih Niko Kovac sepanjang musim lalu. Salah satu pemicunya adalah sikap Boateng yang terkesan ogah-ogahan saat melakukan pemanasan pada laga tandang Liga Champions lawan AEK Athens, 23 Oktober lalu.

Buntutnya, Kovac tidak memasukkan Boateng dalam starting line-up Muenchen. Dia bahkan dibiarkan duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Seusai peluit panjang, Boateng terlibat adu mulut dengan Kovac dan direktur olahraga Hasan Salihamidzic coba melerai mereka. “Kamu cari-cari alasan. Kamu memang ingin menyingkirkan saya musim panas lalu,” tutur Boateng kepada Kovac saat itu.

Boateng memang sempat diberitakan bakal dijual ke Paris Saint-Germain (PSG) musim panas tahun lalu. Menariknya, justru Kovac yang akhirnya memveto rencana penjualan pemain itu. Pelatih asal Kroasia itu juga menolak menjual sang bek pada bursa transfer Januari lalu.

Insiden antara Boateng dan Kovac juga terjadi pada laga 16 besar Piala Jerman lawan Hertha Berlin di Olympiastadion, 6 Februari lalu. Sang pelatih jengkel lantaran sang pemain menghabiskan waktu terlalu lama saat memakai sepatu sementara para pemain Muenchen lainnya sudah melakukan pemanasan. Akibatnya, Boateng lagi-lagi dibiarkan di bangku cadangan sepanjang pertandingan.

Sebagai pelatih, Kovac memang sangat ketat. Dia bahkan pernah menyuruh para pemain cadangan melakukan serangkaian sprint saat latihan seusai laga Bundesliga lawan FC Nuremberg. Pasalnya, mereka dinilai tidak melakukan pemanasan dengan benar.

Tidak jelas, apakah Boateng yang terlalu mudah tersinggung oleh kebijakan ketat Kovac atau memang Kovac yang selalu mencari-cari alasan untuk menghukum Boateng. Yang pasti kedua orang itu sudah sulit bekerja sama lagi.

Jika kemudian Muenchen jadi melepas Boateng, ini bakal jadi perpisahan yang kurang menyenangkan. Sebab, terlepas dari sikapnya yang terkesan bandel sepanjang musim lalu, Boateng adalah salah satu pemain yang paling berperan dalam sukses Die Bayern sepanjang satu windu terakhir.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho