UMUM
Mengapa Piala Indonesia Lebih realistis untuk Pasukan Ramang?
11 July 2019 15:19 WIB
berita
MAKASSAR - Semua peserta kompetisi di Indonesia pasti berharap bisa berlimpah gelar juara di semua hajatan yang diikutinya. Tidak ada tim yang mengorbankan salah satu trofi yang diincarnya. Jika memungkinkan, meraup semua gelar yang ada akan diupayakan.

PSM pun begitu. Hasratnya, sudah pasti meraih double winner: Kompetisi Liga 1 2019 dan Piala Indonesia 2018/19. Di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, tim berjulukan Juku Eja, memang berada di posisi sembilan. Tapi masih memiliki dua pertandingan lebih banyak dari rival-rivalnya. Kesempatan merangsek ke papan atas masih terbuka lebar.




Baca Juga :
- Tak Bisa Menggelar Laga, PSM Bisa Dinyatakan Kalah WO dari Persija
- Gala Siswa Indonesia 2019 Siap Lahirkan Juara Baru, Bali Bertemu Jateng di Final




Tapi itu pun bisa terancam minim poin. Pasalnya, tim Juku Eja terancam tidak bisa tampil di kandangnya Stadion Andi Mattalatta, saat menjamu Bhayangkara FC, Sabtu (13/7) mendatang dan Persebaya Surabaya (17/7). Perbaikan lampu penerangan stadion belum juga rampung. Bohlam yang dipesan dari vendor masih dalam proses pengiriman.

Karena itu, target PSM yang paling realistis adalah juara Piala Indonesia. Mereka sudah berada di ujung turnamen. Jika tampil kompetitif di dua laga melawan Persija Jakarta dalam final Piala Indonesia 2018/19, 21 dan 28 Juli 2019 mendatang, gelar pertama yang dibidik, bakal digenggamnya. Apalagi Pasukan Ramang, julukan lain PSM, punya keuntungan tuan rumah di leg kedua.


Baca Juga :
- Timnas Futsal Indonesia Menuju Ho Chi Minh dengan Percaya Diri
- PSSI Tutup Mulut


Hasil drawing itu sangat menguntungkan tim asal Sulawesi Selatan tersebut. Mereka bisa menyempurnakan perjuangan beratnya di hadapan pendukung fanatiknya. Membumikan gelar yang ditunggu-tunggu mania bolanya, setelah sekian lama gagal memberikan gelar prestisius buat para pendukungnya.

“Kami mengharuskan Darije (Kalezic) membawa PSM juara dan menghadirkan piala ke Makassar. Kami sangat berharap, karena Makassar sudah sangat rindu dengan gelar yang bisa dibawa ke Kota Makassar,” kata CEO PSM Munafri Arifuddin.

Dengan gelar juara Piala Indonesia, menurut Appi, sapaan akrabnya, PSM akan menggenggam tiket ke Piala AFC, ajang bergengsi di “planet” Asia 2020. Itu sebabnya berjaya di Piala Indonesia bisa memberi kegembiraan pada publik sepak bola Sulawesi Selatan. “Saya sampaikan ke teman-teman untuk mengulang sukses kami ke Piala AFC. Insya Allah kami bisa juara Piala Indonesia,” ucap Appi.

Soal jadwal padat yang harus dijalani Juku Eja, sebelum benar-benar ditasbihkan jadi pemilik Piala Indonesia, aku Appi, konsekuensi yang harus diterima. Karena bersamaan dengan hajatan Piala Indonesia, Riski Pellu dan kawan-kawan tetap mentas di Liga 1. Tenaga dan pikiran pasti terkuras.

Untuk jadi yang terbaik di pentas sepak bola Indonesia, sebuah tim memang harus tahan banting. Bukan cuma terdepan di sisi teknik, tapi penguasaan non teknis juga harus nomor satu. “Inilah konsekuensi di liga yang seperti ini, enggak bisa dipungkiri jadwal sangat padat. Jadi harus menerima konsekuensi yang ada,” ucap Appi.*DANI WIHARA

R
Penulis
Rizki Haerullah