UMUM
Cabor Minta Kemenpora Segera Umumkan CdM SEA Games
11 July 2019 10:45 WIB
berita
Ilustrasi pembukaan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.
JAKARTA – SEA Games XXX/2019 Filipina kurang dari empat bulan lagi tapi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum juga mengumumkan Chef de Mission (CdM). Padahal, peran komandan kontingen dibutuhkan untuk menjembatani kepentingan cabang olahraga (cabor) dan Pemerintah.

Hanya, soal siapa yang menjadi CdM, sudah diketahui. Ia adalah Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Rosan Perkasa Roeslani. Bulan lalu, ia mengaku kalau Pemerintah sudah secara lisan berkomunikasi dengannya.




Baca Juga :
- SEA Games Sudah Dekat, CdM Kontingen Indonesia Mulai Kunjungi Pelatnas Cabor
- IeSPA Umumkan Kontingen Indonesia untuk Cabor Esports SEA Games 2019




Soal penunjukan Rosan sebagai CdM turut diperkuat pernyataan manajer tim nasional (timnas) angkat besi Indonesia, Sonny Kasiran. Sudah lama dirinya mengetahui jika Rosan akan ditunjuk sebagai CdM. Namun, hal itu tak berpengaruh karena Pemerintah belum mengumumkan.

Sonny pun berharap Pemerintah segera mengesahkan status Rosan agar yang bersangkutan bisa langsung bekerja. Sisa empat bulan jelang SEA Games dianggap sebagai momen krusial karena kebutuhan cabor semakin banyak dan mendesak hingga peran CdM sangat dibutuhkan.


Baca Juga :
- Timnas U-23 Kembali Berkumpul 21 Oktober
- Tiara Andini Target Emas Downhill SEA Games 2019


“Kalau buat saya pribadi sih buat apa ditunda-tunda lagi. Segera diumumkan saja CdM-nya agar beliau bisa langsung bekerja. Pendampingan dari Komandan Kontingen juga dibutuhkan (atlet dan cabor dalam masa persiapan),” ucap Sonny saat dihubungi TopSkor, Rabu (10/7) malam.  

Hal senada juga dikemukakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), Budiman. Menurutnya, peresmian CdM jangan sampai mepet dengan games time sebab sosok tersebut akan bertanggung jawab soal pengadaan seragam kontingen, dan lain-lain.

“Kalau misalnya besok berangkat ke Filipina dan sekarang baru ditunjuk, ya kapan kami membeli kaus dan perlengkapan lain. Jadi, kalau menurut saya, ya harus sesegera mungkin (diumumkan) lah. Jangan ditunda lagi, toh juga kita semua kan sudah tahu siapa orangnya,” ujar Budiman.

Budiman juga meminta Kemenpora tak sekadar mengumumkan, melainkan juga segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penunjukan. Pasalnya, tanpa SK, seorang CdM tak lantas bisa melakukan pekerjaan. Utamanya yang menyangkut dengan persiapan kontingen ke SEA Games 2019. 

Ada keuntungan lain jika CdM diresmikan, jauh-jauh hari. “Kalau sudah ada (CdM) kan enak karena bisa bantu-bantu cari sponsor. Terkait sosok Pak Rosan, saya belum bisa komentar banyak. Tapi, yang jelas, dia Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia). Kapabilitasnya sudah jelas,” katanya.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Harlin E. Rahardjo menuturkan, peresmian CdM bakal banyak mendatangkan manfaat. Menurutnya, CdM bisa membantu masalah yang mungkin dialami oleh cabor seperti yang ada dalam tubuh PRSI, saat ini.

“Polo air sedang tak bisa berlatih di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK). Jika ada CdM, dia bisa bantu untuk mengomunikasikan. Tapi, pada dasarnya, PB PRSI tidak mau terlalu larut dalam urusan CdM nanti. Kami akan fokus pada (masalah) internal,” Harlin menuturkan.

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot Sulistiyantoro Dewa Broto menyatakan, pihaknya memang tak mau berlama-lama. Kasus yang terjadi saat SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur, di mana Aziz Syamsuddin baru diberi SK sekitar dua bulan sebelum games time, diakui tak ideal.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati