INFOGRAFIS
Misi Serena dan Strycova dalam Pertemuan di Wimbledon
11 July 2019 09:39 WIB
berita
Barbora Strycova
LONDON – Semifinal Grand Slam Wimbledon 2019 akan jadi momen spesial untuk Serena Williams dan Barbora Strycova. Kamis (11/7), All England Kawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris akan jadi saksi kebangkitan kedua veteran yang sedang berjuang mendapatkan kembali status mereka sebagai papan atas dunia.

Khusus untuk Serena, keberhasilan mengandaskan Alison Riskie dengan skor 6-4, 4-6, dan 6-3, sekaligus membuktikan bahwa performanya belum habis. Sejak kembali dari vakum, petenis 37 tahun tersebut memang beberapa kali menjejak final turnamen mayor tapi tak satu pun yang berbuah titel juara.




Baca Juga :
- Masih 19 Tahun, Bianca Andreescu Sudah Kalahkan Serena Williams 2 Kali di Final
- Serena Wiilliams Mundur dari Cincinnati Masters karena Cedera Punggung




Tahun lalu, Serena melaju ke final Wimbledon dan Amerika Serikat Terbuka. Sayang, dirinya ditaklukkan Angelique Kerber dan Naomi Osaka, masing-masing dengan skor 6-3, 6-3 dan 6-2, 6-4. Banyak yang memprediksi jika 2019 jadi kesempatan terbesar Serena untuk kembali merengkuh gelar.

“Yang saya butuhkan hanya berjuang. Alison pemain hebat yang mampu mengalahkan banyak nama besar di turnamen ini. Ia juga tak begitu saja memberikan kemenangan ini. Jadi, saya harus bangkit dan mengambil kesempatan. Itulah yang harus saya lakukan,” ujar Serena usai laga babak keempat.


Baca Juga :
- Juara Wimbledon, Djokovic Susul Nadal ke London
- Komentar Federer Usai Taklukkan Nadal di Semifinal Wimbledon


Ibu dari satu putri itu membenarkan, saat ini, dirinya dalam kondisi baik. “Ini akan jadi tahun yang sangat, sangat panjang dan juga sulit karena saya bukan tipe pemain yang mudah cedera. Saya tidak tahu di mana level (permainan) saya sekarang. Tapi, saya merasa baik dan fokus,” Serena menambahkan. 

Pada pertandingan lain, Strycova menundukkan jagoan tuan rumah, Johanna Konta dengan skor 7-6(5), 6-1. Kemenangan ini dianggap luar biasa karena sejak melakoni karier profesional, 2003, Strycova tak pernah menjejak semifinal. Praktis, ini jadi kali pertama untuk pemain 33 tahun tersebut.

Strycova dan Serena akan bersaing memperebutkan slot final, hari ini. Meski laga nanti akan jadi yang keempat untuk mereka, pertandingan ini diprediksi sengit karena keduanya mengusung misi berbeda. Strycova berharap pecah telur, sementara Serena berambisi menggenapi gelar grand slam jadi 24. 

Usai pertandingan versus Konta, Strycova berkisah soal kenangan bersama sang kakek kala masih berusia dua tahun. Saat itu, dirinya diajak mengunjungi Museum Wimbledon. “Ketika itu, saya melihat trofi dan berkata: Saya akan main di sini (suatu saat nanti),” ujar pemain yang hadir tanpa peringkat tunggal itu. 

Strycova layak bermimpi karena sepanjang tampil di nomor tunggal putri Wimbledon, pencapaian terbaiknya hanya perempat final. Bahkan, itu terjadi 2014 atau lima tahun lalu. “Saya bukan orang yang sabar. Tapi, seorang pejuang. Saya suka berjuang untuk sesuatu yang memang diinginkan,” katanya.

Tak hanya mempertemukan Serena dan Strycova, semifinal putri lainnnya akan menyuguhkan duel Simona Halep dan Elina Svitolina. Pada laga sebelumnya, Halep mengandaskan Shuai Zhang asal Cina, 7-6(4), 6-1, sedangkan Svitolina menundukkan Karolina Muchova dengan skor 7-5, 6-4.*LILY INDRIYANI S

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati