TOP FEATURE FOOTBALL
Xabi Alonso Belajar dari Para Master
11 July 2019 12:34 WIB
berita
Mantan gelandang besar Spanyol, Xabi Alonso resmi melatih Sociedad B sekaligus awal langkahnya mengikuti pelatih top dunia.-Topskor/Ist
XABI Alonso adalah perekrutan bintang Real Sociedad pada musim panas kali ini, yang dimasukan ke kepengurusan klub. Setelah 15 tahun meninggalkan tim berjulukan Txurri-Urdin, atau 20 tahun lulus dari Akademi Sociedad, ia kembali untuk menjadi pelatih tim muda. Sociedad B akan mendapat servisnya selama dua musim, hingga 30 Juni 2021.

Alonso boleh saja hanya punya pengalaman melatih Real Madrid U-14 semusim, namun kapasitasnya soal strategi sepak bola tentu tak perlu diragukan lagi. Selama 17 tahun berkarier di level elite, entrenador 37 tahun ini sudah belajar dari para master. Kesuksesannya sebagai pemain memang tak lepas dari pelatih hebat di belakangnya.




Baca Juga :
- Zidane Bertemu Pogba, Begini Reaksi Solskjaer
- Jadwal Pertandingan La Liga Spanyol Pekan 9, Sabtu-Senin 19-21 Oktober 2019




Saat mencoba peruntungan di luar kota kelahirannya, ia yang pergi dari Sociedad 20 Agustus 2004 lalu selalu berhasil di tiap tim yang dibela. Keberadaannya Liverpool FC, Real Madrid, Bayern Muenchen, dan tentu saja tim nasional Spanyol, terus ditandai dengan meraih trofi bergengsi. Dan di sana, berbagai pelatih kelas wahid mendidiknya.

Rafael Benitez, Jose Mourinho, Josep “Pep” Guardiola, dan Vincente del Bosque adalah beberapa nama yang menggiringnya menjuarai Liga Champions, La Liga, Piala Dunia, Piala Eropa, dan Piala Super atau Piala Liga lainnya. Berbagai master itu pun akhirnya membuat Alonso punya berbagai prinsip dasar untuk Sociedad B nanti.


Baca Juga :
-  El Clasico Bisa Mundur ke 18 Desember
- Isco-James, Solusi Lini Tengah Madrid


Kontrol Permainan

Mantan gelandang ini telah belajar bahwa tim yang paham kontrol permainan adalah pemenangnya. Itu tak hanya soal penguasaan bola  seraya Pep, tapi bisa pertahanan kuat dan serangan balik di era Benitez dan Mourinho. Ilmu terbesar mungkin diraih dari Raynald Denoueix yang mana Sociedad kala itu tanpa bintang tetap mampu bersaing.

Inisiatif dan Kebanggaan

Alonso tidak memahami sepak bola tanpa permainan inisiatif, yang akhirnya membuatnya berkembang. Benitez mengajarkannya main dengan tekanan yang tinggi mencegah gelandang lawan mengembangkan permainan, atau turun mengontrol pola main tim dari bawah saat menguasai bola. Semua soal kebanggaan mengenakan kostum yang dibela, seraya motivasi utama Del Bosque dan Carlo Ancelotti.

Fleksibilitas dan Kompetitif

Meski sejatinya adalah gelandang bertahan, Pep membuatnya mengerti bahwa demi permainan yang lebih baik, seorang pemain harus punya fleksibilitas. Tiap pemain harus berkembang, tidak hanya terpaku di satu posisi dengan terus bergerak. Alonso pun memang terbiasa ditekan untuk kompetitif yang disini guru besarnya adalah Mou.

Metodologi dan Gaya

Alonso tahu betapa pentingnya metodologi. Ia terbiasa mendapat uraian dari metode yang diinginkan pelatih top, sehingga tentu bisa menggambarkan dengan baik soal strategi dan gaya yang diinginkan, agar bisa diterapkan dengan baik oleh anak asuhnya. Berbagai pelatih yang menanganinya dulu punya berbagai gayanya sendiri tanpa terkecuali Manuel Pellegrini sehingga ia punya kekayaan pola untuk dipakai.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

D
Penulis
Dini Wulandari