TOP INTERVIEW
WAWANCARA EKSKLUSIF - Marco Melandri: Cerita Saya Berakhir di Sini
11 July 2019 10:10 WIB
berita
Marco Melandri
MILAN – Marco Melandri sudah mantap untuk berpisah dengan dunia balap motor, akhir musim ini. Sepanjang karier, pria 36 tahun itu telah berlomba dengan enam tim dalam dua kompetisi berbeda dengan total 44 kemenangan di semua kelas. Tahun ini, Melandri berlomba untuk GRT Yamaha dalam Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK).

Peraih gelar juara Moto2 (dulu bernama 250 cc) itu mengaku emosional dengan keputusan yang akan diambil. “Saya beruntung bisa jadi pembalap kompetitif. Tapi, ini adalah akhir dari cerita saya,” kata Melandri seperti diungkapkan kepada La Gazzetta dello Sport. Berikut petikan wawancaranya:




Baca Juga :
- Ada yang Ingat Marco Melandri? Sahabat Valentino Rossi Ini Umumkan Pensiun
-




Kapan menyadari waktu ini akan tiba?

Saya mulai memikirkannya di Thailand. Lalu, di Misano, San Marino, Sabtu (22/6), saya akhirnya berpikir lebih dalam. Selama lomba, saya banyak bertanya dan itu tak seharusnya terjadi! Saya mengambil keputusan ini di Imola, Italia, karena tak lagi bisa bahagia ketika berlomba. Bagi saya, pengumuman ini bagai keluar dari penjara.


Baca Juga :
-
-


Anda pernah berpikir langsung pensiun?

Tidak pernah dan sekarang merasa lebih ringan. Saya ingin menghormati musim ini dengan tampil sebaik-baiknya di sisa lomba. Saya harus melakukan itu demi Yamaha, tim dan diri sendiri.

Apa ada rasa takut?

Jika ada, mungkin saya langsung pensiun. Jadi, ketika sudah tak bisa lagi menikmati hal terindah dari dunia yang kita jalani, ini sudah seharusnya. Saya tak ingin berlomba dengan kemampuan 80 persen. Di sisi lain, tak memiliki kekuatan untuk bangkit.

Sekarang apa rencana Anda?

Ambil bagian dalam ajang lain yang lebih santai, mungkin MotoE atau sesuatu yang berkaitan dengan teknik. Menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan mendedikasikan waktu untuk hobi.

Sebutkan tiga momen manis….

Lomba di Suzuka, Jepang, 1998, saat saya masih kecil. Kemudian, gelar juara yang dimenangi pada 2002, di mana kala itu bersaing dengan Fonsi Nieto. Terakhir,  kemenangan pertama dalam MotoGP di Turki.

Ada penyesalan?

Kehilangan gelar juara yang direbut Emilio Alzamora. Lalu, 2012, kami memainkan kejuaraan dunia WSBK dengan BMW. Waktu di Jerman, mereka memberitahu saya harus berhenti, musim berikutnya. Saat itu saya merasa terpukul.

Karier yang melelahkan dan penuh rintangan….

Saya sering ada di tempat tepat tapi di waktu salah. Misalnya, 2008, bersama Ducati dengan Casey Stoner. Saya merasa tak bisa apa-apa. Tapi, saya memahami Casey karena kami mirip dalam beberapa hal.

Lalu, menentukan untuk pensiun seperti ini?

Saya ingin ini jadi keputusan saya dan bukan orang lain atau dari situasi tertentu.

Apakah ini solusi untuk Valentino Rossi?

Dia akan mengerti ketika saatnya tiba. Saya hanya bisa menyarankan, jangan biarkan orang lain mengambil keputusan.

Bagaimana Anda ingin diingat?

Sebagai orang hebat karena inilah yang terpenting. Dari segi olahraga, mungkin kejadian di Philip Island, Australia, 2006.*MASSIMO BRIZZI DARI MILAN.

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati