LIGA SPANYOL
Bale, Masalah Terbesar Madrid
11 July 2019 12:31 WIB
berita
Winger Madrid, Gareth Bale punya waktu hingga 2 September untuk memutuskan nasibnya: bertahan dan pindah.-Topskor/Ist
MADRID – Keberadan Gareth Bale kini menjadi masalah terbesar Real Madrid. Winger asal Wales itu tetap mengikuti tur pramusim tim ke Kanada tapi dengan situasi yang tidak mengenakkan. Menyadari bahwa dirinya tak diinginkan klub dan juga pelatih Zinedine Zidane. Bale menutup semua opsi yang ditawarkan Madrid untuk menanggalkan kostum tim berjulukan Los Blancos itu.

Sejak memasukan namanya dalam daftar jual di bursa pemain, Madrid kesulitan  mendapatkan tawaran untuk Bale. Belakangan, beberapa media Spanyol berspekulasi beberapa klub raksasa Cina mempertimbangkan merekrutnya. Namun, lagi-lagi pemain 29 tahun itu menampiknya.




Baca Juga :
- Zidane Bertemu Pogba, Begini Reaksi Solskjaer
- Jadwal Pertandingan La Liga Spanyol Pekan 9, Sabtu-Senin 19-21 Oktober 2019




Bale memastikan jika pada akhirnya ia pergi dari Madrid, maka dia tidak akan ke Liga Super Cina. Dia lebih memilih bergabung dengan klub-klub besar Eropa. Padahal, namanya sudah tidak terlalu diminati di Benua Biru mengingat histori cedera yang membuntutinya. FC Bayern Muenchen pernah menginginkannya sebagai pengganti Arjen Robben, tetapi sekarang minat tersebut sepertinya sudah hilang.

Niat Bale sendiri adalah bertahan setidaknya hingga kontraknya selesai (Juni 2022) dan memperbaiki citranya di Madrid. Apalagi dia tetap akan mendapatkan gaji 17 juta euro (sekitar Rp269 miliar) per musim. Kemapanan ekonomi yang sepertinya berat ditinggalkan Bale. Apalagi dia masih suka melakukan kegiatan favoritnya, bermain golf. Pun dengan istri dan tiga anaknya yang lebih terjamin kesejahteraannya di kota Madrid.


Baca Juga :
- Gladbach Belum Favorit Juara Bundesliga
- Lewandowski Mengejar Legenda Muenchen


Keinginannya itu jelas menjadi batu sandungan bagi Los Blancos yang saat ini sedang berupaya mengumpulkan 200 juta euro demi rekonstruksi skuat. Keberadaannya juga bisa menghambat kedatangan Paul Pogba yang sudah dipersiapkan Zidane. Gelandang MU itu dipastikan akan memiliki gaji tinggi jika akhirnya memilih Madrid.

Padahal Zidane sudah terang-terangan memperlihatkan Bale tidak akan masuk dalam proyeknya. Artinya jika Bale tetap memutuskan bertahan maka dipastikan dia tidak akan kembali menjadi cadangan. Kondisi jelas bertentangan dengan pernyataannya setelah final Liga Champions 2017/18.

 “Saya harus berbicara dengan agen saya tentang masa depan saya. Yang jelas saya ingin bermain tiap pekan dan mendapatkan menit bermain lebih. Jika saya tak bisa melakukannya di sini, maka di tempat lain. Mungkin saya bertahan di Madrid, atau mungkin saja tidak,” ujar Bale setelah mencetak dua gol penting ke gawang Liverpool FC yang berbuah piala Liga Champions ke-13 Madrid di Kiev.

 

Situasi Peka

Namun, tidak semua berkaitan dengan uang dalam kehidupan pesepak bola atau paling tidak begitu seharusnya. Bale juga harus memikirkan negaranya yang saat ini harus berjuang lolos ke Piala Eropa 2020. Jika tidak mendapatkan menit main yang cukup tentu sulit bagi Bale mendapatkan panggilan timnas Wales. Inilah risiko yang harus ia tanggung jika memilih bertahan di Madrid.

Wales saat ini berada di peringkat empat Grup E kualifikasi Piala Eropa 2020. Mereka akan menjalani pertandingan hidup mati antara September, Oktober, dan November. Kroasia tampil sebagai unggulan, sementara Hungaria dan Slowakia bersaing memperebutkan posisi kedua. Hanya penampilan terbaik Bale yang bisa memutarbalikkan situasi ini.***DINI WULANDARI/CR5 DARI BERBAGAI SUMBER

 

SOROT

BALE merupakan penganut Teetotalisme atau mereka yang pantang menenggak minuman beralkohol. Aliran ini sudah berada di Inggris sejak abad 19.

 


 

 

 

D
Penulis
Dini Wulandari