LIGA SPANYOL
Statistik Felix Ternyata Mampu Bersaing dengan Ronaldo
11 July 2019 12:22 WIB
berita
Penyerang baru Atletico, Joao Felix sering dibandingkan dengan seniornya asal Portugal, Cristiano Ronaldo.-Topskor/ist
MADRID – Sama-sama berasal dari Portugal dan menjadi bintang muda membuat Joao Felix kerap dibandingkan dengan seniornya yang lebih dulu bersinar, Cristiano Ronaldo. BeSoccer yang merujuk pada hasil laboratorium statistiknya, ProFootballDB, menyebut bahwa rekrutan anyar Atletico Madrid itu memang bisa dianggap setara dengan sang megabintang.

Felix tentu harus bekerja keras untuk bisa mendapat apa yang diraih Ronaldo hingga kini. Tapi seniornya itu bisa menjadi inspirasi sekaligus guru untuk mencapai puncak karier, winger 19 tahun ini sekarang telah berada di jalur yang tepat. Ia sudah mengukir perjalanan hampir serupa, menjadi sebuah fenomena, dan kejutan di usia muda.


Baca Juga :
- Mourinho Bakal Duduk di Kursi Panas Madrid, Begini Tanggapan Zidane
- ​​​​​​​Oblak di Ambang Rekor Reina




Nama Felix jadi perbincangan setelah menjadi rekrutan termahal Atletico: 126 juta euro (sekitar Rp2 triliun). Angka itu dikeluarkan Los Rojiblancos setelah melihat debutnya di Liga NOS bersama SL Benfica musim lalu. Ia punya rasio 0,9 gol per pertandingan dari 20 gol (plus delapan assist) dari total 50 laga resmi. Statistik yang ternyata lebih baik dibandingkan Ronaldo saat memainkan debut di level elite.

Namun di usia 19 tahun, CR7 telah sangat matang dengan caps yang begitu banyak. Dia mengumpulkan 108 laga bersama Sporting CP (31) dan Manchester United (77). Soal produktivitas rasionya berada di bawah juniornya yakni 0,37 gol per laga: 16 gol dan sembilan asssit.


Baca Juga :
- Zidane Bisa Dipecat, Xabi dan Raul Jadi Kandidat
- Neraka Pizjuan Menunggu Madrid


Felix dan Ronaldo tak hanya berasal dari Portugal (Viseu dan Funchal), tapi sama dibesarkan oleh klub raksasa Lisabon: Benfica dan Sporting CP. Mereka pun hanya perlu membuktikan semusim diorbitkan ke tim senior, sebelum akhirnya hijrah ke klub yang lebih besar: Atletico dan MU. Namun soal umur, si senior mencuat lebih dulu saat masih berumur 17 tahun.

Penyerang 34 tahun bermain pada 30 pertandingan (17 sebagai pengganti) dan mencetak lima gol serta satu assist kala itu. Di usia yang sangat muda itu, ia tak hanya merasakan debut di Liga atau Piala Portugal, tapi juga kompetisi Eropa: kualifikasi Liga Champions dan Piala UEFA. Namun produktivitas, belum sementereng saat juniornya muncul saat ini.

Jika di musim debut Ronaldo (2002/03) punya tiga gol (nol assist) dari 25 duel Liga Portugal, Felix melejit dengan 15 gol (sembilan assist) dari 26 pertandingan. Ia pun bisa mengambil alih pos utama setelah sebelumnya pemain pengganti. Pada Eropa, ia langsung melejuit di Liga Europa dengan hattrick setelah nihil gol saat kualifikasi dan Liga Champions.

Untuk level tim nasional, kesetaraan baru bisa diraih di level U-20 yang mana Felix pun debut di usia 17 tahun seraya Ronaldo. Di tingkat itu ia lebih produktif dengan empat banding tiga gol, tapi untuk senior tertinggal jauh. Penyerang yang juga pernah main di Madrid Spanyol (Real Madrid) itu debut usia 18 dan sudah menjajaki final (Piala Eropa 2004).

Meski demikian setelah beragam perbandingan, penerus Antoine Griezmann di Atletico ini mengaku berbeda dan mau jadi diri sendiri. “Cristiano pemain hebat, yang terbaik di dunia saat ini dan mungkin selalu sama. Saat kami di timnas, dia memberi tahu tentang Madrid dan sangat menyukainya. Tapi saya di sini untuk membuat kisah saya sendiri,” katanya.

Felix sendiri tentu tidak merasa tertekan dengan perbandingan tersebut, sebab ia pun juga sudah siap perkara labelnya. Ia merasa sama sekali tak terbebani dan itu sebaliknya dijadikan untuk makin bekerja keras ketimbang jadi tekanan. “Saya mau jadi Joao Felix. Cristiano adalah seorang Cristiano, dan saya ingin menjadi diri saya sendiri,” ujarnya dengan mantap.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

D
Penulis
Dini Wulandari
news