ONE CHAMPIONSHIP
Michelle Nicolini Berniat Taklukkan Angela Lee
10 July 2019 16:54 WIB
berita
Juara dunia delapan kali Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) ini akan menghadapi Angela dalam pertandingan utama di ajang ONE: MASTERS OF DESTINY, Jumat, 12 Juli ini. 
JAKARTA - Atlet mixed martial arts (MMA) Michelle Nicolini bersiap menghadapi juara dunia ONE Atomweight “Unstoppable” Angela Lee. Dia teringat pertandingan sebelumnya yang membantunya terfokus pada ajang yang menentukan ini.

Juara dunia delapan kali Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) ini akan menghadapi Angela dalam pertandingan utama di ajang ONE: MASTERS OF DESTINY, Jumat, 12 Juli ini. 


Baca Juga :
- Daria Nirkova: Bodoh, Masa Pria Tantang Wanita Bertarung!
- Atlet Bela Diri Campuran Indonesia dan Tradisi 17 Agustusan




Sebelumnya mereka pernah bertemu. Pertemuan pertama mereka terjadi di dalam sebuah turnamen grappling, dimana Michelle jelas mengingat saat ia berhadapan dengan Angela dan menang.

“Kami berhadapan di Makau dalam sebuah kompetisi grappling. Saya akhirnya menang melalui submission,” kenang Michelle.


Baca Juga :
- McGregor Marah Dibully, Petinju Irlandia Ini Tantang Bertarung
- McGregor Bikin Masalah, Orang Tak Mau Minum Wiski Gratis Langsung Dijotos


Mereka kembali bertemu di kesempatan berikutnya, pada tahun 2016, ketika Michelle pindah ke Singapura untuk bekerja bersama para pelatih dan atlet kelas dunia di Evolve.

Walaupun ia memiliki pengalaman singkat dalam MMA sebelum ia berada di negara itu, grappler wanita veteran ini harus mempelajari banyak aspek dari olahraga tersebut untuk pertama kalinya.

Pada awal masa latihannya di Evolve, Michelle sempat berpasangan dengan Angela ketika melakukan sparring Muay Thai. Walau ia berusaha sebaik mungkin untuk menyamai Angela, Michelle hanyalah seorang pemula yang menghadapi seorang atlet veteran.

“Saya rasa karena saya memulai latihan [mixed martial arts] pertama saya disana, dan ia [Angela] sudah terkenal, kita dapat berteman.”

Michelle percaya bahwa sang juara dunia ini mungkin meremehkan kemampuannya dalam striking di Kuala Lumpur, Malaysia, karena pengalamannya beberapa tahun lalu itu.

Jika lawannya terlalu yakin dalam bertanding, Michelle mengatakan bahwa ia akan sangat berbahagia karena ia telah berkembang dari kondisinya sebagai seorang pemula tiga tahun yang lalu.

Tetapi, ia sangat terbuka dalam mengungkapkan keinginannya agar pertandingan ini berlangsung menurut gaya yang ia sukai – di atas kanvas.

Hanya beberapa wanita dalam sejarah BJJ yang dapat bertahan melawan Michelle, dan ia menyambut kesempatan untuk menguji Angela di atas kanvas, seperti saat ia diuji dalam sparring Muay Thai mereka pada 2016.

Walaupun ia mengakui kemampuan “Unstoppable” dalam grappling, ia tetap yakin bahwa ia dapat mengatasinya.

“Ia juga memiliki sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu. Saya tidak tahu apa yang akan ia bawa ke dalam pertandingan, tetapi saya siap menghadapi segala situasi. Ia bertarung dengan keras dan memiliki hati yang baik,” kata Michelle.*
 

news
Penulis
Suryansyah
news