INFOGRAFIS
Syarat Ducati Bisa Terus Bersaing di MotoGP 2019
09 July 2019 07:56 WIB
berita
Ducati harus segera meningkatkan keandalan Desmosedici GP19 jika ingin bersaing gelar di MotoGP, terutama untuk pembalap utama tim pabrikan mereka, Andrea Dovizioso.
SACHSENRING - Pembalap Tim Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso mulai khawatir dengan performa Desmosedici GP19. Ia pun ingin tim mengubah strategi agar performa motornya lebih baik di setiap perlombaan. Untuk itu ia berharap seluruh orang di dalam tim lebih fokus membangun motor untuk 2020 agar memiliki kinerja yang konsisten.

Di klasemen, Dovizioso kini semakin jauh tertinggal dari pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, setelah finis di posisi kelima di Sirkuit Sachsenring, GP Jerman, Minggu (7/7). Marquez yang meraih kemenangan, berhasil memperkuat posisinya dengan raihan 185 poin, dan unggul 58 angka dari Dovizioso di peringkat kedua.


Baca Juga :
- Juara MotoGP Austria 2019, Prospek Besar Andrea Dovizioso
- Hasil MotoGP Austria 2019, Dovizio Heroik, Marquez Podium Kedua, Rossi Keempat




“Akhir pekan yang sulit. Lomba selalu menunjukkan hal nyata. Terkadang di latihan Anda melihat ada beberapa pembalap yang cepat. Tapi inilah lomba. Saya dan (Danilo) Petrucci harus berjuang. Kami beruntung karena ada dua rider cepat yang terjatuh. Tapi itulah hasil terbaik kami,” kata Dovizioso.

Ducati memang masih bekerja keras untuk mencari solusi agar kinerja GP19 bisa bagus di trek semacam Sirkuit Assen (Belanda) dan Sirkuit Sachsenring yang memiliki banyak terdapat tikungan panjang dengan kecepatan tinggi. Berbeda dengan Marquez yang selalu tampil kuat di setiap trek, dan itu menyulitkan Dovizioso dalam pertarungan gelar.


Baca Juga :
- Lap Terakhir, Tikungan Terakhir, Dovizioso Libas Marquez, Juara MotoGP Austria 2019
- Valentino Rossi Bicara Sentuhan Pertama Prototipe M1 2020 di Brno


“Hal positif di akhir pekan lalu ada pada pembalap. Tapi kami masih belum memiliki kecepatan. Jaraknya masih terlalu besar. Kami sadar Sachsenring tidak bagus untuk GP19, tapi ini terasa sama seperti di Assen. Kecepatan tidak terlalu buruk tapi kami semakin tertinggal dari rival dibanding lomba-lomba sebelumnya,” ucap Dovizioso.

Jarak yang terlalu besar di klasemen membuat Dovizioso sadar bakal sulit mengejar Marquez di paruh kedua musim. Pasalnya, pria asal Spanyol itu kerap tampil kuat di setelah jeda musim panas. Ia pun menuntut keseriusan tim dalam memperjuangkan gelar baik pembalap dan konstruktor tahun ini.

“Marquez dan Honda berada di level lain, terlepas darinya ada banyak pembalap kuat. Jadi, ini bukan situasi yang bagus bagi kami. Ducati terus bekerja keras, mereka tidak pernah berhenti. Tapi saya pikir kami berada pada momen di mana kami harus benar-benar memperbaiki kecepatan di tikungan, karena kami cukup bagus di area lain,” ujar Dovizioso.

Rekan setim Dovizioso, Petrucci, juga memiliki pandangan yang sama. Ducati harus mulai fokus memperbaiki kelemahan GP19. Bahkan ia mengatakan bahwa di Jerman sudah menekan GP19 hingga batas performa. Namun, finis di posisi keempat menjadi tempat terbaik yang bisa di dapatkannya.

“Mungkin saya, Jack Miller, dan Dovi memiliki gaya balap serupa. Ducati motor yang tidak begitu naluriah. Anda harus menerapkan sebuah metode untuk melaju cepat,” ucap Petrucci.

Kesulitan lainnya adalah saat trek memiliki karakter lambat dengan banyak perubahan arah yang cepat. Seperti di Assen dan Sachsenring, Dovizioso dan Petrucci terlihat benar-benar kesulitan di area itu. Tetapi, area pengereman keras mereka berhasil melewatinya dengan baik.

“Di Sachsenring saya mencoba menekan lebih keras. Saya mencoba melakukan yang terbaik, sama seperti Dovi dan Jack. Mereka menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tapi kami selalu tertinggal. Saya senang dengan posisi di klasemen, tapi untuk bertarung dengan rival-rival kuat kami membutuhkan sesuatu yang lebih,” tutur Petrucci.***MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news