UMUM
Teringat Australia saat Piala Asia U-16 2018, Set Piece Masih Jadi Momok
09 July 2019 11:33 WIB
berita
Timnas Indonesia U-19 saat laga uji coba melawan Bhayangkara FC U-20 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (8/7) - TopSkor/Sumargo Pangestu
CIKARANG – Kelemahan ramuan strategi Fakhri Husaini masih sama. Itu tergambar dalam laga uji coba timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (8/7) pagi. Dalam laga persahabatan menghadapi Bhayangkara FC U-20 itu, Garuda Nusantara dipakasa menyerah dengan skor 0-1.

Gol semata wayang dalam laga tersebut dilesakkan Yudistira Irfan pada menit ke-65, lewat skema bola mati atau set piece. Gol tersebut seperti mengulang kisah semifinal Piala Asia U-16 2018 di Malaysia saat melawan Australia. Kala itu, satu dari tiga gol Australia tercipta lewat skema bola mati.




Baca Juga :
- Kemampuan Pemain Pelapis Jadi Persoalan Timnas U-19
- Persija Putri dan Persipura Putri Jadi Buruan Tim Liga 1 Putri 2019




“Kami lebih dominasi (penguasaan bola) hanya saja memang ini masih terulang lagi ketika timnas harus kebobolan melalui set piece dan bukan open play. Tentu ini bukan yang kami harapkan. Saya berahap semua pemain bisa memetik pelajaran berharga dari laga ini, beberapa situasi kami mudah hilang bola,” kata Fakhri.

Ini merupakan kekalahan perdana dalam dua rangkaian uji coba yang sudah dijalani Amiruddin Bagus Kahfi dan kawan-kawan. Sedangkan pada Minggu (7/7), Indonesia U-19 menang atas Barito Putera U-20 dengan skor 1-0. Dalam dua laga ini, Fakhri banyak merotasi pemain. Komposisi berbeda diturunkan pada setiap babak.


Baca Juga :
- Hadapi Vietnam, Malaysia, dan Australia, ini Jadwal Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2019
- Persatu Melawan Diri Sendiri saat Jumpa Persewar di Biak


Pada babak pertama, pelatih kelahiran Lhokseumawe, Aceh, itu menjajal pemain-pemain anyar dari Pusat Pendidikandan Latihan Pelajar (PPLP) dan Elite Pro Acdemy U-18 2018. Sedangkan pada babak kedua Fakhri menurunkan kombinasi eks jebolan Garuda Select ditopang Beckham Putra  dan Riski Ridho.

Dalam pengamatan TopSkor, motivasi bertanding Bhayangkara FC lebih besar dibanding dengan Indonesia U-19. “Ini pelajaran berharga buat semua pemain, bahwa setiap tim yang menghadapi timnas pasti main dengan semangat dan berambisi mengalahkan," Fakhri mengungkapkan.

Dalam laga ini, pemain bertahan Indonesia U-19 Komang Teguh mengalami cedera. Pemain asal PPLP Ragunan itu terpaksa ditarik keluar pada pertengahan babak pertama. Amiruddin Bagas Kahfa juga mendapat perawatan sesuai laga. “Mereka berdua (Komang dan Bagas) salah tumpuan,” Fakhri menjelaskan.

Eks pelatih Bontang FC itu mengakui, dirinya masih mencari komposisi yang pas. Persaingan untuk kiper, lini bertahan, tengah, hingga depan, cukup sengit. Pemain-pemain yang dipanggil memiliki kualitas merata. Karenanya, hanya pemain yang berupaya terus berkembang yang akan jadi pilihan.

Pelatih yang kini bermukim di Bontang itu menjelaskan, bakal ada evaluasi dan pencoretan pemain berdasarkan dua laga uji coba yang dijalani. “Hari ini (kemarin) kami akan rapat, besok pagi (hari ini) kami akan sampaikan ke pemain. Bisa empat sampai enam pemain yang dipulangkan,” ia membeberkan.

Pada awal Agustus mendatang, antara 3 Agustus atau 4 Agustus, tim ini akan bertolak ke Vietnam. Mereka ini akan berjuang dalam ajang Piala AFF U-18 2019. Indonesia tergabung di Grup A bersama Myanmar, Laos, Timor Leste, Filipina, dan Brunei Darussalam. Targetnya adalah meraih gelar juara, yang sudah luput sejak 2013.* Sumargo Pangestu

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.