ONE CHAMPIONSHIP
Papua Badboy Janji All-Out di Malaysia
08 July 2019 18:32 WIB
berita
Atlet asal Papua ini meraih tiga kemenangan beruntun di tiga laga terakhirnya
JAKARTA - Adrian “Papua Badboy” Mattheis bertekad melanjutkan catatan impresifnya di Malaysia, dalam ajang ONE: MASTERS OF DESTINY pada Jumat (12/7). 

Atlet asal Papua ini meraih tiga kemenangan beruntun di tiga laga terakhirnya, dengan mencatatkan penyelesaian sempurna dalam dua ronde-ronde awal.


Baca Juga :
- ONE Championship Siap Selenggarakan Turnamen eSports, Ini Gim yang Dipertandingkan!
- Dua Juara Dunia Berlaga di Filipina, Petarung Indonesia Juga Ada




Kini, Adrian, yang bernaung dibawah TIgershark Fighting Academy, mengincar kemenangan cepat lainnya saat menghadapi Li Zhe, atlet muda berbakat asal Cina yang akan menjalani debutnya di panggung ONE Championship.

Li Zhe salah satu atlet yang menunjukan prospek cerah dalam ajang pencarian bakat di negeri tirai bambu, bertajuk ONE Hero Series, dimana dia memenangi tiga pertandingan lewat kuncian. Ia tampil untuk menggantikan Liu Peng Shuai.


Baca Juga :
- Taklukkan Petarung Cina, Papua Badboy Ini Harap Obati Duka Korban Gempa Maluku
- Petarung Ini Dibilang Gila, Ditendang Kepalanya Tak Terasa Sakit


“Kebetulan Li Zhe ini jago Brazilian Jiujitsu [BJJ], jadi game plan Adrian tidak ganti, hanya ada sedikit modifikasi dalam upaya takedown,” ujar atlet berusia  26 tahun yang merajai ajang ONE: FOR HONOR di Jakarta awal Mei lalu ini.

“Saya tahu sedikit tentang Li Zhe, dan dia sangat bagus di ONE Hero Series. Tapi ini debutnya di ONE Championship dan saya telah mempelajari gayanya. Jadi akan ada sedikit perubahan strategi di Malaysia nanti.”

“Jika memungkinkan, saya ingin melakukan finishing di ronde kedua. Karena dia, kan, lawan baru jadi Saya mau lihat cara mainnya dulu di ronde pertama dan melihat celah di ronde dua.”

Meraih kemenangan lewat KO atapun kuncian memang bukan hal yang aneh bagi Adrian, yang memiliki rekor penyelesaian paling banyak di divisi strawweight dengan sejumlah tujuh kali, sedikit lebih banyak dibandingkan pemegang sabuk juara saat ini, Joshua “The Passion” Pacio.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjadi target utama yang membebani dirinya. Adrian akan bersabar sampai kesempatan itu datang, tanpa harus mengabil tindakan beresiko.

“Sebenarnya, penyelesaian bukan jadi target utama. Tapi kita harus lihat situasi seperti apa. Kalau dia kasih kesempatan, saya hajar,” ungkapnya dengan gaya khas Papua.

“Tidak ada game plan untuk meraih penyelesaian cepat, tapi kalau ada kesempatan, Adrian harus selesaikan secepatnya.”

Juara Turnamen ONE Indonesia ini menyadari jika bermain terlalu agresif, posisinya akan cukup berbahaya. Tetapi, Adrian pun mengetahui potensinya demi mengalahkan lawan, baik melalui penyelesaian atau angka.

Menurut Adrian, Li Zhe adalah tipikal atlet muda yang agresif dan punya semangat juang tinggi seperti halnya atlet dari negeri tirai bambu pada umumnya.

Berdasarkan pengalamannya menghadapi Ming Qiang Lan pada April tahun lalu, Adrian harus berusaha ekstra sebelum memenangkan laga lewat angka setelah bertanding tiga ronde.

“Saya tahu lawan yang akan saya hadapi pasti memiliki daya juang tinggi, tapi yang perlu diingat adalah Indonesia bisa merdeka dengan bambu runcing, yang berarti orang Indonesia juga punya keberanian yang lebih,” tutur Adrian, yang besar di tanah Papua.

Menurutnya, atlet tanah air juga memiliki potensi yang sama besar dengan para atlet ternama lain yang tengah malang melintang di ONE Championship.

“Untuk duel nanti, pokoknya Adrian akan berkelahi tidak ada gendong-gendong dan peluk-pelukan. Baku hantam aja serang terus,” pungkasnya.

Pertandingan lain pada ajang ONE: MASTERS OF DESTINY ini akan menampilkan perebutan tiket babak semi-final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix antara Petchmorakot Petchyindee Academy dan Giorgio “The Doctor” Petrosyan.

Sebelumnya, Juara Dunia ONE Women’s Atomweight “The Unstoppable” Angela Lee juga akan mencoba peruntungannya di dalam divisi strawweight, menghadapi Juara Dunia BJJ delapan kali Michelle Nicolini.

Atlet Indonesia lainnya, Abro “The Black Komodo” Fernandes, juga akan tampil melawan atlet India Gurdarshan “Saint Lion” Manat dalam divisi flyweight.*

news
Penulis
Suryansyah
news